30, 2026
Ekonomi

Mengungkap Mesin Uang Houthi, Modal Gempur Arab Saudi

Kelompok Houthi Yaman mengklaim menyerang situs sensitif di Riyadh dengan rudal dan drone. Pendanaan mereka berasal dari pajak dan bisnis minyak di Yaman.]]>

Budi Gunawan
Budi Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mengungkap Mesin Uang Houthi, Modal Gempur Arab Saudi

Kelompok Houthi di Yaman telah bertransformasi dari milisi lokal bersenjata ringan menjadi kekuatan militer yang mampu melancarkan serangan lintas batas ke Arab Saudi. Di balik kemampuan itu terdapat mesin pendanaan yang kompleks dan berlapis, yang memungkinkan kelompok tersebut membiayai operasi militer, membeli persenjataan, dan mempertahankan kendali atas wilayah yang mereka kuasai.

Dari Milisi Lokal menjadi Kekuatan Regional

Houthi, atau yang menyebut diri mereka Ansar Allah, pertama kali muncul sebagai gerakan keagamaan di Saada, Yaman utara, pada awal 2000-an. Serangkaian perang dengan pemerintah Yaman antara 2004 dan 2010 tidak menghancurkan mereka. Sebaliknya, konflik tersebut memperkuat struktur organisasi dan jaringan dukungan lokal mereka.

Ketika perang saudara Yaman meletus pada 2014 dan Houthi merebut ibu kota Sanaa pada September tahun itu, kelompok ini mendapati diri mereka menguasai lembaga-lembaga negara, termasuk bank sentral, kantor pajak, dan bea cukai. Penguasaan atas institusi-institusi itulah yang menjadi fondasi awal mesin uang mereka.

Sumber Pendanaan Utama

Pendapatan dari Wilayah yang Dikuasai

Houthi menguasai wilayah terpadat di Yaman, termasuk Sanaa dan sebagian besar dataran tinggi utara. Dari wilayah ini mereka memungut pajak, retribusi jalan, dan bea masuk di pelabuhan-pelabuhan utama seperti Hodeidah dan Saleef. Menurut berbagai laporan lembaga riset dan PBB, pendapatan dari pelabuhan dan perdagangan impor menjadi salah satu aliran dana terbesar kelompok tersebut.

Pengenaan pungutan tidak resmi terhadap pedagang, pengusaha, dan importir juga menjadi sumber pemasukan rutin. Sistem ini berjalan melalui jaringan komandan lokal dan pejabat yang ditunjuk Houthi, sehingga sulit dilacak secara transparan.

Pajak dan Pungutan atas Bahan Bakar

Yaman sangat bergantung pada impor bahan bakar. Houthi mengenakan pungutan atas distribusi dan penjualan bahan bakar di wilayah mereka. Selisih harga dan biaya administrasi yang dipungut di sepanjang rantai distribusi memberikan keuntungan finansial yang signifikan.

Jaringan Bisnis dan Orang Kepercayaan

Kelompok Houthi membangun jaringan pengusaha dan perantara yang loyal. Beberapa di antaranya berperan sebagai penghubung untuk pembelian senjata, peralatan teknologi, dan komponen yang dibutuhkan untuk produksi drone serta rudal. Jaringan ini melibatkan perantara di luar Yaman, termasuk di kawasan Teluk, Asia, dan Eropa.

Dukungan Eksternal

Berbagai laporan intelijen Barat dan laporan panel ahli PBB menyebut adanya dukungan dari Iran kepada Houthi. Dukungan tersebut mencakup pelatihan, transfer teknologi, komponen senjata, dan bantuan keuangan. Iran membantah memberikan dukungan militer langsung, namun pola serangan Houthi yang menggunakan drone dan rudal dengan jangkauan jauh menunjukkan adanya transfer keahlian dan teknologi.

Membiayai Perang Lintas Batas

Kemampuan Houthi menyerang Arab Saudi, termasuk serangan terhadap fasilitas minyak Aramco di Abqaiq dan Khurais pada September 2019, menunjukkan lompatan kapabilitas. Serangan dengan drone dan rudal jarak jauh membutuhkan dana untuk riset, produksi, dan peluncuran. Biaya per unit drone kamikaze jauh lebih murah dibandingkan sistem pertahanan udara yang digunakan untuk mencegatnya, sehingga secara ekonomi serangan semacam itu menguntungkan bagi Houthi.

Selain serangan langsung, Houthi juga membiayai operasi di dalam Yaman, termasuk pembayaran gaji bagi pejuang dan pegawai yang loyal. Meskipun pembayaran tidak selalu penuh dan rutin, kemampuan untuk tetap membayar sebagian menunjukkan adanya arus kas yang berkelanjutan.

Tantangan Pelacakan dan Sanksi

Struktur pendanaan Houthi yang tersebar dan berbasis jaringan informal membuat pelacakan menjadi sulit. Banyak transaksi dilakukan secara tunai atau melalui sistem hawala, yaitu transfer dana berbasis kepercayaan tanpa melalui perbankan formal. Hal ini menyulitkan penerapan sanksi internasional.

Dewan Keamanan PBB telah memberlakukan embargo senjata terhadap Houthi melalui Resolusi 2216 dan resolusi lanjutan. Amerika Serikat dan beberapa negara lain juga menjatuhkan sanksi terhadap individu dan entitas yang terkait dengan pendanaan Houthi. Namun, efektivitas sanksi sering terkendala oleh kurangnya pengawasan di lapangan dan adanya celah dalam sistem keuangan informal.

Implikasi bagi Keamanan Regional

Mesin uang Houthi memungkinkan kelompok ini mempertahankan perang berkepanjangan dan menekan Arab Saudi serta koalisi pimpinan Riyadh. Bagi Arab Saudi, serangan Houthi tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi akibat gangguan produksi minyak, tetapi juga biaya pertahanan yang besar untuk mencegat drone dan rudal.

Bagi masyarakat Yaman, dampaknya berlapis. Pendapatan yang seharusnya digunakan untuk layanan publik dialihkan untuk membiayai perang. Krisis kemanusiaan yang berkepanjangan, dengan jutaan orang bergantung pada bantuan, berlangsung di tengah ekonomi perang yang menguntungkan segelintir pihak.

Ke depan, upaya menekan pendanaan Houthi akan menjadi kunci dalam setiap proses perdamaian. Tanpa memutus aliran dana, kemampuan kelompok ini untuk melanjutkan perang dan menegosiasikan posisi dari kekuatan akan tetap besar. Sebaliknya, tekanan finansial yang efektif dapat mengubah kalkulasi mereka di meja perundingan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Gunawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter