14, 2026
Olahraga

Lupakan Laurin Ulrich, PSSI Kini Dikabarkan Incar Pemain dari Inggris untuk Bela Timnas Indonesia

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/14/6acf057e5fee1-laurin-ulrich_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

PSSI Targetkan Pemain Inggris untuk Memperkuat Timnas Indonesia

Asa baru terlihat di kiprah tim nasional sepak bola Indonesia. Setelah sebelumnya dikabarkan menaruh minat pada Laurin Ulrich, pemain berdarah Indonesia yang tumbuh di Jerman, PSSI kini dikabarkan lebih memfokuskan perhatian pada pemain-pemain berbakat dari Inggris. Informasi ini menunjukkan pergeseran strategi dalam upaya memperkaya kualitas skuad Garuda.

Koalisi Suporter Indonesia (KSI) sebagai organisasi suporter sepak bola terbesar di Indonesia menyatakan dukungan penuh atas langkah yang diambil oleh PSSI. Menurut mereka, merekrut pemain asing yang masih memiliki darah Indonesia adalah lang strategis untuk meningkatkan kualitas timnas di kancah internasional.

"Kami mendukung sepenuhnya langkah PSSI untuk merekrut pemain-pemain berbakat dari Inggris yang memiliki keterkaitan dengan Indonesia. Ini adalah langkah yang tepat untuk mengangkat kualitas timnas," ujar Ketua Umum KSI dalam keterangannya resmi.

Strategi Baru PSSI dalam Merekrut Pemain Asing

PSSI diketahui telah membentuk tim khusus yang beranggotakan para profesional untuk melakukan scouting pemain-pemain berpotensi dari berbagai negara. Tim ini dipimpin oleh mantan pemain timnas yang berpengalaman, dengan tugas khusus mencari calon pemain yang memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Sumber dekat PSSI mengungkapkan bahwa fokus kini beralih ke Inggris karena beberapa alasan. Pertama, sistem liga di Inggris dianggap mampu mencetak pemain dengan karakter kuat dan disiplin tinggi. Kedua, banyak pemain muda Inggris yang memiliki darah campuran, termasuk keturunan Indonesia.

"Kami melihat ada potensi besar di Inggris. Banyak klub akademi di sana yang memiliki pemain dengan keturunan berbagai negara, termasuk Indonesia. Mereka tumbuh dengan sistem pelatihan yang terstruktur dan kompetitif," ujar salah seorang official PSSI yang meminta namanya tidak disebutkan.

Kriteria Pemain yang Dicari

Pemain yang menjadi target PSSI memiliki beberapa kriteria utama. Mereka harus berusia di bawah 21 tahun, memiliki darah Indonesia (baik dari garis ibu atau ayah), dan berpotensi untuk berkembang pesat. Selain itu, karakter mental dan kemampuan adaptasi juga menjadi pertimbangan utama.

Salah satu nama yang disebut-sebut menjadi incaran adalah seorang pemain bertahan berusia 19 tahun yang saat ini bermain untuk klub Liga Championship. Pemain ini diketahui memiliki kakek dari Indonesia dan telah menunjukkan performa apik di tingkat junior.

"Kami sedang dalam tahap negosiasi dengan pemain dan agen untuk memastikan minat mereka bermain untuk Indonesia. Prosesnya membutuhkan waktu karena ada beberapa aspek hukum yang harus diselesaikan," tambah official tersebut.

Tantangan yang Dihadapi

Meski menjanjikan, proses naturalisasi pemain asing tetap menghadapi berbagai tantangan. Persyaratan administrasi dari FIFA dan asosiasi sepak bola Inggris menjadi hambatan utama yang harus diatasi. Selain itu, masalah kepegawaian dan persetujuan dari klub tempat pemain bermain juga perlu dipertimbangkan.

PSSI juga harus memastikan bahwa pemain yang direkrut benar-benar memiliki komitmen untuk membela Indonesia. Beberapa pemain sebelumnya yang dipanggil ke timnas terlihat kurang maksimal dalam penampilannya, sehingga PSSI berusaha menghindari hal serupa di masa depan.

Target Jangka Pendek dan Panjang

Untuk jangka pendek, PSSI menargetkan minimal tiga pemain asing bisa bergabung dengan timnas untuk laga-laga penting seperti Kualifikasi Piala Asia 2023. Sementara itu, untuk jangka panjang, targetnya adalah membentuk inti timnas yang terdiri dari minimal 50% pemain dengan potensi tinggi dari luar negeri.

"Kami berencana untuk melakukan pembenahan secara bertahap. Pemain asing akan menjadi tambahan, bukan pengganti pemain lokal yang sudah berprestasi. Tujuannya adalah saling melengkapi untuk menciptakan tim yang lebih kompetitif," jelas Ketua Timnas Indonesia.

Dengan langkah ini, diharapkan Indonesia dapat segera menunjukkan perbaikan signifikan di kancah sepak bola internasional. dukungan penuh dari suporter dan seluruh elemen sepak bola Indonesia menjadi kunci keberhasilan program ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter