Sejumlah penumpang KMP Batumandi mengisahkan momen mencekam ketika asap tebal memenuhi ruang kapal. Menurut kesaksian mereka, asap muncul dengan cepat sehingga kepanikan sempat melanda penumpang yang berada di dalam kabin maupun di dek kendaraan. Dalam situasi yang serba mendesak itu, para penumpang berusaha menyelamatkan diri sambil saling membantu mengarahkan keluarga masing-masing menuju titik kumpul di bagian dek terbuka.
Seorang penumpang menuturkan, asap awalnya terlihat mengepul dari salah satu bagian kapal, kemudian menyebar ke lorong dan ruang penumpang dalam waktu singkat. "Saat itu suasana langsung ramai, orang-orang berteriak memanggil nama anak dan keluarganya. Asapnya pekat sekali sampai mata perih," ujarnya saat ditemui setelah proses evakuasi. Ia menyebut, kondisi kapal saat itu cukup ramai oleh penumpang dan kendaraan yang mengantre turun.
Asap Membumbung, Penumpang Berhamburan ke Dek
Berdasarkan penuturan sejumlah penumpang, asap tidak hanya terlihat di satu titik, tetapi juga merambat ke sejumlah ruangan. Beberapa penumpang mengaku kesulitan bernapas dan berusaha menutup hidung serta mulut dengan kain atau pakaian. Petugas di atas kapal, menurut mereka, berupaya mengarahkan penumpang agar tetap tenang dan bergerak menuju area yang lebih aman.
Meski panik, sejumlah penumpang mengaku masih sempat mengambil barang berharga dan dokumen penting sebelum meninggalkan kabin. Ada pula penumpang yang memilih tetap berada di dek terbuka sambil memakai pelampung yang dibagikan awak kapal. "Anak-anak kami bawa ke depan, kami suruh pakai pelampung. Sambil menunggu, kami lihat ada perahu nelayan yang mendekat," kata penumpang lainnya.
Nelayan Jadi Penolong Pertama
Kesaksian yang paling banyak disorot adalah kehadiran nelayan setempat yang datang lebih dulu ke lokasi kejadian. Menurut para penumpang, sejumlah perahu nelayan mendekati kapal dan membantu mengevakuasi penumpang, terutama perempuan, anak-anak, dan penumpang lanjut usia. Bantuan itu dinilai sangat berarti karena proses evakuasi menuju kapal penolong membutuhkan waktu.
Seorang nelayan yang ikut membantu menuturkan, ia dan rekan-rekannya mengetahui kejadian tersebut dari melihat kepulan asap dan mendengar informasi dari perairan sekitar. Dengan perahu kayu dan kapal kecil, mereka mendekat secara hati-hati lalu menaikkan penumpang satu per satu. "Kami hanya bantu sebisa kami. Yang penting orang-orang bisa turun dulu," ujarnya singkat.
Evakuasi Bertahap ke Kapal Penolong
Proses evakuasi berlangsung bertahap. Penumpang dipindahkan dari kapal yang mengalami kebakaran ke perahu nelayan dan kapal lain yang datang ke lokasi. Sejumlah penumpang tampak basah dan lelah setelah dievakuasi, sebagian langsung mendapatkan pemeriksaan awal serta bantuan selimut dan air minum di tempat penampungan sementara.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi yang merinci jumlah pasti penumpang dan kendaraan yang berada di atas kapal, maupun penyebab munculnya asap. Otoritas pelabuhan dan instansi terkait masih melakukan pendataan serta pemeriksaan terhadap kapal. Informasi mengenai korban juga masih menunggu konfirmasi dari pihak berwenang.
Otoritas Lakukan Pemeriksaan
Pihak terkait disebut telah mengerahkan personel untuk memeriksa kondisi kapal dan mengumpulkan keterangan dari awak serta penumpang. Pemeriksaan mencakup titik awal munculnya asap, kondisi instalasi kelistrikan, serta prosedur tanggap darurat yang dijalankan selama kejadian. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat menjelaskan penyebab insiden secara lebih pasti.
Sejumlah penumpang berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan sarana keselamatan di atas kapal, mulai dari ketersediaan pelampung, jalur evakuasi, hingga kejelasan instruksi dari awak kapal. Menurut mereka, instruksi yang cepat dan jelas sangat menentukan suasana di tengah kepanikan.
Sorotan terhadap Prosedur Keselamatan
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya kesiapan prosedur keselamatan dalam pelayaran penyeberangan. Pemeriksaan rutin terhadap kondisi kapal, pelatihan awak dalam menghadapi keadaan darurat, serta sosialisasi jalur evakuasi kepada penumpang dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko. Penumpang juga diimbau memperhatikan arahan awak kapal dan tidak memaksakan diri membawa barang berlebihan saat evakuasi.
Selain itu, peran masyarakat pesisir seperti nelayan menunjukkan pentingnya kesiapan warga sekitar perairan dalam situasi darurat. Kecepatan bantuan dari perahu-perahu kecil di sekitar lokasi kejadian disebut membantu mempercepat proses penyelamatan penumpang sebelum kapal penolong utama tiba.
Sejumlah penumpang mengaku masih menunggu kejelasan mengenai kelanjutan perjalanan dan pengurusan barang bawaan mereka. Mereka berharap pihak operator maupun otoritas terkait memberikan informasi resmi secara berkala agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Komentar (0)