19, 2026
Olahraga

Mathew Baker Blak-blakan tentang Keputusan Membela Timnas Indonesia ketimbang Australia: Bukan Perkara Tentang Memilih

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bek muda Mathew Baker angkat bicara soal keputusan memperkuat Timnas Indonesia, langkah yang sempat menjadi perbincangan di Australia, negara tempat ia lahir dan tumbuh besar. Pemain yang berkiprah di Liga Australia itu menegaskan, pilihannya membela Merah Putih bukanlah bentuk penolakan terhadap Australia, melainkan konsekuensi dari ikatan keluarga yang sejak lama ia pegang.

Dalam sejumlah kesempatan wawancara, Baker menuturkan bahwa keputusan tersebut tidak pernah ia lihat sebagai persoalan memilih satu negara dan meninggalkan negara lain. Baginya, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki tempat di dalam hidupnya. Ia lahir, dibesarkan, dan menempuh karier sepak bola di Australia, sementara garis keturunan Indonesia datang dari keluarganya.

Ikatan Keluarga sebagai Dasar Keputusan

Baker menjelaskan, darah Indonesia yang mengalir dalam keluarganya membuatnya sejak lama terhubung secara emosional dengan Tanah Air. Ia mengaku mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia, termasuk kompetisi domestik dan perjalanan tim nasional di kualifikasi Piala Dunia. Ketertarikan itu, menurutnya, bukan sesuatu yang baru muncul ketika ada tawaran membela tim nasional.

Ia menyebut keluarganya berperan besar dalam keputusan tersebut. Dukungan penuh dari orang-orang terdekat membuatnya mantap menjalani proses panjang, mulai dari kelengkapan dokumen, naturalisasi, hingga akhirnya resmi mengenakan seragam Timnas Indonesia.

Menurut Baker, kesempatan membela negara leluhurnya adalah hal yang tidak bisa dibandingkan dengan apa pun. Ia menyebut momen pertama kali bergabung dengan skuad Garuda sebagai pengalaman emosional, terutama karena bisa berbagi kebanggaan itu dengan keluarganya.

Bukan soal menolak Australia

Baker menegaskan, ia tetap menghormati Australia sebagai tempat ia belajar sepak bola. Sistem pembinaan di sana, menurutnya, membentuknya menjadi pemain seperti sekarang. Karena itu, ia menilai narasi yang menyebut keputusannya sebagai bentuk pengkhianatan tidak tepat.

Ia menyebut keputusan membela Timnas Indonesia adalah soal identitas dan peluang, bukan soal mencoret Australia dari hidupnya. Baker menuturkan, setiap pemain yang memiliki latar belakang lebih dari satu negara akan menghadapi pertanyaan serupa, dan jawabannya bergantung pada hubungan pribadi dengan masing-masing negara.

Pemain berposisi bek kiri itu juga menyoroti besarnya perhatian publik Indonesia terhadap tim nasional. Ia mengaku kaget sekaligus terkesan dengan antusiasme suporter, baik di stadion maupun di media sosial. Menurutnya, tekanan dan ekspektasi yang besar justru menjadi motivasi untuk terus berkembang.

Proses Naturalisasi dan Debut

Perjalanan Baker memperkuat Timnas Indonesia melalui tahapan yang tidak singkat. Ia harus melengkapi berkas administrasi, menjalani proses naturalisasi, hingga mendapatkan pengesahan resmi sebelum bisa didaftarkan dalam pertandingan internasional. Proses itu ia jalani sambil tetap menjaga performa bersama klubnya.

Setelah resmi menjadi bagian skuad, Baker masuk dalam rencana pelatih untuk memperkuat lini pertahanan, khususnya di sektor kiri. Kehadirannya menambah opsi di posisi yang selama ini menjadi salah satu titik yang kerap disorot dalam skema permainan Timnas Indonesia.

Ia mengaku adaptasi berjalan cukup lancar berkat bantuan rekan-rekan setim, termasuk para pemain naturalisasi lain yang lebih dulu bergabung. Bahasa menjadi tantangan awal, tetapi ia menyebut komunikasi di lapangan berjalan baik karena instruksi taktik biasanya disampaikan secara sederhana.

Persaingan di Sektor Pertahanan

Sebagai pemain muda, Baker menyadari posisinya di tim nasional belum otomatis menjadi pilihan utama. Ia menyebut persaingan di lini belakang cukup ketat, dengan sejumlah pemain berpengalaman maupun yang berkiprah di liga Eropa. Menurutnya, kondisi itu sehat bagi tim.

Ia menegaskan tidak ingin menjadikan status naturalisasi sebagai keistimewaan. Baker menilai setiap pemain harus membuktikan kualitasnya melalui performa harian di klub dan sesi latihan bersama tim nasional. Ia menyebut target pribadinya adalah tampil konsisten dan memberi kontribusi nyata, bukan sekadar mengumpulkan menit bermain.

Target Bersama Garuda

Baker menyebut fokusnya saat ini adalah membantu Timnas Indonesia mencapai hasil terbaik di agenda yang sedang berjalan. Ia menilai skuad Garuda memiliki materi pemain yang cukup untuk bersaing, meski masih membutuhkan waktu untuk menyatukan pola permainan.

Ia juga berharap keputusannya bisa menjadi contoh bagi pemain lain yang memiliki garis keturunan Indonesia di luar negeri. Menurutnya, pintu Timnas Indonesia terbuka bagi siapa pun yang serius dan bersedia menjalani proses, termasuk mereka yang tumbuh besar di sistem sepak bola asing.

Soal masa depan, Baker memilih realistis. Ia ingin terus berkembang bersama Melbourne City, menambah pengalaman bertanding, dan menjaga kondisi agar selalu siap ketika dipanggil tim nasional. Ia menegaskan tidak menyesali langkah yang sudah diambil dan menilai keputusan itu sebagai salah satu yang paling bermakna dalam kariernya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa membela Timnas Indonesia adalah pilihan yang lahir dari kesadaran penuh, bukan sekadar peluang karier. Menurutnya, tidak ada pertentangan antara menghormati Australia dan membela Indonesia, karena keduanya merupakan bagian dari perjalanan hidupnya sebagai pemain sepak bola.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter