20, 2026
Nasional

Menko Polkam Dudung: Malaysia Kirim 3 Helikopter dan 52 Personel Bantu Tangani Karhutla

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/19/6ad5b616ec72e-menko-polkam-dudung-abdurachman-depan-kedua-kiri_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Taufik Syahputra
Taufik Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menyatakan Malaysia mengirim tiga unit helikopter dan 52 personel untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas negara tetangga terhadap bencana yang berdampak lintas batas di kawasan.

Menurut Menko Polkam, pengiriman bantuan itu merupakan hasil komunikasi dan koordinasi antar-pemerintah yang berlangsung cepat. Ia menilai dukungan Malaysia menunjukkan kedekatan hubungan bilateral yang selama ini terjalin, sekaligus menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara terpisah oleh satu negara.

Karhutla menjadi persoalan musiman yang kerap muncul pada periode kemarau. Asap yang dihasilkan dari pembakaran lahan dan hutan dapat bergerak melintasi batas negara dan memengaruhi kualitas udara di wilayah tetangga. Karena itu, bantuan peralatan dan personel dari negara lain dinilai relevan untuk mempercepat pemadaman, terutama di titik-titik api yang sulit dijangkau lewat jalur darat.

Bantuan Helikopter untuk Operasi Udara

Tiga helikopter yang dikirim Malaysia diarahkan untuk mendukung operasi pemadaman dari udara. Pesawat rotary tersebut umumnya digunakan untuk menjatuhkan air atau bahan pemadam ke area terbakar, terutama di lahan gambut yang sulit diakses kendaraan darat. Operasi udara juga diperlukan untuk melakukan patroli dan pemantauan titik panas di kawasan yang luas.

Penggunaan helikopter memungkinkan tim gabungan menjangkau lokasi kebakaran yang berada jauh dari jalan maupun permukiman. Selain untuk pemboman air, helikopter kerap dimanfaatkan untuk mengangkut personel, logistik, serta peralatan pemadaman ke posko-posko lapangan. Dengan demikian, kehadiran armada udara mempercepat mobilisasi sumber daya di medan yang menantang.

Menko Polkam menegaskan bahwa penempatan bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Pemerintah daerah dan instansi teknis akan menentukan prioritas lokasi berdasarkan tingkat keparahan serta potensi dampak terhadap permukiman dan infrastruktur.

Dukungan 52 Personel Gabungan

Selain helikopter, Malaysia mengirim 52 personel yang akan bergabung dengan tim pemadaman di lapangan. Personel tersebut terdiri atas petugas yang memiliki keterampilan dalam penanganan kebakaran lahan, termasuk dukungan teknis dan logistik. Kehadiran mereka diharapkan meringankan beban tim gabungan yang selama ini bekerja di sejumlah titik api.

Pembagian Tugas di Lapangan

Penempatan personel akan dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri. Pembagian tugas mencakup pemadaman langsung, penyisiran area bekas terbakar, dan pemantauan agar titik api tidak muncul kembali.

Pemerintah menekankan pentingnya keselamatan seluruh personel selama operasi. Medan gambut yang kering menyimpan risiko ledakan api di bawah permukaan, sehingga prosedur keselamatan dan pemantauan kondisi lapangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap operasi.

Kerja Sama Regional dan Lintas Batas

Bantuan Malaysia menempatkan penanganan karhutla sebagai persoalan kawasan yang membutuhkan respons bersama. Indonesia dan Malaysia selama ini memiliki mekanisme kerja sama dalam kerangka ASEAN, termasuk kesepakatan mengenai penanggulangan polusi asap lintas batas. Mekanisme tersebut menjadi dasar bagi pertukaran informasi, bantuan teknis, dan dukungan sumber daya antarnegara.

Dalam konteks hubungan bilateral, pengiriman helikopter dan personel mencerminkan pola saling membantu yang telah terbangun. Sejumlah negara tetangga sebelumnya juga pernah menawarkan bantuan serupa pada periode-periode ketika karhutla meningkat, baik dalam bentuk armada udara maupun tenaga ahli.

Menko Polkam menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia berharap kerja sama itu dapat mempercepat penanganan di lapangan dan menjadi dasar penguatan kolaborasi pada masa mendatang, termasuk dalam aspek pencegahan dan mitigasi.

Upaya Pencegahan dan Penanganan Pemerintah

Pemerintah menjalankan sejumlah langkah dalam menangani karhutla, mulai dari deteksi titik panas melalui satelit, pemantauan lapangan, hingga pemadaman oleh tim gabungan. Upaya pencegahan juga diarahkan pada pengelolaan lahan tanpa pembakaran, pengawasan terhadap praktik pembukaan lahan, serta penegakan hukum bagi pelaku pembakaran.

Selain pemadaman, pemerintah daerah diminta memperkuat kesiapsiagaan, termasuk memastikan ketersediaan sumber air, peralatan, dan personel di wilayah rawan. Edukasi kepada masyarakat mengenai risiko membuka lahan dengan cara membakar juga terus dilakukan, mengingat sebagian besar kejadian berawal dari praktik tersebut.

Antisipasi Dampak Asap

Dampak asap terhadap kesehatan masyarakat menjadi perhatian tersendiri. Pemerintah daerah diarahkan memantau kualitas udara, menyiapkan layanan kesehatan, serta membagikan masker di wilayah yang terdampak. Sekolah dan aktivitas luar ruang dapat disesuaikan bila kualitas udara memburuk.

Dengan tambahan tiga helikopter dan 52 personel dari Malaysia, pemerintah berharap kapasitas pemadaman meningkat, khususnya di area yang sulit dijangkau. Keberhasilan penanganan karhutla dinilai tidak hanya bergantung pada jumlah armada dan personel, tetapi juga pada koordinasi, kecepatan deteksi dini, serta konsistensi pencegahan di tingkat daerah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Taufik Syahputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter