21, 2026
Teknologi

Mengintip Pulau Super Eksklusif yang Hanya Ditinggali Orang Terkaya

Mark Zuckerberg menjadi miliarder terbaru yang membeli rumah di kawasan eksklusif Indian Creek Island di Miami, yang juga dikenal sebagai Bunker Miliarder.]]>

Hendra Hartono
Hendra Hartono Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mengintip Pulau Super Eksklusif yang Hanya Ditinggali Orang Terkaya

Akses masuk dijaga pos keamanan dan gerbang berpalang, daftar penghuninya lebih mirip indeks orang terkaya dunia, dan harga tanah dihitung dengan satuan puluhan juta dolar Amerika Serikat. Di sejumlah perairan, pulau-pulau kecil berubah menjadi enclave super eksklusif yang praktis hanya bisa dihuni kalangan berduit sangat besar. Bukan sekadar kawasan permukiman mewah, pulau-pulau ini beroperasi seperti entitas tersendiri: memiliki jaringan jalan terbatas, layanan keamanan sendiri, bahkan aturan internal yang mengikat penghuninya.

Indian Creek Village, Permukiman Tertutup di Tengah Teluk

Di Biscayne Bay, Florida, Amerika Serikat, terdapat Indian Creek Village, pulau seluas sekitar 300 acre yang dikelilingi air dan hanya terhubung ke daratan melalui satu ruas jalan. Pulau ini menampung sekitar 40 rumah besar, sebuah lapangan golf 18 hole, serta kantor polisi sendiri yang bertugas menjaga perimeter. Jumlah penduduk tetapnya tercatat kurang dari 100 orang.

Karena komposisi penghuninya, kawasan ini dijuluki "Billionaire Bunker". Sejumlah nama besar pernah atau masih tercatat sebagai pemilik properti di sana, mulai dari figur olahraga, pelaku bisnis teknologi, hingga keluarga politikus. Pada 2023, pendiri Amazon Jeff Bezos dilaporkan membeli dua properti di pulau tersebut dengan nilai total yang beredar di pemberitaan mencapai sekitar 147 juta dolar AS. Transaksi semacam itu memperlihatkan pola khas pulau eksklusif: pasokan rumah sangat sedikit, permintaan datang dari lapisan kekayaan paling atas, dan harga bergerak tanpa banyak mengikuti dinamika pasar properti umum.

Fisher Island dan Logika Keterisolasian

Contoh lain adalah Fisher Island di lepas Miami. Pulau seluas sekitar 216 acre ini tidak bisa dicapai dengan kendaraan darat biasa; penghuni dan tamu harus menggunakan feri, kapal, atau helikopter. Keterisolasian itulah yang dijual sebagai produk utama. Kode pos kawasan ini, 33109, berulang kali masuk daftar wilayah dengan pendapatan rumah tangga tertinggi di Amerika Serikat.

Di Fisher Island, fasilitas dikelola seperti resor: lapangan tenis, marina, klub privat, dan unit hunian bertingkat dengan harga yang jauh di atas rata-rata kota di sekitarnya. Model pengelolaannya menyerupai perusahaan yang menjual keanggotaan, bukan sekadar menjual bangunan. Penghuni membayar iuran pengelolaan tahunan yang besar untuk memastikan standar layanan dan privasi tetap terjaga.

Mustique, Pulau Kecil dengan Daftar Pemilik Terbatas

Di Karibia, Mustique di Saint Vincent dan Grenadines dikelola oleh sebuah perusahaan pulau yang mengatur tata kelola lahan, pembangunan vila, dan standar estetika kawasan. Pulau ini memiliki sekitar 100 vila dan tidak menerima penerbangan komersial reguler; pengunjung umumnya harus transit di Barbados atau Saint Vincent sebelum melanjutkan dengan pesawat kecil atau kapal.

