30, 2026
Nasional

KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor

KPK menggeledah kantor PT Summarecon Bogor.]]>

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor

KPK Geledah Kantor Summarecon Bogor dalam Penyelidikan Dugaan Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor Summarecon Agung Tbk, di kawasan Bogor, pada Rabu (15/3/2023). Tindakan ini dilakukan dalam rangka penyelidikan dugaan korupsi yang melibatkan proyek infrastruktur tertentu di wilayah tersebut. Penggeledahan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 15.00 WIB, melibatkan sejumlah penyidik KPK beserta tim pendukung.

Sumber di KPK mengatakan bahwa penggeledahan ini merupakan bagian dari tahap penyelidikan yang sedang berjalan. Penyidik fokus pada dokumen-dokumen terkait proyek infrastruktur yang diduga melanggar prosedur pengadaan. "Kami sedang mengumpulkan bukti-bukti fisik dan dokumen untuk melengkapi penyelidikan kasus ini," ujar sumber tersebut kepada wartawan, tanpa menyebutkan identitasnya.

Ketua KPK Firli Bahuri belum memberikan konfirmasi resmi terkait penggeledahan tersebut. Namun, beberapa sumber internal mengungkapkan bahwa penyelidikan ini berkaitan dengan dugaan praktik mark up harga dalam proyek infrastruktur yang menjadi tanggung jawab Summarecon Agung Tbk. Diduga, terjadi penyelewengan dalam pengadaan barang dan jasa yang menyebabkan kerugian negara mencapai puluhan miliar rupiah.

Proyek yang Dituding Korup

Proyek yang menjadi sorotan penyidik KPK adalah proyek pengembangan kawasan Summarecon Bogor dalam rangka pembangunan infrastruktur pendukung. Proyek ini meliputi pembangunan jalan akses, sistem drainase, dan fasilitas umum lainnya. Menurut informasi yang diperoleh, proyek ini tercatat dalam anggaran belanja daerah dengan nilai mencapai Rp 500 miliar lebih.

Sumber dekat dengan pihak Summarecon Agung Tbk mengatakan bahwa perusahaan telah berkoordinasi dengan pihak KPK sejak awal penyelidihan berlangsung. "Kami siap membantu penyidik KPK dalam memberikan dokumen yang diperlukan untuk proses penyelidikan," ujar sumber tersebut. Pihak perusahaan juga menegarkan bahwa selama ini selalu menjalankan prosedur pengadaan barang dan jasa secara transparan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Reaksi dari Pihak Terkait

Ketua Komisi II DPR RI, Bambang Wuryanto, meminta KPK untuk menyelidikit kasus ini secara tuntas dan objektif. "KPK harus memberikan kepastian hukum yang adil bagi semua pihak, baik penyidik maupun yang tersangka," ujarnya. Ia menambahkan bahwa dugaan korupsi dalam proyek infrastruktur perlu ditindak tegas guna mencegah praktik serupa di masa depan.

Sementara itu, aktivis dari Indonesia Corruption Watch (ICW) menyambut baik langkah KPK yang melakukan penggeledahan. Namun, ia meminta agar penyidik KPK tidak berhenti pada penggeledahan semata, tetapi perlu menyelidiki hulu-hulu proyek yang mungkin terlibat dalam praktik korupsi ini. "Korupsi dalam proyek infrastruktur biasanya melibatkan banyak pihak, mulai dari perencanaan, pengadaan, hingga pelaksanaan," kata Koordinator ICW, Adnan Topan.

Perkembangan Penyelidikan

Hingga kini, KPK telah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini. Termasuk mantan pejabat di pemerintah daerah terkait, mantan konsultan proyek, serta beberapa mantan karyawan Summarecon Agung Tbk. Beberapa saksi yang telah diperiksa menyatakan bersedia bekerja sama dengan penyidik KPK.

Sementara itu, KPK belum menetapkan status tersangka dalam kasus ini. Namun, penyidik terus mengumpulkan bukti-bukti fisik dan digital yang dianggap penting untuk proses penyidikan lebih lanjut. "Kami masih dalam tahap pengumpulan bukti. Setelah semua bukti terkumpul, baru akan ditentukan langkah selanjutnya," kata sumber di KPK.

Kasus ini menjadi perhatian khusus mengingat proyek infrastruktur sering menjadi sumber praktik korupsi di Indonesia. KPK berharap dengan penyelidikan ini dapat memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi dan mendorong transparansi dalam setiap pengadaan proyek infrastruktur di Tanah Air.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter