Kunjungi PLTA Ngebel, Ibas Dorong Penguatan Energi Bersih
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi oleh Bupupaten Probolinggo Iba, melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ngebel, di Kabupaten Probolinggo, Jumat (24/3/2023). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kinerja pembangkit listrik yang menjadi salah satu sumber energi terbarukan di Jawa Timur tersebut. Dalam kesempatan itu, Khofifah menegaskan pentingnya penguatan energi bersih sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Tinjauan Kinerja PLTA Ngebel
Dalam kunjungannya, Khofifah dan rombongan melakukan peninjauan terhadap beberapa fasilitas di PLTA Ngebel, termasuk ruang kontrol turbin dan sistem pembangkit listrik. Gubernur Khofifah menunjukkan kepeduliannya terhadap kelancaran operasional pembangkit yang telah beroperasi sejak tahun 1982 ini. "PLTA Ngebel memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan listrik di Jawa Timur khususnya dan sekitarnya. Kita perlu memastikan operasionalnya tetap optimal," ujar Khofifah.
PLTA Ngebel memiliki kapasitas instalasi sebesar 4 x 9,9 MW dengan total produksi listrik mencapai 39,6 MW. Pembangkit ini memanfaatkan aliran air dari Waduk Ngebel yang memiliki kapasitas 25 juta meter kubik air. Dengan kondisi tersebut, PLTA Ngebel mampu memenuhi kebutuhan listrik untuk sekitar 50.000 rumah tangga di Jawa Timur.
Program Penguatan Energi Terbarukan
Selama kunjungan, Bupupaten Probolinggo Iba menyampaikan komitmennya dalam mendukung program penguatan energi terbarukan di wilayahnya. Menurutnya, PLTA Ngebel merupakan aset berharga yang perlu dikelola dengan baik untuk mendukung program nasional netral karbon. "Kami akan terus berupaya meningkatkan kapasitas dan efisiensi PLTA Ngebel. Selain itu, kami juga akan mengembangkan potensi energi terbarukan lainnya di Probolinggo," jelas Iba.
Gubernur Khofifah menambahkan bahwa pemerintah provinsi akan memberikan dukungan dalam bentuan teknis dan dana untuk pengembangan energi terbarukan di Jawa Timur. "Jawa Timur memiliki potensi energi terbarukan yang besar, mulai dari PLTA, PLTS hingga energi angin. Kita akan mengoptimalkan semua potensi ini untuk mencapai target energi bersih pada tahun 2050," ujarnya.
Tantangan dan Solusi
Walau memiliki peran penting, pengelolaan PLTA Ngebel menghadapi beberapa tantangan, terutama terkait dengan ketersediaan air di Waduk Ngebel. Musim kering seringkali menyebabkan volume air menurun, yang berdampak pada produksi listrik. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah daerah dan PLN berencana melakukan beberapa langkah strategis.
Partisipasi Masyarakat
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam mendukung program energi bersih. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keberlanjutan program energi terbarukan. "Kita perlu membentuk budah hemat energi dan menggunakan energi secara bijak. Selain itu, masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam program energi terbarukan dengan memanfaatkan teknologi sederhana seperti pemanas air tenaga surya," ujarnya.
Bupati Iba menambahkan bahwa pemerintah daerah akan memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat terkait penggunaan energi terbarukan. "Kami akan bekerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian untuk mengembangkan teknologi energi terbarukan yang sesuai dengan kondisi di Probolinggo," tambahnya.
Visi Jawa Timur untuk Energi Bersih
Kunjungan ke PLTA Ngebel ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan visi Jawa Timur Maju dan Sehat. Dalam visi tersebut, energi bersih menjadi salah satu pilar utama untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah provinsi menargetkan pada tahun 2030, 30% kebutuhan energi di Jawa Timur akan berasal dari sumber terbarukan.
"Kami percaya bahwa energi bersih adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Dengan mengandalkan energi terbarukan, kita tidak hanya mengurangi emisi karbon tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," tutup Gubernur Khofifah.
Komentar (0)