Mustique menjadi contoh bagaimana sebuah pulau dapat berfungsi sebagai klub tertutup. Lahan tidak dijual bebas, pembangunan diatur ketat, dan pemilik vila terikat perjanjian yang membatasi segala hal, dari ketinggian bangunan hingga jenis vegetasi. Di antara penghuninya pernah tercatat nama-nama seperti Mick Jagger dan Tommy Hilfiger, sementara salah satu properti bersejarah di pulau itu pernah dikaitkan dengan Putri Margaret dari Inggris.

Pulau yang Dimiliki Satu Orang

Selain permukiman kolektif, ada pula pulau yang praktis dimiliki satu orang. Necker Island di Kepulauan Virgin Britania Raya dibeli Richard Branson pada 1978 dengan harga yang dilaporkan sekitar 180 ribu dolar AS; kini pulau seluas sekitar 74 acre itu menjadi resor privat yang disewakan secara eksklusif. Di Hawaii, pendiri Oracle Larry Ellison membeli hampir seluruh Pulau Lanai pada 2012 dengan nilai transaksi sekitar 300 juta dolar AS. Di Yunani, Pulau Skorpios yang dulu milik keluarga Onassis berpindah tangan pada 2013 ke keluarga pengusaha Rusia, Dmitry Rybolovlev, dengan nilai yang dilaporkan mencapai ratusan juta dolar.

Pola serupa muncul di Fiji dan Polinesia Prancis. Laucala Island dibeli keluarga pendiri Red Bull, Dietrich Mateschitz, pada 2003, sedangkan Tetiaroa pernah menjadi milik aktor Marlon Brando sebelum dikembangkan menjadi resor yang menekankan konservasi. Kepemilikan tunggal memberi kendali penuh atas akses, tetapi juga menanggung seluruh biaya operasional, termasuk pemeliharaan infrastruktur, air bersih, energi, dan penanganan dampak badai.

Privasi sebagai Komoditas dan Risiko yang Menyertainya

Ekonomi pulau eksklusif bertumpu pada kelangkaan. Jumlah pulau kecil yang layak huni terbatas, sementara permintaan dari kelompok ultra-kaya terus tumbuh. Harga sebuah pulau pribadi bervariasi dari beberapa juta hingga ratusan juta dolar AS, belum termasuk biaya pengembangan yang bisa jauh lebih besar. Biaya pemeliharaan tahunan, mulai dari pengelolaan dermaga hingga penyediaan listrik dan desalinasi air, sering kali tidak tampak dalam harga jual.

Ada pula persoalan hukum dan kedaulatan. Status kepemilikan pulau berbeda-beda antarnegara; sebagian dijual sebagai hak milik penuh, sebagian lain hanya berupa hak sewa jangka panjang atau lisensi. Di Indonesia, kepemilikan pulau oleh pihak asing dibatasi dan pengembangan pulau kecil umumnya berjalan melalui skema izin, kerja sama, atau hak guna atas tanah, bukan kepemilikan mutlak atas pulau. Regulasi semacam ini menjadi pertimbangan utama bagi pembeli lintas negara.

Risiko lingkungan juga tak terhindarkan. Pulau kecil sangat rentan terhadap kenaikan muka air laut dan badai tropis. Necker Island, misalnya, dilaporkan mengalami kerusakan berat ketika Badai Irma melanda kawasan Karibia pada 2017. Peristiwa itu menunjukkan bahwa keterisolasian yang menjadi nilai jual sekaligus menjadi titik lemah ketika bencana datang, karena bantuan dan logistik harus didatangkan dari luar.

Meski demikian, permintaan tidak surut. Bagi segelintir orang, pulau bukan lagi tempat berlibur, melainkan ruang hidup permanen yang dirancang untuk menjauh dari keramaian, pengawasan publik, dan lalu lintas. Yang dijual bukan pemandangan, melainkan kendali: atas siapa yang boleh masuk, siapa yang boleh tinggal, dan seberapa jauh dunia luar dapat menjangkau.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Hartono

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter