30, 2026
Nasional

Lima Bandara Ditutup Sementara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/04/30/69f2784010f50-ilustrasi-bandara_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Lima Bandara Ditutup Sementara Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Rabu (25/10) malam mengakibatkan lima bandara di wilayah Lampung dan Banten ditutup sementara. Penutupan ini dilakukan untuk mengantisipasi dampab debu vulkanis yang dapat mengganggu operasional penerbangan dan keselamatan para penumpang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengatakan bahwa debu vulkanis dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah mencapai ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Debu ini tersebar hingga ke wilayah udara sekitar bandara-bandara yang ada di Lampung dan Banten.

Bandara yang Ditutup

Menurut informasi dari PT Angkasa Pura II yang mengelola bandara di wilayah tersebut, lima bandara telah ditutup sementara sejak Kamis (26/10) dini hari. Bandara-bandara tersebut adalah:

  1. Bandara Internasional Raden Intan Lampung
  2. Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten
  3. Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung
  4. Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pandan, Bangka Belitung
  5. Bandara Silampari, Bandar Lampung

"Kami telah memutuskan untuk menutup sementara kelima bandara tersebut setelah mendapat laporan dari BMKG tentang adanya aktivitas vulkanis dari Gunung Anak Krakatau yang cukup signifikan," ujar Juru Bicara PT Angkasa Pura II, Yuddy Permana, dalam keterangannya, Kamis (26/10).

Respon Pihak Bandara

Pihak manajemen bandara telah segera mengambil langkah-langkah preventif untuk mengatasi situasi ini. Langkah-langkah yang dilakukan antara lain memberikan informasi kepada para penumpang tentang penundaan atau pembatalan penerbangan, serta menyediakan fasilitas penjemputan bagi penumpang yang sudah check-in.

"Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Keselamatan dan kenyamanan penumpang adalah prioritas utama kami. Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan akan segera membuka kembali bandara seumur hidup kondisi udara memungkinkan," tambah Yuddy.

Dampak bagi Penumpang

Penutupan bandara ini tentu saja memberikan dampak signifikan bagi para penumpang yang rencananya akan terbang maupun tiba di bandara-bandara tersebut. Ratusan penumpang terpaksa menunda atau membatalkan rencana perjalanan mereka.

Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Gempa Bumi (PVMBG), Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau kali ini terdeteksi sejak pukul 21.15 WIB dengan ketinggian kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak gunung. "Erupsi ini berlangsung selama 2 menit 12 detik dan diimbangi oleh gempa vulkanik yang terus berlangsung," ujar Hendra.

Upaya Mitigasi Bencana

Pihak berwenang telah meningkatkan status Gunung Anak Krakatau menjadi Level III (Waspada) sejak Oktober 2023 lalu. Meskipun demikian, erupsi yang terjadi pada Rabu malam ini dianggap lebih intensif dari biasanya.

BNPB telah mengerahkan tim untuk memantau perkembangan situasi di sekitar Gunung Anak Krakatau. Tim ini akan terus melakukan pengamatan aktivitas gunung berapi dan memberikan informasi update kepada masyarakat.

"Kami meminta masyarakat, terutama para wisatawan, untuk tidak mendekati area zona bahaya sejauh 3 kilometer dari puncak Gunung Anak Krakatau. Selain itu, kami juga meminta warga di sekitar wilayah tersebut untuk menggunakan masker saat keluar ruangan untuk menghindari dampak debu vulkanis," tambah Abdul Muhari.

Rencana Normalisasi Operasional

PT Angkasa Pura II menyatakan bahwa mereka akan terus memantau kondisi udara di sekitar bandara. Jika kualitas udara membaik dan tidak lagi terdeteksi adanya debu vulkanis, maka bandara akan segera dibuka kembali untuk operasional penerbangan.

"Kami akan melakukan koordinasi dengan BMKG dan PVMBG untuk mengetahui kapan kondisi udara memungkinkan bagi pesawat untuk lepas landas dan mendarat dengan aman," pungkas Yuddy Permana.

Dengan adanya penutupan ini, para penumpang diimbau untuk selalu memeriksa informasi terbaru melalui website resmi atau media sosial masing-masing bandara sebelum berangkat ke bandara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter