Kondisi Terkini 2 WNI yang Jadi Korban Serangan di Riyadh
Seorang pekerja migran asal Indonesia menjadi korban dalam serangan yang menargetkan fasilitas militer di Riyadh, Arab Saudi. Kedua korban WNI ini saat ini masih dalam perawatan intensif di rumah sakit setelah mengalami luka-luka serius akibat insiden yang terjadi pada Rabu (12/10/2023). Informasi ini diperoleh dari sumber terpercaya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh.
Menurut perwakilan KBRI Riyadh, kedua korban WNI tersebut adalah karyawan perusahaan kontraktor yang bekerja di fasilitas militer yang menjadi sasaran serangan tersebut. "Kami memantau perkembangan kondisi keduanya secara dekat. Satu korban mengalami luka bakar parah, sementara yang lain mengalami luka akibat pecahan kaca dan getaran ledakan," kata sepetugas KBRI yang tidak mau disebutkan namanya.
Lokasi dan Waktu Kejadian
Insiden terjadi pada Rabu pagi waktu setempat, ketika sebuah drone atau rudal mengenai fasilitas militer di pinggiran ibu kota Riyadh. Area tersebut merupakan kompleks militer yang ditempati oleh beberapa perusahaan kontraktor internasional, termasuk perusahaan yang menempatkan pekerja migran dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Saksi mata melaporkan mendengar suara ledakan keras yang diikuti dengan asap tebal menyembur dari lokasi kejadian. Pihak berwenang Arab Saudi segera melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan pertama kepada para korban. Tim medis dari KBRI Riyadh tiba di lokasi tidak lama setelah insiden untuk membantu identifikasi dan membantu para pekerja Indonesia yang terdampak.
Respons Pemerintah Indonesia
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, mengonfirmasi kejadian tersebut. "Kami sudah berkoordinasi dengan pihak berwenang Arab Saudi untuk memastikan kondisi kedua WNI korban serangan ini. Tim KBRI Riyadh telah mendatangi rumah sakit tempat para korban dirawat," ujar Lalu Muhammad Iqbal dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia terus memantau situasi keamanan di Arab Saudi, terutama bagi WNI yang bekerja di daerah-daerah potensi konflik. "Kami mengimbau WNI untuk selalu waspada dan mengikuti anjuran keamanan dari pihak berwenang setempat. Pemerintah siap membantu WNI yang membutuhkan perlindungan," jelasnya.
Kondisi Korban dan Upaya Penanganan
Kedua korban WNI yang menjadi korban dalam insiden ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Raja Fahd, salah satu rumah sakit terbesar di Riyadh. Tim medis dari KBRI Riyadh telah mengunjungi keduanya beberapa kali untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan.
"Kondisi mereka masih dalam pemantauan medis. Satu korban membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih karena luka bakarnya cukup parah. Kami berkoordinasi dengan perusahaan tempat mereka bekerja untuk menanggung biaya perawatan seluruhnya," jelas seorang perwakilan dari tim KBRI Riyadh.
Latar Belakang Keamanan di Arab Saudi
Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir menjadi sasaran berbagai serangan, terutama yang diduga berasal dari Yaman. Serangan-serangan ini umumnya menargetkan fasilitas militer atau infrastruktur strategis di berbagai kota, termasuk Riyadh.
Pemerintah Arab Saudi sering kali menyalahkan serangan ini pada pemberontak Houthi dari Yaman yang didukung Iran. Namun, pihak Houthi biasanya mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut.
Respons Perusahaan dan Langkah Pencegahan
Perusahaan kontraktor yang menempatkan kedua korban WNI ini telah bekerja sama dengan KBRI Riyadh untuk memberikan dukungan penuh bagi para korban dan keluarganya. Perusahaan juga sedang mengkondisikan tempat penempuan sementara bagi para pekerja lain di lokasi tersebut.
KBRI Riyadh juga telah mengeluarkan panduan keamanan tambahan bagi seluruh WNI di wilayah kerja mereka, terutama yang bekerja di dekat fasilitas militer atau area yang dianggap rawan serangan. "Kami meminta para WNI untuk selalu waspada dan mengikuti prosedur keamanan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan pihak berwenang setempat," tambah perwakilan KBRI.
Koordinasi dengan Pihak Berwenang Arab Saudi
Pemerintah Indonesia terus melakukan koordinasi erat dengan pihak berwenang Arab Saudi untuk menjamin keamanan seluruh WNI di negara tersebut. Kedutaan Besar RI di Riyadh secara rutin meng-update informasi keamanan melalui berbagai sal komunikasi dengan komunitas WNI.
"Kami akan terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini kepada WNI. Keselamatan para pekerja Indonesia adalah prioritas utama kami di sini," pungkas perwakilan KBRI Riyadh.
Komentar (0)