Long March Hari Keadilan Ekologis 2026 Akan Digelar di Depan Gedung DPR
Aksi Long March Hari Keadilan Ekologis tahun 2026 akan diselenggarakan di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Aksi ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh koalisi organisasi lingkungan dan masyarakat sipil untuk menuntut keadilan dalam penanganan isu-isu ekologis yang semakin mendesak di Indonesia.
Koordinator aksi, Ahmad Rifai, mengatakan bahwa Long March ini merupakan upaya untuk menyoroti isu-isu krusial terkait degradasi lingkungan, perubahan iklim, dan keadilan sosial terhadap masyarakat yang paling terdampak. "Kami ingin mengangkat isu-isu yang sering diabaikan oleh para pembuat kebijakan. Keadilan ekologis bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga tentang keadilan sosial dan ekonomi bagi masyarakat yang hidupnya bergantung pada alam," ujar Rifai dalam konferensi pers yang diadakan sebelum aksi.
Latar Belakang dan Tujuan Aksi
Aksi Long March ini diselenggarakan dalam rangkaian momentum Hari Keadilan Ekologis global yang diperingati setiap 26 Juli. Momentum ini dipilih karena menandai peringatan konferensi internasional terkait iklim yang gagal menghasilkan keputusan bersama untuk menangani krisis iklim secara memadai.
Koalisi yang terdiri dari lebih dari 50 organisasi lingkungan dan masyarakat sipil ini menyoroti tiga isu utama: perlindungan hutan dan lahan, transisi energi yang adil, serta perlindungan hak-hak masyarakat adat dan petani. Menurut data yang dirilis oleh koalisi, lahan hutan Indonesia terus mengalami degradasi dengan tingkat deforestasi yang masih tinggi, sementara transisi energi yang dilakukan cenderung mengabaikan hak-hak masyarakat lokal.
"Kita melihat bahwa kebijakan-kebijakan yang dibuat seringkali tidak memperhatikan dampak bagi masyarakat marginal. Misalnya, program pengembangan energi terbarukan yang tidak melibatkan partisipasi masyarakat lokal, atau proyek-proyek infrastruktur yang merusak habitat dan mengancam mata pencaharian masyarakat adat," jelas Siti Nurhaliza, seorang aktivis dari Koalisi Keadilan Iklim.
Rute dan Agenda Aksi
Long March akan dimulai dari Taman Monas Jakarta pukul 08.00 WIB dan berakhir di depan Gedung DPR/MPR RI sekitar pukul 12.00 WIB. Rute aksi dirancang melalui jalan-jalan utama ibu kota untuk memaksimalkan visibilitas aksi kepada masyarakat luas. Selama berjalan, peserta akan membawa spanduk dan poster dengan pesan-pesan tentang keadilan ekologis.
Selain aksi jalan kaki, rencananya akan diselenggarakan sejumlah aktivitas pendukung di sekitar Gedung DPR. Di antaranya adalah pameran foto tentang dampak perubahan iklim di berbagai daerah di Indonesia, sesi tanya jawab dengan para ahli lingkungan, serta penandatanganan petisi yang akan diserahkan langsung kepada anggota DPR.
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, sebelumnya telah menyatakan akan menerima delegasi dari koalisi tersebut. "Kami mengapresiasi upaya koalisi ini untuk menyampaikan aspirasi secara terstruktur. DPR akan menindaklanjuti masukan-masukan yang disampaikan, terutama yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan dan keadilan sosial," ujar Bambang dalam keterangannya.
Reaksi dan Persiapan Keamanan
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah mempersiapkan langkah-langkah keamanan untuk memastikan aksi berjalan aman dan tertib. Kepala Divisi Humas Polri, Inspector General Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan bahwa pihaknya akan menyiapkan sebanyak 1.000 personel untuk mengamankan jalur aksi dan sekitar Gedung DPR.
Ancaman hujan deras yang menjadi ciri khas musim penghujan di Jakarta pada Juli tidak menyurutkan semangat para peserta. Para panitia telah menyiapkan persiapan antisipasi, termasuk tenda-tenda darurat dan peralatan pelindung diri.
Dengan semakin mendekatnya tanggal pelaksanaan, antusiasme masyarakat untuk bergabung dalam Long March Hari Keadilan Ekologis terus meningkat. Pendaftaran peserta terus dibuka melalui platform daring dan di beberapa lokkoasi di Jakarta. Koalisi mengharapkan aksi ini mampu menjadi momentum perubahan dalam penanganan isu-isu ekologis di Indonesia.
Komentar (0)