07, 2026
Nasional

Laga Perpisahan Messi Berakhir Manis, Argentina Menang 3-0 atas Benin

Laga perpisahan Lionel Messi bersama Argentina berakhir manis. La Albiceleste menang 3-0 atas Benin dalam laga persahabatan di Stadion Monumental.]]>

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Laga Perpisahan Messi Berakhir Manis, Argentina Menang 3-0 atas Benin

Timnas Argentina menutup laga perpisahan Lionel Messi dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Benin dalam pertandingan persahabatan yang digelar di Stadion Monumental, Buenos Aires. Pertandingan yang berlangsung pada Selasa malam waktu setempat itu menjadi momen emosional bagi publik sepak bola Argentina, sekaligus penanda berakhirnya satu babak panjang karier internasional sang kapten bersama Albiceleste.

Messi Tampil sejak Menit Awal

Messi diturunkan sebagai starter oleh pelatih Lionel Scaloni. Publik Monumental menyambut namanya dengan gemuruh yang tidak surut sepanjang pertandingan. Sang pemain berusia 36 tahun itu mengenakan ban kapten dan memimpin lini serang Argentina sejak menit pertama.

Sejak awal laga, Argentina mengambil kendali penuh atas jalannya pertandingan. Penguasaan bola didominasi tuan rumah hingga lebih dari 65 persen pada paruh pertama. Benin, yang bermain dengan formasi bertahan rapat, berusaha meredam tempo dengan menumpuk pemain di area pertahanan mereka.

Gol pembuka lahir pada menit ke-18 melalui aksi individu Messi. Menerima bola di ruang sempit di depan kotak penalti, ia melewati dua pemain bertahan Benin sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang tidak mampu dijangkau kiper lawan. Stadion meledak. Messi berlari ke sudut lapangan dan mencium lambang negaranya di dada kiri jersey.

Argentina Menambah Keunggulan

Setelah gol tersebut, Argentina tidak mengendurkan tekanan. Julian Alvarez menggandakan keunggulan pada menit ke-34. Menerima umpan terobosan dari Enzo Fernandez, Alvarez menuntaskan peluang dengan tembakan mendatar ke tiang jauh. Skor berubah menjadi 2-0 dan bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Scaloni melakukan sejumlah rotasi. Messi tetap berada di lapangan hingga menit ke-75, sebelum akhirnya ditarik keluar dan digantikan oleh Thiago Almada. Momen pergantian pemain itu disertai tepuk tangan berdiri dari seluruh penonton yang memadati stadion berkapasitas lebih dari 80 ribu orang tersebut.

Gol ketiga Argentina tercipta pada menit ke-67 lewat sundulan Nicolas Otamendi, memanfaatkan sepak pojok dari Alexis Mac Allister. Otamendi, yang merupakan rekan setim lama Messi di tim nasional, merayakan gol dengan menunjuk ke arah sang kapten di pinggir lapangan.

Statistik Pertandingan

Secara statistik, Argentina mendominasi hampir seluruh aspek pertandingan. Tercatat 18 tembakan dilepaskan tuan rumah, dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Benin hanya mampu menghasilkan tiga percobaan sepanjang 90 menit dan tidak satu pun menemui sasaran.

Akurasi umpan Argentina mencapai 89 persen, jauh di atas Benin yang berada di kisaran 71 persen. Argentina juga menciptakan sembilan peluang besar, sedangkan Benin nol. Meski demikian, pelatih Benin, Gernot Rohr, menyebut pertandingan ini sebagai pengalaman berharga bagi skuadnya menghadapi tim peringkat teratas dunia.

Pesan Perpisahan Messi

Usai pertandingan, Messi menyampaikan pesan singkat kepada publik Argentina. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diterimanya selama lebih dari satu dekade membela tim nasional. Messi menyebut dirinya telah melalui masa-masa sulit, termasuk kekalahan di final dan kritik keras, sebelum akhirnya meraih gelar juara dunia pada 2022 di Qatar.

"Saya tidak pernah membayangkan bisa merasakan semua ini. Terima kasih untuk setiap momen, setiap pelukan, setiap dukungan," kata Messi dalam wawancara di lapangan seusai laga.

Pelatih Scaloni menyatakan bahwa pertandingan melawan Benin dirancang khusus sebagai penghormatan bagi Messi. Menurutnya, keputusan itu diambil setelah diskusi panjang dengan Federasi Sepak Bola Argentina dan pihak keluarga pemain.

Warisan dan Dampak

Laga ini menandai berakhirnya karier Messi bersama tim nasional Argentina yang dimulai pada 2005. Selama periode tersebut, ia mencatatkan lebih dari 180 penampilan dan menjadi pemain dengan jumlah caps terbanyak dalam sejarah Albiceleste. Messi juga merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional Argentina.

Prestasi utamanya termasuk gelar Copa America 2021, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024. Ia juga meraih penghargaan Ballon d'Or sebanyak delapan kali, sebuah rekor yang belum terpecahkan hingga saat ini.

Pertandingan perpisahan ini juga menjadi ajang regenerasi bagi Argentina. Sejumlah pemain muda seperti Alejandro Garnacho dan Valentin Carboni mendapat kesempatan tampil di babak kedua, memberi gambaran tentang arah skuad di masa depan.

Federasi Sepak Bola Argentina menyatakan rencana untuk mengabadikan nomor punggung 10 yang identik dengan Messi, meski keputusan resmi masih akan dibahas lebih lanjut. Sementara itu, suporter yang hadir mengaku rela mengantre berjam-jam demi menyaksikan penampilan terakhir idolanya di tanah Argentina.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter