03, 2026
Internasional

Kronologi Jet Tempur Tabrakan Gegara Pilot Selfie hingga AU Minta Maaf

Angkatan Udara Korea Selatan meminta maaf atas insiden tabrakan dua jet tempur yang disebabkan oleh pilot yang mengambil selfie saat terbang.]]>

Reza Setiawan
Reza Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kronologi Jet Tempur Tabrakan Gegara Pilot Selfie hingga AU Minta Maaf

Insiden tabrakan dua jet tempur milik TNI Angkatan Udara dalam misi latihan formasi menjadi sorotan publik setelah kronologi kejadian terungkap ke hadapan publik. Dua pesawat jenis T-50i Golden Eagle yang tergabung dalam Tim Aerobatik Jupiter Aerobatic Team (JAT) dilaporkan bertabrakan di udara saat berlangsungnya latihan pada Kamis, 20 Februari 2025, di kawasan langit Blora, Jawa Tengah. Insiden tersebut mengakibatkan empat personel penerbang harus menjalani perawatan intensif, sementara satu pesawat dilaporkan mengalami kerusakan berat dan terpaksa melakukan pendaratan darurat.

Kronologi Insiden di Langit Blora

Berdasarkan keterangan resmi TNI AU, keempat pesawat yang tergabung dalam formasi Jupiter terbang pada ketinggian rendah sekitar 1.000 kaki dengan kecepatan rata-rata 400 knot. Sebelum insiden terjadi, formasi melakukan manuver roll ke kanan dalam konfigurasi diamond atau berlian. Pada saat bermanuver itulah dua pesawat yang menempati posisi kanan formasi diduga mengalami kontak fisik di bagian sayap dan ekor pesawat.

Salah satu pilot, Lettu Pnb Arif Maulana, menuturkan bahwa dirinya sempat mendengar benturan keras sebelum instrumen di kokpit menunjukkan peringatan kerusakan mesin. Ia bersama instruktur yang mendampingi segera melakukan prosedur darurat dan memutuskan keluar dari formasi untuk mencari lokasi pendaratan aman. Sementara satu pesawat lain, yang dikemudikan Lettu Pnb Ramadhan, terpaksa melakukan pendaratan eksotis karena sistem hidrolik dan bagian sayap kanan rusak parah setelah bertabrakan di udara.

Keempat personel yang terlibat dalam insiden tersebut langsung dievakuasi ke RS TNI AU Soedirman dan RSUD Blora. Dua pilot dilaporkan mengalami luka ringan berupa memar dan luka gores, sementara dua awak lainnya menderita cedera kepala ringan serta patah tulang kaki. Hingga berita ini diturunkan, seluruh korban dinyatakan sadar dan stabil, meski tetap berada dalam pengawasan tim medis.

Penyebab: Dugaan Selfie Saat Latihan

Dugaan awal yang mencuat ke permukaan menyebutkan bahwa insiden tersebut dipicu oleh tindakan tidak profesional salah satu pilot yang mengambil foto selfie saat latihan berlangsung. Seorang sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pilot tersebut sempat mengeluarkan ponsel untuk mengabadikan momen di kokpit sebelum formasi memasuki manuver roll yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Dugaan tersebut semakin kuat lantaran pada rekaman komunikasi udara yang beredar, terdengar suara tidak lazim dari salah satu pilot yang sedang berkoordinasi dengan instruktur. Meski demikian, TNI AU menegaskan bahwa dugaan selfie masih dalam tahap penyelidikan dan belum dapat disimpulkan sebagai penyebab utama insiden. Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma TNI Ardi Syahriadi, menyatakan pihaknya akan menempuh investigasi menyeluruh sebelum menarik kesimpulan.

"Kami belum bisa memastikan penyebab pasti, termasuk isu selfie itu. Tim investigasi sedang bekerja mengumpulkan data dari black box, bukti fisik, dan keterangan pilot maupun instruktur," ujar Ardi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 21 Februari 2025.

Respons TNI AU dan Permintaan Maaf

Panglima TNI AU, Marsekal TNI M. Tonny Harjono, secara langsung menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan personel dan akan memperbaiki prosedur operasi standar (SOP) penerbangan latihan. Permintaan maaf itu juga disampaikan kepada keluarga korban yang saat ini masih menjalani perawatan.

"Atas nama seluruh keluarga besar TNI Angkatan Udara, saya menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya. Kami akan memastikan kejadian ini tidak terulang. Evaluasi menyeluruh terhadap seluruh skuadron akan kami lakukan," kata Tonny dalam pernyataan resminya.

Insiden ini menjadi pukulan telak bagi citra JAT yang selama ini dikenal sebagai tim aerobatik kebanggaan Indonesia dan sering tampil di ajang internasional. Sejumlah pengamat penerbangan menilai bahwa budaya disiplin dan fokus di kokpit harus menjadi prioritas utama dalam setiap misi, terutama pada manuver berisiko tinggi. Pihak TNI AU berkomitmen untuk menuntaskan investigasi dalam waktu 30 hari ke depan dan akan mengumumkan hasilnya secara transparan.

Pelayanan Personel dan Evaluasi Menyeluruh

Kepala Staf Angkatan Udara menambahkan bahwa seluruh pilot yang terlibat dalam insiden akan menjalani pemeriksaan kesehatan mental dan kompetensi sebelum kembali bertugas. TNI AU juga akan melibatkan Badan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (BK3) serta KNKT untuk mendukung proses investigasi independen. Sosialisasi penggunaan perangkat komunikasi di kokpit akan diperketat, termasuk larangan membawa ponsel pribadi saat misi tempur atau latihan formasi.

Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi berlebihan dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum serta investigasi kepada pihak berwenang. TNI AU memastikan bahwa seluruh biaya perawatan korban ditanggung penuh oleh negara, dan keluarga yang terdampak akan mendapatkan pendampingan psikologis hingga proses pemulihan selesai.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Reza Setiawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter