20, 2026
Teknologi

Harga Tembus 113 Juta! Ini Wujud Laptop AI ASUS ProArt P14 dan P16

Intip penampakan ASUS ProArt P14 dan P16, laptop AI dengan NVIDIA RTX Spark dan RAM hingga 128GB. Resmi hadir di Indonesia, harganya tembus Rp 113 juta.]]>

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Harga Tembus 113 Juta! Ini Wujud Laptop AI ASUS ProArt P14 dan P16

ASUS resmi memperkenalkan dua laptop terbaru dari lini ProArt, yakni ProArt P14 dan ProArt P16, ke pasar Indonesia. Kedua perangkat menyasar kalangan profesional kreatif, seperti desainer grafis, editor video, ilustrator, hingga pengembang konten berbasis kecerdasan artifisial. Harga tertinggi kedua model ini menembus angka Rp113 juta untuk varian paling lengkap, menempatkannya di segmen premium pasar laptop Tanah Air.

Posisi ProArt di Antara Lini Konsumen dan Profesional

ProArt bukan nama baru bagi ASUS. Lini ini sejak lama diposisikan sebagai jajaran produk yang dirancang khusus untuk kebutuhan produksi konten, bukan sekadar perangkat konsumen untuk penggunaan sehari-hari. Kehadiran ProArt P14 dan P16 memperluas cakupan lini tersebut ke segmen laptop yang lebih portabel, tanpa melepas orientasi pada performa tinggi.

Menurut keterangan ASUS, kedua model dikembangkan dengan pendekatan yang menyeimbangkan daya komputasi, kualitas tampilan, dan mobilitas. Pendekatan ini dinilai relevan dengan pola kerja kreatif yang kini menuntut proses pengerjaan dilakukan di berbagai lokasi, tidak lagi terbatas di studio atau ruang kerja tetap.

Spesifikasi yang Ditawarkan

ProArt P16 hadir sebagai model dengan layar lebih besar, yakni panel OLED berukuran 16 inci. Layar tersebut diklaim mampu menampilkan warna yang akurat dengan cakupan ruang warna luas, sehingga sesuai untuk pekerjaan penyuntingan foto dan video yang menuntut presisi warna. Panel OLED juga memberikan rasio kontras tinggi dan waktu respons cepat.

Sementara itu, ProArt P14 membawa panel OLED berukuran 14 inci dengan bobot lebih ringan. Model ini ditujukan bagi pengguna yang memprioritaskan portabilitas namun tetap memerlukan tenaga pemrosesan kelas workstation ringan.

Dari sisi dapur pacu, kedua perangkat menggunakan prosesor AMD Ryzen AI generasi terbaru yang dilengkapi unit pemrosesan saraf atau NPU. Keberadaan NPU menjadi salah satu pembeda utama dibanding laptop konvensional, karena memungkinkan pemrosesan tugas kecerdasan artifisial dilakukan secara lokal tanpa bergantung sepenuhnya pada komputasi awan.

ASUS juga membekali kedua model dengan kartu grafis diskret dari lini NVIDIA GeForce RTX, sehingga mampu menangani proses rendering, kompilasi kode, hingga pelatihan model kecil secara mandiri. Kapasitas memori dan penyimpanan disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi produktivitas berat, termasuk penyuntingan video resolusi tinggi dan pengolahan berkas desain berukuran besar.

Fitur Pendukung untuk Pekerja Kreatif

Selain perangkat keras, ASUS menyertakan sejumlah perangkat lunak pendukung. Salah satunya adalah aplikasi yang memanfaatkan kemampuan AI untuk membantu pengelolaan berkas media, pembuatan storyboard, hingga penyusunan draf konten visual. Fitur-fitur tersebut dirancang agar dapat dijalankan secara luring di perangkat.

Ada pula aplikasi pusat kendali yang memungkinkan pengguna memantau performa sistem, mengatur profil pendinginan, dan menyesuaikan pengaturan layar sesuai kebutuhan aplikasi yang sedang digunakan. Pendekatan ini umum ditemukan pada laptop kelas profesional yang menuntut kestabilan performa dalam durasi kerja panjang.

Kedua perangkat juga disebut telah mendukung standar laptop AI yang digagas Microsoft, sehingga sejumlah fitur berbasis kecerdasan artifisial dapat berjalan langsung di sistem operasi. Dukungan ini menjadi salah satu nilai jual utama di tengah derasnya promosi perangkat AI PC sepanjang tahun ini.

Harga dan Ketersediaan

Varian tertinggi ProArt P16 dibanderol dengan harga Rp113 juta. Angka tersebut menempatkan perangkat ini bersaing langsung dengan laptop kelas workstation dari sejumlah merek global, termasuk lini profesional dari produsen lain yang telah lebih dulu hadir di pasar Indonesia.

ASUS menyatakan bahwa varian yang lebih rendah tersedia dengan harga di bawah angka tersebut, meski perbedaan spesifikasi antarvarian membuat rentang harga cukup lebar. Perangkat dipasarkan melalui saluran distribusi resmi, termasuk toko daring dan gerai mitra ritel di sejumlah kota besar.

Sebagai bagian dari strategi pemasaran, ASUS menyertakan sejumlah program pendukung, seperti layanan purnajual dan akses ke paket perangkat lunak kreatif untuk periode tertentu. Skema ini lazim digunakan produsen untuk memperkuat daya tarik produk di segmen harga tinggi.

Persaingan di Segmen Premium

Langkah ASUS memperkenalkan ProArt P14 dan P16 terjadi di tengah persaingan ketat di segmen laptop premium. Produsen lain juga gencar menghadirkan perangkat dengan label AI PC, dengan penekanan pada kemampuan pemrosesan lokal, efisiensi daya, dan integrasi fitur kecerdasan artifisial ke dalam alur kerja sehari-hari.

Bagi konsumen, pilihan kini semakin beragam, tetapi juga menuntut pertimbangan lebih matang. Harga yang menembus Rp113 juta membuat perangkat seperti ProArt P16 lebih tepat diposisikan sebagai investasi alat kerja bagi profesional dan studio kreatif, ketimbang perangkat untuk penggunaan umum.

Sejauh mana kedua model ini diterima pasar akan bergantung pada kemampuan ASUS meyakinkan calon pembeli bahwa kombinasi layar OLED, prosesor ber-NPU, dan kartu grafis diskret memberikan nilai sepadan dengan biaya yang dikeluarkan. Uji coba langsung di gerai ritel diperkirakan menjadi salah satu faktor penentu keputusan pembelian di segmen ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter