30, 2026
Ekonomi

Man City Kehilangan Trofi? Ini Beberapa Klub yang Pernah Dicabut Gelarnya

Manchester City berpotensi kehilangan sejumlah gelar jika nantinya dijatuhi sanksi pencabutan trofi akibat pelanggaran aturan finansial Premier League.]]>

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Man City Kehilangan Trofi? Ini Beberapa Klub yang Pernah Dicabut Gelarnya

Man City Kehilangan Trofi? Ini Beberapa Klub yang Pernah Dicabut Gelarnya

Isu pencabutan gelar kembali mencuat ke permukaan menyusul perkembangan kasus pelanggaran aturan keuangan yang membelit Manchester City. Klub berjuluk The Citizens itu menghadapi ratusan dakwaan terkait dugaan pelanggaran regulasi finansial Liga Primer Inggris selama bertahun-tahun. Salah satu konsekuensi yang mungkin dijatuhkan adalah pencabutan trofi yang telah diraih, sebuah hukuman yang jarang terjadi namun bukan tanpa preseden dalam sejarah sepak bola dunia.

Pencabutan gelar merupakan sanksi paling berat dalam dunia olahraga karena tidak hanya menghapus pencapaian di lapangan, tetapi juga mencoret sejarah yang telah tercatat. Sepanjang sejarah kompetisi sepak bola, sejumlah klub dari berbagai belahan dunia pernah mengalami nasib serupa karena terbukti melanggar aturan, terlibat pengaturan skor, atau melakukan kecurangan administratif.

Juventus dan Skandal Calciopoli

Kasus paling terkenal terjadi di Italia pada 2006. Juventus, salah satu klub tersukses di Serie A, harus menerima kenyataan pahit ketika dua gelar liga mereka musim 2004-2005 dan 2005-2006 dicabut akibat skandal Calciopoli. Investigasi mengungkap adanya upaya memengaruhi penunjukan wasit dalam sejumlah pertandingan penting.

Hukuman tersebut tidak berhenti pada pencabutan gelar. Juventus juga diturunkan ke Serie B dengan pengurangan poin pada musim berikutnya. Gelar musim 2004-2005 secara resmi tidak diberikan kepada klub mana pun, sementara gelar musim 2005-2006 diserahkan kepada Inter Milan. Skandal ini mengguncang fondasi sepak bola Italia dan menjadi salah satu momen paling kelam dalam sejarah kompetisi domestik negara itu.

Marseille dan Tragedi Liga Prancis 1993

Di Prancis, Olympique de Marseille menjadi klub pertama yang kehilangan gelar liga domestik akibat skandal suap. Pada 1993, Marseille yang saat itu merupakan klub terkuat di Prancis dan baru saja menjuarai Liga Champions, terbukti menyuap pemain Valenciennes agar tidak tampil maksimal dalam pertandingan liga demi mengamankan gelar juara.

Otoritas sepak bola Prancis mencabut gelar liga Marseille musim 1992-1993. Klub tersebut juga diturunkan ke divisi kedua dan dilarang tampil di kompetisi Eropa pada musim berikutnya. Presiden klub saat itu, Bernard Tapie, dijatuhi hukuman penjara. Kasus ini menjadi pukulan telak bagi sepak bola Prancis dan mengubah lanskap kompetisi domestik secara signifikan.

Klub-Klub Lain yang Bernasib Serupa

Di Turki, Fenerbahce pernah dicabut gelarnya dan dikenai sanksi terkait skandal pengaturan skor pada 2011. Beberapa gelar liga klub tersebut dianulir, meski proses hukumnya berlangsung berlarut-larut dan penuh kontroversi. Sementara di Amerika Latin, sejumlah klub di Argentina dan Brasil juga pernah mengalami pencabutan gelar akibat pelanggaran administratif dan kecurangan dalam kompetisi domestik.

Di tingkat internasional, kasus pencabutan trofi juga pernah menimpa klub-klub Eropa yang terlibat dalam skandal manipulasi pertandingan di kompetisi antarklub. UEFA sebagai otoritas tertinggi sepak bola Eropa memiliki kewenangan untuk mencabut gelar jika ditemukan bukti pelanggaran berat.

Implikasi bagi Manchester City

Jika Manchester City terbukti bersalah atas dakwaan yang dihadapi, klub tersebut berpotensi menghadapi sanksi berat, termasuk pencabutan beberapa gelar Liga Primer yang diraih dalam satu dekade terakhir. Sejumlah pihak menilai pencabutan gelar akan menjadi preseden penting bagi penegakan aturan keuangan di sepak bola modern.

Namun proses hukum yang berlangsung kompleks membuat hasil akhirnya masih belum pasti. Pengacara klub dan pihak penyelenggara kompetisi akan beradu argumen dalam panel independen. Apapun keputusannya, kasus ini diprediksi akan menjadi salah satu momen paling menentukan dalam sejarah sepak bola Inggris dan bisa mengubah cara klub-klub besar mengelola keuangan mereka di masa depan.

Sejarah menunjukkan bahwa pencabutan gelar selalu meninggalkan bekas mendalam bagi klub, penggemar, dan kompetisi secara keseluruhan. Trofi yang hilang bukan sekadar benda fisik, melainkan simbol kerja keras dan identitas sebuah klub.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter