09, 2026
Politik

Wamendagri Minta 11 Anggota DPRP Papua Pegunungan Segera Dilantik

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) meminta agar 11 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Provinsi Papua Pegunungan yang telah ditetapkan segera dilantik. Permintaan itu disampaikan menyusul dinamika politik dan administrasi pemerintahan di provinsi hasil pemekaran tersebut, yang hingga kini masih menghadapi sejumlah persoalan kelembagaan, terutama terkait kelengkapan alat kelengkapan daerah dan penyelenggaraan pemerintahan yang optimal.

Latar Belakang Permintaan Pelantikan

Papua Pegunungan merupakan salah satu provinsi otonomi baru (DOB) yang terbentuk dari pemekaran Provinsi Papua. Sejak dibentuk, provinsi ini masih terus berbenah dalam penyusunan struktur pemerintahan, termasuk keanggotaan DPRP sebagai lembaga legislatif yang memiliki peran penting dalam menjalankan fungsi anggaran, legislasi, dan pengawasan. Keterlambatan pelantikan anggota dewan berdampak pada tertundanya pembahasan sejumlah kebijakan strategis, termasuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta program pembangunan di wilayah pegunungan tengah Papua.

Menurut Wamendagri, pelantikan anggota DPRP merupakan langkah konstitusional yang harus segera dilakukan agar roda pemerintahan di Papua Pegunungan berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan. Keberadaan anggota dewan yang definitif dinilai krusial untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil memiliki legitimasi politik dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Peran Strategis DPRP dalam Pemerintahan Daerah

DPRP memiliki kedudukan setara dengan kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Tanpa keanggotaan yang lengkap dan definitif, fungsi-fungsi utama legislatif tidak dapat dijalankan secara maksimal. Beberapa fungsi yang terhambat antara lain pembahasan rancangan peraturan daerah, penetapan APBD, serta pengawasan terhadap kinerja eksekutif. Kondisi ini berpotensi menghambat percepatan pembangunan di Papua Pegunungan, yang selama ini menjadi salah satu daerah dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan yang cukup mendesak.

Selain itu, keberadaan anggota DPRP yang definitive juga diperlukan dalam proses penyelesaian berbagai persoalan sosial dan politik di daerah, termasuk upaya menjaga stabilitas keamanan serta membangun komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Proses Verifikasi dan Penetapan Anggota

Sebelumnya, proses penetapan 11 anggota DPRP Papua Pegunungan telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari verifikasi administrasi hingga penetapan oleh penyelenggara pemilu. Proses ini dilakukan berdasarkan hasil Pemilu dan mekanisme pengisian keanggotaan DPRP sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Wamendagri menegaskan bahwa seluruh proses tersebut harus dihormati dan ditindaklanjuti dengan pelantikan agar tidak menimbulkan ketidakpastian hukum maupun politik di daerah.

Kementerian Dalam Negeri berperan dalam memfasilitasi koordinasi antara pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, dan pihak-pihak terkait untuk mempercepat tahapan pelantikan. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung percepatan pembangunan dan tata kelola pemerintahan di daerah otonomi baru di Papua.

Harapan Percepatan Pembangunan di Papua Pegunungan

Dengan dilantiknya anggota DPRP, diharapkan proses pembangunan di Papua Pegunungan dapat berjalan lebih cepat dan terarah. Pemerintah pusat menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang masih membutuhkan perhatian khusus dalam hal infrastruktur dasar, pelayanan publik, dan peningkatan kesejahteraan.

Wamendagri juga mengingatkan bahwa pelantikan bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar yang harus diemban oleh para anggota dewan terpilih. Mereka diharapkan mampu menjalankan amanah dengan baik, menjaga integritas, serta bekerja sama dengan kepala daerah dalam mewujudkan visi pembangunan Papua Pegunungan yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.

Dorongan Harmonisasi Pemerintahan

Pemerintah pusat terus mendorong terciptanya harmonisasi hubungan antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan lembaga legislatif di seluruh daerah otonomi baru di Papua. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pelantikan anggota DPRP Papua Pegunungan menjadi bagian dari upaya penguatan kelembagaan demokrasi di daerah serta percepatan pembangunan di wilayah pegunungan tengah Papua secara keseluruhan.

Dengan demikian, permintaan Wamendagri agar 11 anggota DPRP Papua Pegunungan segera dilantik merupakan langkah yang sejalan dengan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efisien, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung penguatan demokrasi dan pembangunan di daerah otonomi baru.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter