30, 2026
Teknologi

Menag Nasaruddin Umar Dipilih Sebagai Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Dunia

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/06/05/6a22bfddf104b-menteri-agama-ri-nasaruddin-umar_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Menag Nasaruddin Umar Terpilih sebagai Presiden Pertama Majelis Imam Masjid Dunia

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, terpilih sebagai Presiden pertama Majelis Imam Masjid Dunia atau World Council of Mosque Imams. Pemilihan ini menandai babak baru dalam upaya memperkuat peran imam masjid sebagai pemimpin spiritual yang mampu menjawab tantangan global, sekaligus menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam peta diplomasi keagamaan internasional.

Nasaruddin Umar merupakan sosok yang dikenal luas sebagai ulama sekaligus akademisi. Ia juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara. Kombinasi pengalaman sebagai pemimpin spiritual dan pejabat negara membuatnya dinilai layak memimpin lembaga internasional yang baru dibentuk tersebut. Kepemimpinannya diyakini akan membawa warna khas Islam Indonesia yang moderat, toleran, dan inklusif ke panggung dunia.

Makna Strategis Pemilihan

Pemilihan Nasaruddin Umar sebagai presiden pertama majelis tersebut bukan sekadar prestasi pribadi. Ia mencerminkan pengakuan dunia internasional terhadap model keberagamaan Indonesia yang selama ini dikenal mengedepankan jalan tengah atau wasathiyah. Majelis Imam Masjid Dunia dibentuk untuk menjadi wadah koordinasi para imam masjid dari berbagai negara dalam menghadapi isu-isu kontemporer, mulai dari radikalisme, Islamofobia, hingga krisis kemanusiaan di berbagai belahan dunia.

Dalam berbagai kesempatan, Nasaruddin Umar menekankan bahwa masjid semestinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat dan ruang dialog antaragama. Gagasan ini sejalan dengan visi majelis yang ingin menjadikan masjid sebagai agen perdamaian dunia. Para imam masjid dipandang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat akar rumput sehingga mampu menjadi penjembatan antara ajaran agama dan persoalan nyata yang dihadapi umat.

Dukungan dari Berbagai Negara

Terpilihnya Nasaruddin Umar mendapat dukungan dari sejumlah ulama dan perwakilan masjid dari berbagai negara. Mereka menilai figur Menteri Agama Indonesia tersebut memiliki kapasitas intelektual, jaringan internasional, dan rekam jejak panjang dalam mempromosikan Islam yang ramah dan damai. Indonesia sendiri memiliki populasi muslim terbesar di dunia, sehingga keberadaannya di kursi kepemimpinan majelis dinilai representatif.

Selain aktif di dunia akademik dan pemerintahan, Nasaruddin Umar dikenal sebagai penulis produktif dan pemikir yang kerap menyuarakan pentingnya kesetaraan gender dalam perspektif Islam. Karya-karyanya banyak dirujuk dalam diskusi keislaman kontemporer. Pendekatan yang menggabungkan tradisi keilmuan klasik dengan kesadaran isu modern ini menjadikannya figur yang diterima kalangan luas, baik di dalam maupun luar negeri.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Sebagai presiden pertama, Nasaruddin Umar menghadapi tugas berat membangun fondasi organisasi yang baru lahir. Ia dituntut menyusun struktur, merumuskan agenda kerja, dan merangkul imam masjid dari berbagai mazhab serta latar belakang budaya. Tantangan terbesar adalah menjaga netralitas majelis di tengah dinamika politik global yang kerap memanfaatkan isu agama untuk kepentingan tertentu.

Pengamat hubungan internasional menilai terpilihnya tokoh Indonesia dalam lembaga keagamaan dunia menjadi modal diplomasi lunak bagi Indonesia. Posisi tersebut dapat memperkuat citra Indonesia sebagai negara muslim demokratis yang stabil dan toleran. Selain itu, kepemimpinan ini diharapkan mempermudah kerja sama lintas negara dalam program pemberdayaan masjid, pendidikan imam, dan pencegahan ekstremisme berbasis keagamaan.

Nasaruddin Umar sendiri menegaskan bahwa amanah ini bukan untuk kepentingan golongan tertentu, melainkan untuk memperkuat peran masjid sebagai rumah bersama umat manusia. Ia mengajak para imam masjid di seluruh dunia untuk bersatu dalam menyebarkan pesan perdamaian, keadilan, dan kasih sayang. Menurutnya, masjid harus menjadi tempat yang menenangkan, bukan menakutkan, serta mampu menjawab kegelisahan masyarakat modern akan makna hidup dan spiritualitas.

Dengan terpilihnya Nasaruddin Umar, harapan besar disematkan pada Majelis Imam Masjid Dunia sebagai kekuatan baru dalam diplomasi keagamaan global. Keberhasilan lembaga ini akan sangat bergantung pada kemampuan presiden pertamanya merangkul perbedaan dan mengubah gagasan mulia menjadi aksi nyata di lapangan. Dunia menantikan kontribusi nyata majelis ini bagi perdamaian dan kesejahteraan umat manusia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter