03, 2026
Teknologi

Kuliah Umum di Akpol, Kapolda Riau Dorong Taruna Kuasai Ecological Leadership

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dorong taruna Akpol kuasai ecological leadership. Pentingnya pemahaman lingkungan dalam keamanan dan kebijakan kepolisian.]]>

Andi Prasetyo
Andi Prasetyo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kuliah Umum di Akpol, Kapolda Riau Dorong Taruna Kuasai Ecological Leadership

Kapolda Riau Dorong Taruna Akpol Kuasai Ecological Leadership

Kepala Kepolisian Daerah Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal, memberikan kuliah umum di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya penguasaan konsep ecological leadership atau kepemimpinan ekologis bagi para taruna sebagai calon perwira Polri. Kuliah umum ini menjadi bagian dari pembekalan wawasan kebangsaan dan kepemimpinan bagi taruna tingkat akhir yang sebentar lagi akan dilantik menjadi perwira.

Dalam paparannya, Iqbal menjelaskan bahwa tantangan tugas kepolisian ke depan tidak lagi terbatas pada penegakan hukum konvensional. Perubahan iklim, kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan, hingga konflik sumber daya alam menjadi persoalan yang beririsan langsung dengan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu, seorang perwira Polri dituntut memiliki kesadaran ekologis yang terintegrasi dalam setiap pengambilan keputusan.

Ecological Leadership sebagai Kompetensi Baru

Iqbal memaparkan bahwa ecological leadership merupakan kemampuan memimpin yang menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai pertimbangan utama. Pemimpin dengan pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian target jangka pendek, tetapi juga memperhitungkan dampak kebijakan terhadap ekosistem dan kehidupan masyarakat di masa mendatang.

Menurutnya, konsep tersebut sejalan dengan program prioritas Kapolri yang menekankan Polri yang Presisi, yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Dalam konteks wilayah seperti Riau yang memiliki kawasan gambut luas dan hutan tropis, pendekatan kepemimpinan ekologis menjadi sangat relevan. Riau kerap menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan, kabut asap lintas negara, serta tekanan terhadap kawasan konservasi.

Ia mencontohkan bagaimana Bhabinkamtibmas di tingkat desa dapat berperan sebagai agen perubahan lingkungan. Program desa tangguh bencana, patroli karhutla, hingga pendampingan masyarakat dalam pengelolaan lahan tanpa membakar menjadi bentuk konkret penerapan kepemimpinan ekologis di lapangan.

Integrasi Kurikulum dan Praktik Lapangan

Dalam kuliah umum tersebut, Iqbal juga menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai ekologis ke dalam kurikulum pendidikan Akpol. Ia menilai pembekalan teori saja tidak cukup. Taruna perlu dilibatkan langsung dalam simulasi penanganan konflik lingkungan, analisis risiko bencana, hingga kerja sama dengan instansi seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta pemerintah daerah.

Menurutnya, pendekatan multidisipliner ini akan membentuk perwira yang mampu membaca persoalan secara holistik. Seorang lulusan Akpol, kata dia, tidak cukup hanya memahami hukum pidana dan teknis penyidikan. Ia juga harus mampu membaca data lingkungan, memahami dinamika sosial-ekonomi masyarakat, dan berkomunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Iqbal mengingatkan bahwa kegagalan mengelola persoalan lingkungan dapat memicu ketegangan sosial, seperti konflik agraria, sengketa air, hingga perpindahan penduduk akibat bencana. Dalam situasi seperti itu, kepolisian dituntut hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai fasilitator penyelesaian masalah dan pelindung kelompok rentan.

Respons Taruna dan Gubernur Akpol

Kuliah umum tersebut disambut antusias oleh para taruna. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan seputar strategi penanganan karhutla yang melibatkan korporasi besar, peran kepolisian dalam mediasi konflik lingkungan, serta peluang kerja sama lintas negara dalam menangani kabut asap. Iqbal menjawab bahwa penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan tanpa tebang pilih, dengan tetap mengedepankan pencegahan melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Gubernur Akpol menyampaikan apresiasi atas pemaparan tersebut. Ia menilai materi kepemimpinan ekologis memperkaya wawasan taruna dalam menghadapi kompleksitas tugas Polri di era disrupsi. Menurutnya, kuliah umum dari pejabat daerah yang memiliki pengalaman langsung di lapangan memberi perspektif praktis yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.

Kegiatan itu juga diisi dengan diskusi panel dan tanya jawab interaktif. Beberapa taruna menyatakan ketertarikan untuk mengangkat tema kepemimpinan ekologis dalam tugas akhir mereka, khususnya terkait peran kepolisian dalam mitigasi bencana dan pengelolaan sumber daya alam berbasis komunitas.

Harapan ke Depan

Iqbal berharap konsep kepemimpinan ekologis tidak berhenti pada tataran wacana. Ia mendorong agar setiap perwira yang lulus dari Akpol mampu menerjemahkan gagasan tersebut ke dalam kebijakan operasional di wilayah tugas masing-masing. Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin diukur dari sejauh mana ia mampu menjaga keseimbangan antara penegakan hukum, pelayanan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam agenda global perubahan iklim. Komitmen penurunan emisi karbon dan pelestarian hutan tidak dapat berjalan tanpa dukungan aparat keamanan yang memiliki kesadaran ekologis. Karena itu, investasi pada pendidikan kepemimpinan lingkungan di institusi Polri menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.

Kuliah umum ditutup dengan pesan agar para taruna menjadikan integritas sebagai fondasi kepemimpinan. Menurut Iqbal, tanpa integritas, kemampuan intelektual dan keterampilan taktis tidak akan memberi manfaat besar bagi masyarakat. Ia mengajak para taruna untuk terus belajar, peka terhadap perubahan zaman, dan berani mengambil keputusan yang berorientasi pada kepentingan publik jangka panjang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Andi Prasetyo

Kontributor bidang kebugaran dan olahraga. Menulis tips workout dan gaya hidup aktif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter