30, 2026
Nasional

Kiprah Tim Wakil DIY di BRI Super League: PSIM dan PSS Sama-Sama Terjungkal

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Dua tim yang mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kompetisi BRI Super League 2025-2026, PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman, sama-sama menelan kekalahan pada pekan ke-9. Hasil tersebut menjadi pukulan telak bagi kedua tim yang tengah berjuang memperbaiki posisi di papan klasemen.

PSIM Yogyakarta Takluk dari Persib Bandung

PSIM Yogyakarta harus mengakui keunggulan Persib Bandung dengan skor 1-3 dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (15/11/2025). Laskar Mataram sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit, namun ketajaman lini depan Persib menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.

Persib membuka keunggulan lebih dulu melalui gol yang dicetak pada menit ke-18. PSIM sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-34 melalui gol yang memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan. Namun, Persib kembali memimpin lewat gol pada menit ke-52 dan menutup kemenangan dengan gol ketiga pada menit ke-78.

Kekalahan ini membuat PSIM tertahan di posisi ke-13 klasemen sementara dengan koleksi 10 poin dari sembilan pertandingan. Pelatih PSIM, Erwan Hendarwanto, mengakui bahwa timnya masih memiliki banyak kekurangan yang harus dibenahi, terutama dalam hal konsistensi selama 90 menit pertandingan.

"Kami sudah mencoba tampil maksimal, tapi lawan memang lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Ini menjadi evaluasi penting bagi kami untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya," ujar Erwan usai pertandingan.

PSS Sleman Dipermalukan di Kandang Sendiri

Nasib serupa dialami PSS Sleman. Tim berjuluk Super Elang Jawa itu harus mengakui keunggulan Persita Tangerang dengan skor 0-2 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (16/11/2025). Bermain di hadapan pendukung sendiri, PSS justru tampil kurang greget dan kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan.

Persita membuka keunggulan pada menit ke-25 melalui serangan balik cepat yang berhasil dikonversi menjadi gol. PSS berusaha bangkit di babak kedua dengan meningkatkan intensitas serangan, namun upaya mereka selalu menemui jalan buntu. Persita memastikan kemenangan dengan gol kedua pada menit ke-83.

Hasil ini memperpanjang tren negatif PSS dalam beberapa pekan terakhir. Dari sembilan laga yang telah dijalani, PSS baru mengumpulkan 11 poin dan berada di posisi ke-11 klasemen. Pelatih PSS, Mazola Junior, menyatakan kekecewaannya terhadap performa anak asuhnya.

"Kami bermain di kandang sendiri, tapi tidak mampu menunjukkan kualitas terbaik. Ini sangat mengecewakan. Para pemain harus segera bangkit karena kompetisi masih panjang," kata Mazola.

Persaingan di Papan Klasemen Semakin Ketat

Kekalahan kedua tim asal DIY ini semakin mempersulit posisi mereka di papan klasemen BRI Super League 2025-2026. Kompetisi semakin kompetitif dengan jarak poin antar tim yang cukup rapat. Setiap tim dituntut untuk tampil konsisten jika ingin bersaing di papan atas.

PSIM dan PSS saat ini terpaut cukup jauh dari pemuncak klasemen yang telah mengoleksi lebih dari 20 poin. Dengan sisa pertandingan yang masih banyak, kedua tim masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi, namun mereka harus segera menemukan formula terbaik dalam skema permainan.

Beberapa faktor menjadi penyebab kekalahan kedua tim. PSIM terlihat kesulitan menjaga konsistensi performa sepanjang pertandingan, sering kali tampil baik di satu babak namun menurun di babak lainnya. Sementara PSS menghadapi masalah efektivitas di lini depan, di mana mereka menciptakan banyak peluang namun gagal mengonversinya menjadi gol.

Harapan untuk Pertandingan Selanjutnya

Meskipun tengah dalam tekanan, para pendukung kedua tim tetap berharap skuad kebanggaan mereka mampu bangkit. PSIM akan menghadapi laga tandang melawan Bhayangkara FC pada pekan ke-10, sementara PSS akan menjamu Persebaya Surabaya di Maguwoharjo.

Kedua pertandingan tersebut menjadi momen krusial bagi PSIM dan PSS untuk mengakhiri tren negatif dan kembali meraih poin penuh. Dukungan suporter tentu akan menjadi modal berharga, terutama bagi PSS yang akan kembali bermain di kandang sendiri.

Persaingan di BRI Super League musim ini memang semakin menarik untuk diikuti. Kekalahan yang dialami PSIM dan PSS menjadi pengingat bahwa tidak ada tim yang bisa memandang remeh lawan. Setiap pertandingan harus dihadapi dengan persiapan matang dan mental juara.

Bagi sepak bola DIY, performa kedua tim di kompetisi nasional menjadi cerminan dinamika persepakbolaan daerah. Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari manajemen, pemain, hingga suporter, akan sangat menentukan arah perjalanan PSIM dan PSS di sisa musim ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter