Korban Ledakan di Ciputat Bertambah Jadi 13 Orang, Ini Daftarnya
Tragedi ledakan gas yang melanda wilayah Ciputat, Tangerang Selatan pada Rabu (15/3) malam telah mengakibatkan 13 korban jiwa dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Ledakan yang terjadi di sebuah rumah tinggal di Jalan Raya Ciputat Nomor 45 ini mengejutkan warga setempat dan menimbulkan kepanikan luas di sekitar lokasi kejadian.
Menurut informasi yang dihimpun, ledakan terjadi sekitar pukul 21.30 WIB dan disertai suara yang sangat keras hingga terdengar hingga jarak beberapa kilometer. Ledakan tersebut mengakibatkan rumah tempat kejadian berada (TKP) hancur dan merusak beberapa bangunan di sekitarnya termasuk rumah-rumah warga dan kendaraan yang parkir di dekat lokasi.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan Kepala Polres Metro Tangerang Selatan AKBP Eko Haryanto, ledakan berasal dari tabung gas LPG yang meleda di dalam rumah korban. "Awalnya, korban sedang memasak di dapur. Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang berasal dari dapur dan menyebar ke seluruh bagian rumah," ujar Eko dalam konferensi pers yang digelar di lokasi kejadian.
Setelah ledakan terjadi, warga sekitar langsung berdatangan untuk membantu penyelamatan korban. Tim SAR Polri, Damkar, dan juga relawan yang ada di lokasi segera melakukan evakuasi korban yang masih terjebak reruntuhan bangunan. Evakuasi yang berlangsung hingga dini hari ini sempat terhambat karena kondisi reruntuhan yang masih labil dan berpotensi ambruk kembali.
Daftar Korban
Setelah proses evakuasi dan identifikasi selesai, total korban yang tewas akibat ledakan ini berjumlah 13 orang. Berikut adalah daftar lengkap korban yang telah diidentifikasi oleh pihak berwenang:
- Siti Aminah (45) - Ibu rumah tangga
- Ahmad Hasan (48) - Suami korban pertama
- Muhammad Fauzi (22) - Anak pertama korban
- Nurul Hasanah (19) - Anak kedua korban
- Ahmad Rizki (5) - Anak ketiga korban
- Siti Mariyah (43) - Tetangga korban
- Hendra Wijaya (35) - Tetangga korban
- Yuliarti (32) - Tetangga korban
- Budi Santoso (40) - Pengendara sepeda motor yang sedang lewat
- Ratna Sari (28) - Pengendara sepeda motor yang sedang lewat
- Eko Prasetyo (50) - Warga sekitar yang sedang berjalan kaki
- Dewi Lestari (38) - Warga sekitar yang sedang berjalan kaki
- Ahmad Fauzi (25) - Tetangga korban yang sedang membantu evakuasi
Sementara itu, jumlah korban luka-luka mencapai 28 orang. Mereka mendapat perawatan di beberapa rumah sakit di sekitar wilayah Tangerang Selatan, RSUD Tangerang, RS Pondok Indah, RS Mayapada, serta RS Bina Sehat Ciputat. Kondisi mayoritas korban luka masih dirawat intensif karena mengalami luka bakar dan luka akibat hantaman pecahan bangunan.
Respons Pemerintah
Gubernur Banten Rano Karno yang tiba di lokasi kejadian pada Kamis (16/3) pagi menyatakan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa warga Ciputat. "Kami berdua cita atas musibah yang menimpa warga Ciputat. Pemerintah Provinsi Banten akan memberikan bantuan secara maksimal bagi korban dan keluarga yang terdampak," ujar Rano Karno.
Ia juga memerintahkan Dinas Sosial Provinsi Banten untuk segera menyiapkan bantuan berupa uang tunai, sembako, serta tempat tinggal sementara bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal. Selain itu, pemerintah juga akan membantu biaya pemakaman bagi korban yang tewas dalam kejadian ini.
Tindakan Pencegahan
Plt. Kepala Dinas Perhubungan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Banten, Budi Santoso, mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dalam penggunaan gas LPG. "Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kebocoran tabung gas dan memastikan selang dalam kondisi baik sebelum digunakan. Jika terdapat kebocoran, segera keluarkan tabung dari rumah dan bawa ke tempat terbuka," kata Budi.
Tim ahli dari PT Pertamina yang tiba di lokasi kejadian juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebocoran tabung gas. "Kami sedang melakukan investigasi untuk mengetahui apakah kebocoran terjadi karena kesalahan penggunaan, kerusakan tabung, atau faktor lainnya," ujar Kepala Tim Investigasi dari Pertamina.
Tragedi ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan dalam penggunaan gas LPG di rumah tangga. Pemerintah diimbau untuk melakukan sosialisasi intensif mengenai cara penggunaan gas LPG yang aman guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Komentar (0)