12, 2026
Teknologi

Menlu Tata Buka Suara Usai Gantikan Sugiono, Tegaskan Arah Politik RI Tak Berubah

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/03/6ac0fc7252b49-menteri-luar-negeri-menlu-arrmanatha-nasir_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Menlu Tata Buka Suara Usai Gantikan Sugiono, Tegaskan Arah Politik RI Tak Berubah

Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno Marsudi, secara resmi menjabat sebagai Menlu menggantikan Marty Natalegawa. Dalam pidato pertamanya di Kementerian Luar Negeri, Retno menegaskan bahwa arah kebijakan luar negeri Indonesia tidak akan berubah meskipun ada pergantian jabatan. Pernyataan ini menegaskan komitemen Indonesia dalam menjaga kepentingan nasional di panggung internasional.

Retno Marsudi, yang sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Belanda, mengucapkan sumpah jabatan pada tanggal 1 Oktober 2014. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada pendahulunya, Marty Natalegawa, atas dedikasinya dan kontribusinya yang luar biasa dalam membangun citra Indonesia di dunia internasional.

"Saya menerima amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Arah kebijakan luar negeri Indonesia telah terbukti sukses dan tidak akan berubah. Kita akan terus mengembankan diplomasi yang independen, aktif, dan dinamis," ujar Retno dalam konferensi pers usai pelantikan.

Kontinuitas Kebijakan Luar Negeri

Retno menegaskan kebijakan luar negeri Indonesia akan tetap mengedepankan nilai-nilai konstitusional, termasuk kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan. Ia menyoroti empat pilar utama dalam kebijakan luar negeri Indonesia, yaitu: perlindungan WNI, memajukan kepentingan ekonomi, membangun citra positif Indonesia, serta berperan aktif dalam menyelesaikan masalah global.

"Kita akan terus memperjuangkan kepentingan Indonesia di kancah internasional. Namun, kita juga akan terus menjaga hubungan baik dengan semua negara, tanpa terkecuali," tambahnya.

Dalam pidatonya, Retno juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI di seluruh dunia atas dedikasinya dalam membangun diplomasi Indonesia. Ia berjanji akan meningkatkan koordinasi dan sinergi antara pusat dan perwakilan untuk memastikan kebijakan luar negeri berjalan efektif.

Respons dari Kalangan Internasional

Pergantian Menlu ini mendapat beragam respons dari kalangan internasional. Beberapa negara mitra menyambut baik pelantikan Retno Marsudi, mengingat pengalamannya sebagai diplomat dan hubungan baik yang telah dibangun selama menjabat sebagai Duta Besar untuk Belanda.

Ambassador Robert S. Gelbard, mantan Duta Besar AS untuk Indonesia, mengatakan bahwa Retno Marsudi adalah pilihan yang tepat. "Saya yu Ibu Menlu baru akan melanjutkan kebijakan luar negeri Indonesia yang sukses di bawah kepemimpinan Menlu sebelumnya. Pengalamannya sebagai duta besar akan menjadi aset berharga dalam memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara lain," ujarnya.

Sementara itu, beberapa analis politik menilai bahwa pelantikan Retno Marsudi menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam memilih figur yang kompeten dan berpengalaman. Menurut mereka, kontinuitas kebijakan luar negeri menjadi kunci bagi Indonesia untuk mempertahankan posisinya sebagai aktor penting di panggung internasional.

Tantangan Masa Depan

Meskipun menegaskan tidak akan ada perubahan arah kebijakan, Menlu Retno Marsudi mengakui tantangan yang akan dihadapi dalam menjalankan tugasnya. Salah satu tantangan utama adalah situasi geopolitik global yang semakin kompleks, termasuk ketegangan di kawasan Asia Pasifik dan isu-isu kemanusiaan yang memerlukan peran aktif Indonesia.

"Kita hidang di dunia yang terus berubah. Kita harus siap menghadapi berbagai tantangan dengan kebijakan yang cerdas dan strategis. Diplomasi Indonesia harus mampu menyesuaikan diri tanpa mengabaikan kepentingan nasional," jelas Retno.

Ia juga menyorosi pentingnya memanfaatkan diplomasi ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Indonesia, menurutnya, perlu memperkuat kerja sama ekonomi dengan berbagai negara untuk menarik investasi dan memperluas pasar bagi produk-produk Indonesia.

Dalam pidato penutupnya, Retno Marsudi mengajak seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri untuk bersatu padu dalam menjalankan tugas. "Diplomasi Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita bekerja sama dengan penuh dedikasi untuk membawa Indonesia lebih maju di panggung internasional," tutupnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter