24, 2026
Nasional

Karhutla di Way Kambas Tak Kunjung Padam, Petugas Andalkan Selang 3 Km

Kirana Utami
Kirana Utami Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Karhutla di Way Kambas Tak Kunjung Padam, Petugas Andalkan Selang 3 Km

Kebakaran hutan (karhutla) yang melanda Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung terus berlanjut hingga hari ke-10. Upaya pemadaman yang dilakukan tim gabungan terus dilakukan meski api masih sulit dikendalikan. Petugas mengandalkan strategi pembuatan selang dengan panjang mencapai 3 kilometer untuk memadamkan api yang masih menyisakan titik api di dalam kawasan hutan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung, Arief Yulianto, mengatakan kondisi kebakaran di TNWK masih tergolong sulit. "Api masih terdapat di dalam kawasan hutan yang sulit dijangkau oleh alat berat. Tim kami terus berupaya memadamkan api dengan cara pembuatan selang air dari arah sungai," ujarnya, Rabu (21/8/2023).

Upaya Pemadaman yang Terus Berlanjut

Tim gabungan yang terdiri dari personel TNI/Polri, petugas BKSDA, pemadam kebakaran, serta relawan terus bergerak menyusuri sungai untuk membawa air ke lokasi kebakaran. Diperlukan selang dengan panjang 3 kilometer untuk mencapai titik api yang berada di tengah hutan.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Polda Lampung, Komisaris Besar Polisi (Kompol) Rudi Hartono, menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang panas dan kering menjadi salah satu faktor yang membuat kebakaran sulit padam. "Selain itu, angin kencang juga membuat api dengan mudah menjalar ke arah yang berbeda," tambahnya.

Dampak bagi Lingkungan dan Satwa

Kebakaran hutan yang terjadi selama lebih seminggu ini telah mengakibatkan kerusakan lingkungan yang signifikan. Menurut data sementara, area terbakar mencapai ratusan hektare dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

"Kami khawatir dampaknya bagi satwa yang ada di dalam TNWK. Beberapa satwa dilaporkan mengungsi dari habitatnya akibat kebakaran. Kami berharap satwa tersebut dapat selamat dan tidak menjadi korban," ujar Kepala Seksi Konservasi TNWK, Budi Santoso.

TNWK yang merupakan habitat gajah Sumatera terancam terdampak parah akibat kebakaran ini. Selain gajah, berbagai satwa langka lainnya seperti harimau sumatera, badak sumatera, dan berbagai jenis primata juga berpotensi terkena dampak buruk.

Respons Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah pusat telah menurunkan bantuan berupa alat pemadam kebakaran, obat-obatan, serta logistik bagi para petugas yang terjun langsung dalam penanggulangan karhutla. Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, telah memerintahkan seluruh instansi terkait untuk turut serta membantu pemadaman api.

"Kami tidak membiarkan kebakaran ini berlarut-larut. Semua sumber daya yang dimiliki akan kita maksimalkan untuk memadamkan api secepatnya," kata Arinal.

Di sisi lain, masyarakat sekitar TNWK juga turut andil dalam membantu penanggulangan karhutla. Membentuk tim pemadam kebakaran masyarakat, mereka ikut terjun membantu petugas dengan menyediakan air dan membantu pengawasan di sekitar kawasan hutan.

Langkah Pencegahan ke Depan

Untuk mencegah kebakaran kembali terjadi, BKSDA Lampung berencana melakukan beberapa langkah strategis. Salah satunya adalah melakukan penataan zona di kawasan TNWK untuk memisahkan area yang berisiko tinggi terbakar.

"Kami juga akan meningkatkan patroli di sekitar kawasan hutan, terutama saat musim kemarau. Selain itu, kami akan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan larangan membakar lahan," jelas Arief Yulianto.

Sementara itu, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran hutan ini. Beberapa kemungkinan penyebab yang sedang diteliti adalah pembakaran lahan secara ilegal, api dari pembakaran sampah, serta sumber alam seperti petir.

Dengan kebakaran yang masih terus berlanjut, harapan semua pihak adalah agar api dapat segera dipadamkan sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi lingkungan dan satwa yang ada di Taman Nasional Way Kambas.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Utami

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter