12, 2026
Internasional

Korea Utara Luncurkan 2 Proyektil Diduga Rudal Balistik ke Laut Jepang

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2016/04/26/571ee99e90c35-ujicoba-misil-balistik-kapal-selam-korea-utara_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Teguh Setiawan
Teguh Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Korea Utara Luncurkan Dua Proyektil Diduga Rudal Balistik ke Laut Jepang

Korea Utara melakukan peluncuran dua proyektil yang diduga rudal balistik ke arah Laut Jepang pada hari Selasa (23/5/2023). Peluncuran ini dilakukan hanya sehari setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat mengadakan latihan militer bersama, yang kemungkinan besar dianggap sebagai provokasi oleh Pyongyang. Kementerian Pertahanan Jepang mengkonfirmasi bahwa dua proyektil tersebut diluncurkan dari wilayah timur laut Korea Utara dan jatuh di perairan di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) negara tersebut.

Detail Peluncuran Proyektil

Menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Jepang, dua proyektil tersebut diperkirakan berupa rudal balistik. Proyektil pertama diluncurkan pada sekitar pukul 07.00 waktu setempat dan menempuh jarak sekitar 250 kilometer dengan ketinggian maksimal 100 kilometer. Proyektil kedua diluncurkan sekitar 30 menit setelahnya dan menempuh jarak sekitar 400 kilometer dengan ketinggian maksimal 100 kilometer. Kedua proyektil tersebut dianggap tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan Jepang karena jatuh di perairan internasional.

Korea Selatan juga mengkonfirmasi peluncuran tersebut melalui Joint Chiefs of Staff. Mereka menyatakan bahwa sedang menganalisis informasi lebih lanjut mengenai jenis proyektil yang diluncurkan dan jarak yang ditempuh. Pihak berwenang Korea Selatan menambahkan bahwa mereka telah meningkatkan kewaspadaan militer dan memantau situasi secara ketat.

Reaksi Internasional

Peluncuran ini mendapat kecaman dari berbagai negara di dunia. Amerika Serikat mengutuk keras tindakan Korea Utara dan menyebutnya sebagai "pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB". Jepang juga menyatakan ketidakpuasannya secara tegas, dengan Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan bahwa peluncuran tersebut "merupakan tindakan yang tidak dapat diterima yang menimbulkan ancaman bagi keamanan regional dan internasional."

Korea Selatan menanggapi dengan keras terhadap peluncuran ini. Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyatakan bahwa pihaknya akan mengevaluasi kemampuan militer Korea Utara secara realistis dan memperkuat kesiapsiapan militer untuk menghadapi segala ancaman. Pemerintah Korea Selatan juga mengumumkan bahwa akan melanjutkan latihan militer bersama AS yang dijadwalkan sebelumnya.

Konteks Geopolitik

Peluncuran ini terjadi dalam tengah ketegangan geopolitik yang meninggi di Semenanjung Korea. Korea Utara secara teratur meluncurkan rudal sebagai bagian dari program senjata nuklir dan rudalnya, meskipun menghadapi sanksi internasional yang ketat. Negara tersebut telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam program rudal balistiknya dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pengembangan rudal balistik jarak menengah dan jarak jauh yang diyakini mampu mengancam Amerika Serikat.

Peluncuran terbaru ini juga terjadi hanya sehari setelah latihan militer gabungan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat. Korea Utara secara konsisten mengecam latihan militer AS-Korea Selatan sebagai persiapan untuk invasi, meskipun kedua negara tersebut menyatakan bahwa latihan tersebut bersifat defensif.

Dampak pada Stabilitas Regional

Peluncuran rudal Korea Utara menambah ketegangan di kawasan Asia Timur yang sudah rawan. Jepang dan Korea Selatan, yang keduanya menjadi sasaran ancaman militer dari Pyongyang, terus memperkuat kerja sama keamanan mereka, sering kali dengan dukungan Amerika Serikat. Negara-negara tersebut menekankan perlunya tekanan internasional yang lebih besar terhadap Korea Utara untuk memakunya menghentikan program senjata pemusnah massalnya.

China, sebagai sekutu utama Korea Utara, biasanya menyerukan dialog damai dan penyelesaian masalah melalui negosiasi. Namun, Beijing juga telah mendesak Pyongyang untuk mematuhi resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengatur program rudal dan nuklirnya.

Masa Depan Program Rudal Korea Utara

Analis percaya bahwa Korea Utara akan terus mengembangkan program rudalnya meskipun menghadapi sanksi. Negara tersebut telah menginvestasikan sumber daya signifikan dalam teknologi rudal, dan peluncaran terbaru ini menunjukkan kemampuan mereka untuk melakukan uji coba bahkan dalam situasi tekanan internasional yang tinggi.

Komunitas internasional terus mencari cara untuk memperlambat atau menghentikan program senjata Korea Utara, tetapi solusi jangka panjang masih belum jelas. Beberapa ahli mengusulkan kembali untuk membuka dialog tanpa syarat, sementara yang lain menekankan perlunya sanksi yang lebih ketat untuk memakunya melestarikan keamanan regional.

Seiring dengan itu, negara-negara di kawasan ini terus memperkuat pertahanan mereka. Jepang dan Korea Selatan terus mengembangkan sistem pertahanan rudal mereka, seperti sistem Aegis dan Patriot, untuk melindungi diri dari potensi serangan rudal Korea Utara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Setiawan

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter