30, 2026
Nasional

Mantan Pj Bupati Bekasi Dani Ramdhan Diperiksa KPK Terkait Kasus Ade Kuswara

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mantan Pj Bupati Bekasi Dani Ramdhan Diperiksa KPK Terkait Kasus Ade Kuswara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak dalam perkara dugaan korupsi yang menjerat mantan Bupati Bekasi, Ade Kuswara. Kali ini, penyidik lembaga antirasuah memanggil mantan Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdhan, untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Pemeriksaan tersebut berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, dan menjadi bagian dari upaya penyidik melengkapi berkas perkara yang tengah ditangani.

Kedatangan Dani Ramdhan terpantau sejak pagi hari. Ia tiba mengenakan kemeja putih dan langsung menuju ruang pemeriksaan tanpa banyak memberikan pernyataan kepada awak media yang menunggu di lokasi. Dani diketahui pernah menjabat sebagai Pj Bupati Bekasi sebelum jabatan definitif diisi melalui hasil pemilihan kepala daerah. Posisinya sebagai pejabat yang memiliki kewenangan administratif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi membuat keterangannya dinilai penting untuk mengonfirmasi sejumlah dokumen dan kebijakan yang berkaitan dengan perkara.

Posisi Dani Ramdhan dalam Perkara

Dalam perkara ini, nama Dani Ramdhan disebut-sebut terkait dengan sejumlah kebijakan anggaran dan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi pada periode tertentu. Penyidik ingin memastikan sejauh mana keterlibatan pejabat dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara. KPK menegaskan bahwa pemanggilan terhadap Dani merupakan bagian dari kebutuhan pembuktian, bukan berarti yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Juru Bicara KPK menegaskan bahwa status setiap pihak yang diperiksa masih sebatas saksi. Lembaga antirasuah mengingatkan publik agar tidak menarik kesimpulan lebih jauh sebelum proses hukum berjalan tuntas. Menurut KPK, keterangan dari para pejabat yang pernah menduduki posisi strategis di Bekasi akan digunakan untuk memetakan alur kebijakan, termasuk kemungkinan adanya penyimpangan prosedur yang menguntungkan pihak tertentu.

Kronologi Kasus Ade Kuswara

Kasus yang menjerat Ade Kuswara mencuat setelah KPK melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan terhadap dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Ade Kuswara yang menjabat sebagai Bupati Bekasi diduga terlibat dalam pengaturan sejumlah proyek serta penerimaan gratifikasi yang berkaitan dengan jabatannya. Penyidik telah mengantongi sejumlah alat bukti, termasuk dokumen anggaran, catatan transaksi keuangan, serta keterangan dari sejumlah saksi yang sebelumnya diperiksa.

Dalam proses penyidikan, KPK juga telah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi, termasuk ruang kerja dan kediaman pihak-pihak yang diduga terkait. Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti elektronik dan dokumen yang diyakini dapat memperkuat konstruksi perkara. Penyidik menilai perkara ini memiliki keterkaitan dengan pola pengelolaan keuangan daerah yang tidak sesuai dengan ketentuan, sehingga memerlukan pendalaman dari berbagai sisi.

Respons Pemerintah Daerah dan Publik

Pemerintah Kabupaten Bekasi menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Mereka menegaskan bahwa seluruh aparatur sipil negara di lingkungan pemda tetap menjalankan tugas pelayanan publik seperti biasa. Pihak pemda juga menyatakan siap memberikan data dan informasi yang dibutuhkan penyidik apabila diperlukan untuk kepentingan pembuktian. Dukungan terhadap proses hukum diharapkan dapat menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan daerah.

Pengamat antikorupsi menilai pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat, termasuk mantan Pj Bupati, menjadi indikasi bahwa KPK tidak hanya menyasar aktor utama, tetapi juga menelusuri peran pihak lain yang memiliki kewenangan administratif. Mereka berharap penanganan perkara ini berjalan transparan dan akuntabel agar memberikan efek jera serta mendorong perbaikan sistem pengelolaan anggaran di daerah. Selain itu, publik diminta mengawal perkembangan kasus ini agar tidak berhenti di tengah jalan.

Langkah KPK Selanjutnya

Setelah pemeriksaan Dani Ramdhan, KPK diperkirakan masih akan memanggil sejumlah saksi lain dari unsur pejabat daerah, rekanan proyek, hingga pihak swasta yang diduga menerima manfaat dari kebijakan yang dipersoalkan. Penyidik juga akan melakukan analisis terhadap dokumen keuangan dan laporan hasil pemeriksaan auditor untuk menghitung potensi kerugian negara. Jika ditemukan bukti permulaan yang cukup, KPK tidak menutup kemungkinan menetapkan tersangka baru dalam perkara ini.

KPK menegaskan komitmennya menyelesaikan perkara ini secara profesional dan tanpa intervensi. Masyarakat diimbau tidak menebar spekulasi yang dapat mengganggu proses hukum. Perkembangan kasus akan disampaikan secara berkala melalui jalur resmi lembaga. Penanganan perkara ini menjadi ujian bagi penegakan hukum di daerah, sekaligus pengingat bahwa setiap pejabat yang menyalahgunakan kewenangan dapat dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter