30, 2026
Olahraga

Keributan Pria Bergolok di GKPI Tangerang Berakhir Damai Usai Mediasi

Keributan di GKPI Tangerang berakhir damai setelah mediasi. Pihak terkait sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dan menjaga kerukunan.]]>

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Keributan Pria Bergolok di GKPI Tangerang Berakhir Damai Usai Mediasi

Keributan Pria Bergolok di GKPI Tangerang Berakhir Damai Usai Mediasi

Insiden yang melibatkan seorang pria berinisial F (35) yang membawa golok di Gereka Kristen Protestan Injili (GKPI) Tangerang pada Rabu (15/11) akhirnya berakhir damai setelah proses mediasi antara pihak gereja, korban, dan pelaku dilakukan. Peristiwa yang sempat mengejutkan jemaat tersebut diketahui bermula dari perselisihan antara F dengan seorang jemaat lainnya yang merupakan korban dalam insiden ini.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tangerang Kota Kompol Eko Wahyudi mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat ibadah tengah berlangsung. Menurutnya, F datang ke gereja dengan membawa golok yang disimpan dalam selimut. Motif utama pelaku datang ke gereja tersebut diduga karena adanya perselisihan pribadi dengan korban yang juga merupakan jemaat di tempat yang sama.

"Awalnya terjadi cekcok antara pelaku dan korban yang berawal dari masalah pribadi. Pelaku merasa tersinggung dengan sikap korban sehingga memutuskan untuk membawa golok saat datang ke gereja," jelas Kapolsek Tangerang Kota dalam konferensi persnya, Kamis (16/11).

Kronologi Insiden

Berdasarkan keterangan saksi mata, F tiba di gereja dengan wajah cemberut dan membawa bungkusan berupa selimut. Saat ibadah sedang berlangsung, F mendekati korban yang sedang duduk di barisan depan. Tanpa diduga, F membuka selimut dan mengeluarkan golok sepanjang 30 centimeter.

Ketika melihat golok yang dikeluarkan F, korban langsung berusaha menghindari dan berteriak minta tolong. Suara teriakan korban langsung menarik perhatian jemaat lain yang berada di gereja. Beberapa jemaat segera berusaha menenangkan situasi dan mengamankan F agar tidak melakukan tindakan lebih lanjut.

"Saat itu suasana di gereja menjadi panik. Jemaat lain langsung membantu mengamankan pelaku dan goloknya. Tapi pelaku sempat mengancam korban dengan golok tersebut sebelum berhasil diamankan," ujar seorang jemaat yang menjadi saksi mata, yang tidak mau disebutkan namanya.

Intervensi Pihak Gereja dan Polisi

Segera setelah insiden terjadi, pihak pengurus gereja segera turun tangan untuk menenangkan situasi. Ketua Majelis Jemaat GKPI Tangerang Pdt. Yohanes Sihombing mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan intervensi untuk mencegah eskalasi kekerasan.

"Kami segera mengisolasi pelaku dan memisahkan dia dari korban. Kami juga meminta jemaat untuk tetap tenang dan tidak panik. Setelah situasi terkendali, kami menghubungi pihak kepolisan untuk melaporkan kejadian ini," jelas Pdt. Yohanes.

Tim Polsek Tangerang Kota yang menerima laporan tersebut segera datang ke lokasi. Setiba di gereja, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa saksi-saksi yang ada. Polisi juga mengamankan F beserta golok yang digunakan sebagai alat kekerasan.

Proses Mediasi dan Penyelesaian

Setelah pemeriksaan awal, polisi membawa F dan korban ke Polsek Tangerang Kota untuk dilakukan mediasi. Kedua belah pihak yang sebelumnya berselisih akhirnya sepakat untuk berdamai melalui proses mediasi yang dipimpin oleh pihak kepolisan dan pengurus gereja.

Pdt. Yohanes Sihombing menambahkan bahwa insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh jemaat. Menurutnya, gereja akan meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di sekitar lingkungan gereja untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Insiden di GKPI Tangerang ini menyoroti pentingnya menjaga ketenangan dan menjauhi kekerasan dalam menyelesaikan perselisihan, bahkan dalam situasi yang seharusnya membawa kedamaian seperti di dalam gereja. Meski berakhir damai, kasus ini tetap menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang dan masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter