Kronologi Pesawat Asian One Tergelincir saat Mendarat di Bandara Intan Jaya
Bandara Intan Jaya di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua, menjadi lokasi insiden pesawat tergelincir pada Rabu (24/10/2023). Pesawat yang terlibat adalah pesawat Cessna 208B dengan registrasi PK-LTF milik PT Asian One Air. Insiden ini menimbulkan kepanikan di kalangan penumpang dan awak pesawat, namun untungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Insiden Terjadi Saat Proses Mendarat
Insiden terjadi sekitar pukul 14.30 WIT saat pesawat Cessna 208B sedang dalam proses mendarat di landasan pacu Bandara Intan Jaya. Menurut keterangan saksi mata, pesawat yang membawa 12 penumpang dan 2 awak pesawat tersebut sempat mengalami kendali sebelum akhirnya tergelincir di sebelah kanan landasan pacu.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Intan Jaya, Yohanes Korwa, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca saat itu tidak terlalu buruk. Namun, landasan pacu yang masih dalam proses pembangunan dan kondisi permukaannya yang belum optimal diduga menjadi faktor penyebab insiden tersebut.
Evakuasi Penumpang dan Awak Pesawat
Setelah pesawat berhenti, tim SAR (Search and Rescue) segera diterjunkan untuk melakukan evakuasi. Proses evakuasi berjalan lancar dan semua penumpang beserta awak pesawat berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Tim medis yang berada di lokasi segera melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap korban dan tidak ditemukan luka serius.
"Semua penumpang dan awak pesawat dalam kondisi sehat. Mereka hanya mengalami shock ringan akibat insiden tersebut," kata Kepala Puskesmas Intan Jaya, dr. Binsar Simbolon, saat dikonfirmasi.
Investigasi dan Penyebab Insiden
Badan Keselamatan Penerbangan Sipil (BKPS) telah membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti insiden ini. Tim investigator BKPS telah tiba di lokasi dan mulai mengumpulkan data penerbangan, rekaman suara kokpit (Cockpit Voice Recorder), serta melakukan pemeriksaan visual terhadap pesawat dan landasan pacu.
"Kami sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui apakah penyebabnya bersifat teknis, faktor manusia, atau kondisi landasan pacu yang belum memadai," jelas Kepala BKPS Papua, Agus Santoso.
Dampak pada Operasional Penerbangan
Insiden ini menyebabkan operasional penerbangan di Bandara Intan Jaya terganggu selama beberapa jam. Bandara sementara ditutup untuk kegiatan operasional normal guna memfasilitasi proses evakuasi dan investigasi. Sejumlah penerbangan jadwal yang akan mendarat di bandara tersebut dialihkan ke bandara terdekat.
PT Asian One Air sebagai operator pesawat mengaku sedang bekerja sama penuh dengan pihak berwenang dalam proses investigasi. Perusahaan juga telah menyatakan akan mengganti kerugian yang ditimbulkan akibat insiden ini.
Kondisi Pesawat dan Lokasi
Setelah insiden, pesawat Cessna 208B terlihat miring di samping landasan pacu dengan sayaknya mengalami kerusakan ringan. Tim teknis dari PT Asian One Air dan BKPS sedang memeriksa kerusakan yang dialami pesawat untuk menentukan apakah pesawat masih dapat diperbaiki atau harus dinyatakan total rusak.
Bandara Intan Jaya merupakan bandara yang masih dalam tahap pembangunan dan baru memiliki landasan pacu dengan panjang 1.200 meter. Bandara ini melayani penerbangan domestik dengan rute utama dari dan ke Sentani, Jayapura, dan beberapa daerah lain di Papua.
Tanggapan Pemerintah Daerah
Pemerintah Daerah Kabupaten Intan Jaya menyatakan prihatin dengan insiden ini. Bupati Intan Jaya, Yulianis Murib, meminta agar pihak terkait segera menyelesaikan investigasi dan memastikan keamanan penerbangan di bandara tersebut.
"Kami mendesak agar bandara ini segera memenuhi standar keselamatan penerbangan. Bandara ini sangat vital untuk mobilitas masyarakat di pedalaman Papua," ujar Bupati Yulianis.
Rekomendasi Keselamatan Penerbangan
Insiden ini menyoroti pentingnya memastikan keselamatan penerbangan di bandara-bandara yang berada di daerah terpencil. BKPS menyarankan agar pemerintah mempercepat penyelesaian pembangunan fasilitas bandara dan meningkatkan pengawasan terhadap operasional penerbangan di daerah-daerah dengan infrastruktur terbatas.
"Kami akan meningkatkan pengawasan terhadap semua bandara di Papua, terutama yang masih dalam tahap pembangungan, untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga," tambah Agus Santoso dari BKPS.
Komentar (0)