27, 2026
Olahraga

Kronologi Suporter Bola Tewas Dibacok Saat Perjalanan Pulang ke Rumah

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kronologi Suporter Bola Tewas Dibacok Saat Perjalanan Pulang ke Rumah

Tragedi mengenaskan menimpa seorang suporter bola yang tewas dibacok saat dalam perjalanan pulang setelah menyaksikan pertandingan sepak bola. Korban bernama Ahmad Rizki (28), warga Jalan Pahlawan No. 45, Kecamatan Tanjung Karang, Palembang, ditemukan tewas dalam kondisi terluka parah di Jalan Ahmad Yani, Kamis (15/10) dini hari.

Menurut Kepala Polresta Palembang, AKBP Budi Santoso, kronologi kejadian bermula ketika korban beserta teman-temannya dari kelompok suporter bernama The Vikings menyaksikan pertandingan sepak bola antara Sriwijaya FC dan Persija Jakarta di Stadion Sriwijaya, Jakabaring.

"Setelah pertandingan sekitar pukul 21.00 WIB, korban bersama sekitar 20 teman kelompok suporter lainnya pulang menggunakan dua mobil pribadi dan satu motor," ujar Budi saat konferensi pers di Mapolresta Palembang, Kamis (15/10).

Perjalanan Pulang yang Menjadi Tamat

Dalam perjalanan pulang, sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, ketika kendaraan sedang melintasi Jalan Ahmad Yani, terjadi perselisihan antara korban dengan sekelompok orang tak dikenal yang berjumlah sekitar 5 orang.

"Saksi mata mengatakan ada perdebatan yang memanas antara korban dengan kelompok tersebut. Isu yang beredar, perselisihan bermula dari adanya provokasi terkait hasil pertandingan," jelas Budi.

Menurut keterangan saksi, dalam perdebatan tersebut, salah satu anggota kelompok lawan mengeluarkan senjata tajam dan menyerang korban dengan membacok bagian leher dan dada. Korban sempat berusaha melarikan dira namun terjatuh dan dilibas kembali oleh para pelaku.

Tim Medis Tak Bisa Menyelamatkan Korban

Usai insiden, pelaku melarikan diri ke arah yang tidak diketahui, sementara korban ditemukan warga sekitar pukul 02.15 WIB dalam kondisi pendarahan parah. Warga segera melaporkan kejadian ke Polsek Setia Budi dan menghubungi tim medis.

"Tim medis dari RSUD Palembang yang tiba di lokasi langsung membawa korban ke rumah sakit, sayangnya nyawa korban tidak bisa diselamatkan karena luka yang dialami terlalu parah," ujar Budi.

Hasil otopsi yang dilakukan tim dokter forensik RSUD Palembang menunjukkan korban mengalami luka bacokan di leher dan dada yang mengenakan pembuluh darah utama. Dilaporkan ada sekitar 5 luka bacokan dalam kondisi cukup dalam.

Penyelidikan dan Penangkapan Pelaku

Polresta Palembang langsung membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini. Tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, dan memeriksa rekaman CCTV sekitar lokasi kejadian.

"Berdasarkan rekaman CCTV yang kami peroleh, kami berhasil mengidentifikasi mobil yang digunakan para pelaku. Mobil tersebut terlihat melarikan dira ke arah Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin," jelas Budi.

Setelah melakukan penyelidikan intensif, Tim Reskrim Polresta Palembang berhasil menangkap dua dari lima pelaku yang diduga terlibat dalam pembacokan tersebut. Pelaku bernama Hendra (25) dan Riski (22) warga Kecamatan Sungai Lilin.

"Dari pengakuan pelaku, motif pembacokan adalah adanya provokasi terkait hasil pertandingan. Mereka mengaku terpancing emosi karena komentar korban yang dinilai menghina tim kebanggaan mereka," kata Budi.

Keluarga dan Suporter Bergelora

Keluarga korban sangat berdua atas kejadian yang menimpa Ahmad Rizki. Ibu korban, Siti Aminah (52), mengaku tidak menyangka anaknya jadi korban kekerasan.

"Rizki anak yang baik, tidak pernah masalah dengan siapa pun. Dia hanya suka bola, itu saja hobiannya. Kami minta keadilan untuk Rizki," ucap Siti dengan suara hampa.

Sementara itu, kelompok suporter The Vikings menggelar aksi damai di depan Mapolresta Palembang meminta aparat kepolisian segera menangkap semua pelaku dan menghukum mereka berat.

"Kami tidak akan diam melihat teman kami dibunyi begitu saja. Ini bukan pertama kalinya terjadi bentrok antar suporter, tapi pembunuhan seperti ini sudah berlebihan," kata Ketua The Vikings, Andi.

Polresta Palembang mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing emosi dan menghindari bentrok antar kelompok suporter. Pihaknya juga menegaskan akan menindak tegas pelaku kekerasan dalam apapun bentuk dan motifnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter