30, 2026
Olahraga

Luciano Leandro Bicara Chemistry Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Masih Berkembang karena Waktu Bersama Terbatas

Dian Gunawan
Dian Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pelatih Timnas Indonesia, Luciano Leandro, mengungkapkan bahwa chemistry atau kerekatan antar pemain dalam skuadnya masih berada dalam tahap berkembang menjelang bergulirnya FIFA ASEAN Cup 2026. Menurutnya, keterbatasan waktu kebersamaan menjadi faktor utama yang membuat proses pembentukan pemahaman antar pemain belum mencapai titik optimal.

Waktu Persiapan Singkat Jadi Kendala Utama

Luciano Leandro menjelaskan bahwa tim pelatih telah berupaya maksimal memanfaatkan setiap sesi latihan yang tersedia. Namun, ia mengakui bahwa membangun hubungan antar pemain tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, terutama dengan komposisi skuad yang menggabungkan pemain senior dan pemain muda dari berbagai klub berbeda.

"Chemistry ini bukan sesuatu yang bisa dibeli atau dipaksakan dalam beberapa hari. Kami butuh waktu, dan waktu itulah yang saat ini masih terbatas," ujar Luciano dalam sesi konferensi pers.

Ia menyebut bahwa para pemain telah menunjukkan kemauan besar untuk saling memahami satu sama lain, baik di dalam maupun di luar lapangan. Berbagai aktivitas bersama di luar sesi latihan formal disebut turut membantu mempercepat proses adaptasi, meski hasilnya belum sepenuhnya terlihat dalam waktu dekat.

Komposisi Skuad yang Beragam

Timnas Indonesia saat ini dihuni oleh pemain-pemain yang berlaga di berbagai kompetisi, baik domestik maupun internasional, termasuk sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri. Perbedaan gaya bermain, budaya, dan kebiasaan di klub masing-masing menjadi tantangan tersendiri bagi Luciano untuk menyatukan visi permainan.

Menurut pelatih asal Brasil tersebut, para pemain yang baru bergabung dengan skuad nasional membutuhkan waktu untuk memahami pola permainan yang ia terapkan. Hal ini berlaku pula bagi pemain yang sudah lama memperkuat timnas, karena mereka juga harus beradaptasi dengan rekan-rekan baru.

"Setiap pemain punya karakter berbeda. Tugas saya adalah menyatukan itu semua menjadi satu kekuatan. Ini proses yang butuh kesabaran, dan saya melihat perkembangan dari hari ke hari," jelasnya.

Fokus pada Proses, Bukan Hasil Instan

Luciano menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terburu-buru menuntut hasil instan dari skuadnya. Ia lebih memilih fokus pada pembangunan fondasi permainan yang solid, termasuk pemahaman taktik dan komunikasi antar lini.

Ia menyebut bahwa dalam beberapa laga uji coba terakhir, timnya sudah menunjukkan tanda-tanda kemajuan, khususnya dalam hal transisi bertahan ke menyerang. Meski demikian, ia menilai masih banyak aspek yang perlu diperbaiki, terutama konsistensi selama 90 menit pertandingan.

"Kami tidak bisa hanya bagus di satu babak. Sepak bola modern menuntut konsistensi penuh. Itu yang terus kami latih," kata Luciano.

Peran Pemain Senior Sebagai Perekat

Dalam proses pembentukan chemistry, Luciano mengandalkan peran pemain-pemain senior sebagai jembatan antara pelatih dan pemain muda. Menurutnya, kehadiran figur berpengalaman di dalam skuad sangat membantu mempercepat adaptasi pemain baru.

Ia menyebut beberapa nama pemain senior yang dianggapnya mampu menjadi pemimpin di ruang ganti maupun di lapangan. Mereka diharapkan tidak hanya tampil baik secara individu, tetapi juga mampu mengangkat performa rekan-rekannya.

"Pemain senior punya tanggung jawab lebih. Mereka harus jadi contoh, baik dalam latihan maupun dalam pertandingan," ujarnya.

Tantangan di FIFA ASEAN Cup 2026

FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi ajang pembuktian bagi Timnas Indonesia di kancah regional. Turnamen ini disebut-sebut akan diikuti oleh tim-tim kuat Asia Tenggara dengan persiapan yang juga tidak kalah matang.

Luciano menyadari bahwa lawan-lawan yang akan dihadapi memiliki keunggulan dalam hal waktu persiapan dan stabilitas skuad. Namun, ia menegaskan bahwa timnya tidak akan mundur dan akan berusaha tampil maksimal di setiap pertandingan.

"Kami hormati semua lawan, tetapi kami juga punya target. Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia bisa bersaing di level tertinggi Asia Tenggara," tegasnya.

Harapan kepada Suporter

Luciano juga menyampaikan harapannya kepada para suporter Timnas Indonesia agar terus memberikan dukungan, terutama ketika tim menghadapi masa-masa sulit. Menurutnya, dukungan suporter menjadi energi tambahan bagi para pemain di lapangan.

Ia mengingatkan bahwa pembangunan tim yang kuat membutuhkan waktu dan proses. Dukungan yang konsisten, kata dia, akan sangat membantu para pemain tampil dengan percaya diri.

"Kami butuh suporter di belakang kami, bukan hanya saat menang, tetapi juga saat kami berjuang. Bersama-sama, kami bisa mencapai sesuatu yang lebih besar," pungkas Luciano.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dian Gunawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter