30, 2026
Nasional

Legenda Thailand Sebut Indonesia Sangat Pantas Menjadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

Hesti Nasution
Hesti Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Legenda Thailand Dukung Indonesia sebagai Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

Legenda sepak bola Thailand, Kiatisuk Senamuang, menilai Indonesia sangat pantas menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, infrastruktur stadion, antusiasme suporter, dan pengalaman Indonesia dalam menggelar turnamen internasional menjadi faktor utama yang membuat negara ini layak dipercaya sebagai penyelenggara.

Pernyataan tersebut disampaikan Kiatisuk di sela-sela diskusi sepak bola kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi tuan rumah, terutama setelah sukses menggelar Piala Dunia U-17 2023 dan berbagai laga internasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Infrastruktur dan Dukungan Suporter Jadi Pertimbangan Utama

Kiatisuk, yang dikenal dengan julukan "Zico Thailand", menegaskan bahwa faktor infrastruktur menjadi alasan paling logis. Indonesia memiliki sejumlah stadion berstandar FIFA, seperti Gelora Bung Karno, Jakarta International Stadium, dan Stadion Manahan Solo. Fasilitas latihan, akomodasi tim, serta akses transportasi antar-kota dinilai memadai untuk menggelar turnamen berskala regional.

Selain itu, ia menyoroti besarnya basis penggemar sepak bola di Indonesia. Menurutnya, kehadiran penonton dalam jumlah besar di setiap pertandingan akan memberikan atmosfer berbeda bagi turnamen. Hal ini diyakini mampu meningkatkan nilai jual FIFA ASEAN Cup 2026 di mata sponsor dan penyiar internasional.

"Indonesia punya segalanya. Stadion besar, suporter fanatik, dan pengalaman menjadi tuan rumah. Saya tidak ragu mereka bisa sukses," ujar Kiatisuk.

Pengalaman Indonesia di Turnamen Internasional

Indonesia tercatat beberapa kali dipercaya sebagai tuan rumah ajang sepak bola internasional. Pada 2023, Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 yang digelar di Jakarta, Solo, Bandung, dan Surabaya. Meski sempat menghadapi dinamika politik jelang turnamen, pelaksanaan berjalan lancar dan mendapat apresiasi dari FIFA.

Sebelumnya, Indonesia juga menjadi tuan rumah Piala AFF 2004, 2008, 2016, dan 2020 yang digelar dengan format bubble. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menangani logistik, keamanan, dan protokol kesehatan jika turnamen digelar setelah pandemi.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut baik dukungan yang datang dari legenda sepak bola Thailand. Menurutnya, dukungan dari tokoh regional akan memperkuat posisi Indonesia dalam proses bidding tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026.

Kompetisi dan Format FIFA ASEAN Cup 2026

FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan rebranding dari Piala AFF yang akan digelar dengan format baru. Turnamen ini diikuti 12 negara Asia Tenggara dan akan menggunakan sistem grup serta babak gugur. Sejumlah negara menyatakan minat menjadi tuan rumah, termasuk Vietnam, Malaysia, dan Thailand. Namun, Indonesia dianggap memiliki keunggulan dari sisi kapasitas stadion dan jumlah penonton.

Kiatisuk menambahkan bahwa tuan rumah yang tepat akan membantu meningkatkan kualitas kompetisi. Ia berharap keputusan nanti tidak hanya mempertimbangkan aspek politik, tetapi juga kesiapan teknis dan dampak jangka panjang bagi sepak bola Asia Tenggara.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski mendapat dukungan, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah kesiapan infrastruktur pendukung seperti jalan akses, transportasi massal, dan kualitas rumput stadion. PSSI menyatakan terus melakukan pembenahan, termasuk renovasi sejumlah stadion yang akan digunakan.

Selain itu, faktor keamanan dan kenyamanan tim tamu menjadi perhatian. Indonesia perlu memastikan tidak ada insiden yang merugikan citra sepak bola nasional. Pengalaman buruk pada beberapa laga kandang di masa lalu menjadi pelajaran penting agar turnamen berjalan tanpa kendala.

Dukungan dari Kiatisuk Senamuang menjadi sinyal positif bagi Indonesia. Jika terpilih, FIFA ASEAN Cup 2026 bisa menjadi panggung bagi generasi emas sepak bola Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan sepak bola Asia Tenggara.

Peta Persaingan Tuan Rumah

Hingga kini, belum ada keputusan resmi dari federasi. Proses bidding diperkirakan berlangsung ketat. Vietnam menawarkan stadion modern di Hanoi dan Ho Chi Minh City. Malaysia mengandalkan Bukit Jalil National Stadium. Thailand memiliki keunggulan pengalaman dan fasilitas lengkap, sementara Indonesia unggul dalam jumlah penonton dan skala turnamen.

Pengumuman tuan rumah dijadwalkan pada pertemuan federasi sepak bola Asia Tenggara mendatang. Jika Indonesia terpilih, ini akan menjadi kali pertama FIFA ASEAN Cup digelar di Indonesia dengan format baru dan branding FIFA.

Dukungan dari Kiatisuk menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya sekadar peserta, tetapi juga kandidat kuat tuan rumah. Semua mata kini tertuju pada keputusan federasi yang akan menentukan arah turnamen sepak bola paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Nasution

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter