20, 2026
Olahraga

Mantan Pemain Timnas Prancis Tak Jagokan Mbappe Menangi Ballon d'Or

Kylian Mbappe tak dijagokan memenangi penghargaan Ballon d'Or. Mantan pemain Timnas Prancis, Bixente Lizarazu, yang mengungkap itu.]]>

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mantan Pemain Timnas Prancis Tak Jagokan Mbappe Menangi Ballon d'Or

Seorang mantan pemain Timnas Prancis menilai Kylian Mbappe belum berada di posisi terdepan untuk memenangi Ballon d'Or. Pandangan tersebut mencuat di tengah perdebatan mengenai siapa pesepak bola yang paling layak menyandang status pemain terbaik dunia, ketika nama Mbappe tetap menjadi salah satu kandidat yang paling sering disebut.

Dalam penilaiannya, sang mantan pemain nasional Prancis tidak menempatkan penyerang Real Madrid itu sebagai favorit utama. Ia menilai gelar individu paling bergengsi dalam dunia sepak bola tersebut lebih ditentukan oleh kombinasi trofi kolektif, konsistensi performa sepanjang musim, dan kemampuan tampil menentukan pada laga-laga besar. Menurutnya, tiga faktor itu belum sepenuhnya berpihak kepada Mbappe pada periode penilaian terkini.

Trofi Kolektif Jadi Penentu

Argumen utama yang diajukan adalah bahwa Ballon d'Or dalam beberapa edisi terakhir hampir selalu jatuh ke tangan pemain yang meraih gelar bergengsi di level klub maupun tim nasional. Pemain yang menonjol secara individual tetapi gagal mempersembahkan trofi besar dinilai kerap kehilangan daya tawar dalam pemungutan suara yang melibatkan jurnalis, kapten tim nasional, dan pelatih dari berbagai negara.

Karena itu, menurutnya, peluang Mbappe sangat bergantung pada sejauh mana Real Madrid mampu melaju di Liga Champions dan sejauh mana Timnas Prancis tampil di turnamen internasional. Tanpa capaian kolektif tersebut, torehan gol yang melimpah dinilai belum cukup untuk mengunci posisi teratas dalam perburuan gelar individu.

Persaingan Makin Ketat

Selain faktor trofi, mantan pemain yang memperkuat Timnas Prancis pada era sebelumnya itu menyoroti ketatnya persaingan di antara para kandidat. Nama-nama seperti Lamine Yamal, Vinicius Junior, Jude Bellingham, hingga Erling Haaland dinilai memiliki modal yang tidak kalah kuat, baik dari sisi statistik maupun pencapaian bersama klub masing-masing.

Ia menilai lini serang Real Madrid sendiri menjadi medan persaingan yang tidak sederhana. Mbappe harus berbagi ruang dan peran dengan pemain-pemain yang juga memiliki ambisi besar untuk menonjol. Situasi itu, menurut pandangannya, bisa membuat kontribusi individu Mbappe tidak selalu terbaca sejelas ketika ia masih menjadi pusat permainan di klub sebelumnya.

Faktor adaptasi juga disebut sebagai variabel penting. Perpindahan ke klub dengan ekspektasi setinggi Real Madrid menuntut penyesuaian taktik, peran, dan tekanan publik yang berbeda. Meski secara statistik tetap produktif, ia menilai penampilan Mbappe belum selalu mencerminkan dominasi yang biasa ditampilkan pada masa-masa terbaiknya.

Rekam Jejak Pemain Prancis

Dalam konteks sejarah, mantan pemain tersebut mengingatkan bahwa pemain Prancis memang kerap berada di lingkaran kandidat Ballon d'Or. Sejumlah nama besar dari generasi sebelumnya pernah menempati posisi puncak, sementara pemain lain harus puas berada di jajaran teratas tanpa pernah meraihnya. Pengalaman itu, menurutnya, menunjukkan bahwa bakat luar biasa saja tidak cukup tanpa momentum yang tepat.

Ia juga menyoroti bahwa penghargaan individu kini semakin dipengaruhi oleh narasi musim secara keseluruhan. Pemain yang mampu menjadi penentu pada momen-momen krusial, terutama di fase gugur kompetisi Eropa dan turnamen internasional, cenderung lebih mudah meyakinkan para pemilih dibandingkan pemain yang hanya unggul dalam jumlah gol.

Peluang Masih Terbuka

Meski tidak menjagokan Mbappe, mantan pemain nasional Prancis itu tidak menutup kemungkinan sang pemain membalik keadaan. Ia menilai usia Mbappe masih berada pada fase terbaik seorang pesepak bola, sehingga peluang untuk meraih Ballon d'Or tetap terbuka lebar dalam beberapa tahun ke depan.

Menurutnya, kunci bagi Mbappe adalah kemampuan mempertahankan konsistensi pada paruh kedua musim, ketika pertandingan besar berlangsung beruntun. Penampilan pada laga-laga tersebut, ditambah kontribusi bagi Timnas Prancis, dinilai akan menjadi penentu utama dalam perhitungan akhir.

Ia juga mengingatkan bahwa posisi favorit dalam perburuan Ballon d'Or bersifat cair. Cedera, perubahan performa tim, dan dinamika kompetisi dapat mengubah peta persaingan dalam hitungan pekan. Karena itu, ia menilai terlalu dini menetapkan siapa pemenang sebelum musim berjalan sepenuhnya.

Pandangan tersebut menambah panjang daftar komentar dari kalangan mantan pemain Prancis mengenai persaingan gelar individu. Perdebatan mengenai kelayakan Mbappe diprediksi akan terus berlangsung hingga malam pengumuman pemenang, terutama jika performa Real Madrid dan Timnas Prancis mengalami pasang surut sepanjang musim.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter