09, 2026
Teknologi

Kerap Digoyang Protes, Ini 10 Aksi Demo Terbesar di Prancis Sejak 1944

Paris menjadi saksi dari sejumlah aksi dengan peserta mencapai ratusan ribu hingga jutaan orang sejak berakhirnya Perang Dunia II.]]>

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kerap Digoyang Protes, Ini 10 Aksi Demo Terbesar di Prancis Sejak 1944

Kerap Digoyang Protes, Ini 10 Aksi Demo Terbesar di Prancis Sejak 1944

Prancis dikenal sebagai negara dengan tradisi protes kuat. Sejak berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1944, negeri ini telah menyaksikan berbagai aksi demonstrasi besar yang mengubah arah politik dan sosial. Berikut adalah 10 aksi demo terbesar dalam sejarah Prancis pasca-1944 yang mencetak jejak mendalam.

1. Protes Mei 1968

Puncaknya pada Mei 1968 ketika serangkaian demonstrasi mahasiswa dan pemogokan buruh melanda Prancis. Dimulai dari protes mahasiswa di Universitas Nanterre, gerakan ini dengan cepat meluas ke seluruh negeri. Puncaknya adalah aksi demonstrasi yang menarakan sekitar 10 juta orang, atau dua pertiga dari tenaga kerja Prancis saat itu. Krisis ini memaksa Presiden Charles de Gaulle untuk membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan baru, yang akhirnya menguatkan posisinya.

2>Gerakan Pembela Buruh (1995)

Pada tahun 1995, Prancis diguncang oleh serangkaian pemogokan dan demonstrasi massal menentang rencana pensiun pemerintah. Aksi ini dipimpin oleh serikat buruh dan menarakan jutaan pekerja di seluruh negeri. Demonstrasi ini berhasil memaksa pemerintah untuk menarik kembali rencana pensiun kontroversial tersebut.

3. Protes Reformasi Pensiun (2006)

Pada tahun 2006, Presiden Jacques Chirac menghadapi gelombang protes besar-besaran ketika mengumumkan rencana reformasi sistem pensiun. Selama beberapa minggu, Prancis menjadi saksi demonstrasi harapan yang menarakan jutaan pekerja, terutama kaum muda. Akhirnya, pemerintah terpaksa menunda implementasi reformasi tersebut.

4. Gerakan "Gilets Jaunes" (2018-2019)

Mulai akhir 2018, gerakan "Gilets Jaunes" atau rompi kuning menjadi salah satu protes terbesar dalam sejarah Prancis modern. Dimulai sebagai protes terhadap kenaikan harga bahan bakar, gerakan ini dengan cepat berkembang menjadi gerakan luas menentukan ketidaksetaraan ekonomi dan kebijakan pemerintah. Puncaknya pada November 2018, dengan lebih dari 280.000 orang turun ke jalan di seluruh Prancis.

5. Protes Kekerasan Polisi (2020)

Protes global terhadap kekerasan polisi setelah kematian George Floyd di Amerika Serikat juga menemukan respons di Prancis. Demonstrasi terbesar terjadi pada Juni 2020, menarakan ratusan ribu orang menentukan kekerasan polisi, terutama terhadap komunitas kulit hitam dan imigran di Prancis.

6. Aksi Menentukan Perang Irak (2003)

Sebelum invasi Irak pada tahun 2003, Prancis menjadi salah satu negasi Eropa dengan protes terbesar terhadap perang tersebut. Pada Februari 2003, jutaan orang turun ke jalan di kota-kota besar menentukan rencana Amerika Serikat dan sekutunya untuk menyerang Irak.

7. Protes Reformasi Hukum Tenaga Kerja (2016)

Reformasi hukum tenaga kerja yang diusulkan Presiden François Hollande pada tahun 2016 memicu protes besar dari serikat buruh dan mahasiswa. Demonstrasi berlangsung selama berbulan-bulan dengan bentrokan sering terjadi antara demonstran dan aparat keamanan.

8. Gerakan Anti-Nuklir (1970-an-1980-an)

Prancis menjadi saksi gerakan anti-nuklir besar-besaran pada tahun 1970-an dan 1980-an, terutama setelah uji coba nuklir di Pasifik dan pembangunan pembangkit listrik nuklir. Demonstrasi terbesar terjadi pada tahun 1971 ketika ribuan orang berjalan menuju tempat uji coba nuklir di Bretagne.

9. Protes Kenaikan Pajak (2019)

Setelah "Gilets Jaunes", pada November 2019, Prancis kembali diguncang oleh protes menentukan kenaikan pajak energi. Meskipun lebih kecil dibandingkan protes sebelumnya, demonstrasi ini menunjukkan ketegangan berkelanjutan terhadap kebijakan ekonomi pemerintah.

10. Aksi Solidaritas dengan Mahasiswa (1986)

Pada tahun 1986, serangkaian demonstrasi mahasiswa melanda Prancis menentukan reformasi pendidikan yang diusulkan pemerintah kanan. Demonstrasi ini menarakan ratusan ribu mahasiswa dan berakhir dengan penarikan beberapa bagian dari reformasi tersebut.

Dari protes terhadap perang hingga isu ekonomi, Prancis terus menunjukkan tradisi demokrasi partisipatif yang kuat. Meski sering menyebabkan ketidakstabilan sementara, aksi-aksi ini telah membentuk sejarah politik dan sosial negara ini selama lebih dari tujuh dekade terakhir.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter