14, 2026
Teknologi

Mentrans Cek Teknologi Pertanian di Chongqing, Mau Terapkan di Area Transmigrasi

Mentrans mengunjungi lembaga penelitian pertanian Chongqing Academy of Agricultural Sciences (CQAAS) di Chongqing, China.]]>

Siti Rahma
Siti Rahma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mentrans Cek Teknologi Pertanian di Chongqing, Mau Terapkan di Area Transmigrasi

Mentrans Cek Teknologi Pertanian di Chongqing, Mau Terapkan di Area Transmigrasi

Badan Pembinaan Transmigrasi (BPT) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) melakukan kunjungan kerja ke Chongqing, Tiongkok, untuk mempelajari teknologi pertanian modern. Kunjungan ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi teknologi pertanian canggih di area transmigrasi Indonesia. Tim Mentrans yang dipimpin oleh Kepala BPT Kemnakertrans, Eko Sulistyo, mengunjungi beberapa pusat pertanian dan teknologi pertanian di Chongqing pada tanggal 15-19 Oktober 2023.

Peluang Teknologi Pertanian untuk Transmigrasi

Chongqing dikenal sebagai salah satu pusat pertanian modern di Tiongkok dengan penerapan teknologi tinggi dalam berbagai sektor pertanian. Kunjungan kerja ini difokuskan pada observasi teknologi pertanian tepat guna yang dapat diimplementasikan di area transmigrasi Indonesia. "Kami melihat peluang besar untuk mengadopsi beberapa teknologi pertanian dari Chongqing yang sesuai dengan kondisi di Indonesia, terutama di area transmigrasi," ujar Eko Sulistyo saat dihubungi melalui telekonferensi.

Tim Mentrans mengunjungi Pusat Teknologi Pertanian Chongqing, tempat penelitian dan pengembangan berbagai varietas tanaman unggulan serta sistem irigasi cerdas. Selain itu, mereka juga berkunjung ke kebun buah-buahan modern yang menerapkan sistem pertanian vertikal dan teknologi pembenihan berkualitas tinggi. "Teknologi yang kami lihat di sini sangat relevan untuk kondisi pertanian di Indonesia, terutama untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan di area transmigrasi," tambah Eko.

Teknologi Tepat Guna untuk Indonesia

Salah satu teknologi yang menarik perhatian tim adalah sistem pertanian terkontrol yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dengan penggunaan air dan pupuk yang lebih efisien. Teknologi ini diyakini dapat membantu transmigran dalam mengelola lahan pertanian mereka secara lebih efektif, terutama di daerah dengan sumber air terbatas.

Selain itu, tim juga mempelajari teknologi pembenihan yang mampu menghasilkan benih unggulan dengan resistensi terhadap hama dan penyakit. "Benih unggulan ini sangat penting untuk meningkatkan hasil panen dan mengurangi risiko kegagalan pertanian bagi transmigran," jelas Dr. Budi Santoso, anggota tim yang juga merupakan ahli agronomi dari Balai Pengembangan Teknologi Pertanian Transmigrasi.

Perencanaan Implementasi di Area Transmigrasi

Berdasarkan hasil kunjungan, BPT Kemnakertrans merencanakan untuk mengimplementasikan beberapa teknologi pertanian di area transmigrasi secara bertahap. "Kami akan memulai dengan program pilot di beberapa lokasi transmigrasi yang telah ditentukan. Pemilihan lokasi mempertimbangkan faktor kesiapan transmigran dan kondisi lahan yang sesuai dengan teknologi yang akan diterapkan," ujar Eko Sulistyo.

Program pilot ini akan melibatkan transmigran, teknisi pertanian dari BPT, serta para ahli dari partner Tiongkok. Transmigran akan mendapatkan pelatihan intensif mengenai penggunaan teknologi pertanian modern sehingga mereka mampu mengoperasikan dan memelihara sistem dengan baik.

Kerjasama dengan Pihak Tiongkok

Untuk mendukung implementasi teknologi ini, BPT Kemnakertrans sedang membangun kerjasama dengan pihak Tiongkok, khususnya dengan pemerintah daerah Chongqing dan beberapa lembaga penelitian pertanian. "Kami berharap dapat memperoleh dukungan dalam bentuk transfer teknologi, pelatihan, serta bantuan awal untuk memastikan teknologi dapat berjalan dengan baik di Indonesia," tambah Eko.

Kerjasama ini juga mencakup program pertukaran tenaga ahli dan pelatihan bagi teknisi pertanian Indonesia di Chongqing. Para teknisi akan mempelajari secara langsung cara mengoperasikan dan merawat sistem pertanian modern sebelum kembali ke Indonesia untuk melatih transmigran.

Target dan Harapan

BPT Kemnakertrans menargetkan program ini dapat dimulai pada semester pertama tahun 2024. "Implementasi teknologi pertanian modern di area transmigrasi diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan transmigran melalui peningkatan produktivitas pertanian dan pendapatan mereka. Ini sejalan dengan tujuan transmigrasi yang tidak hanya menyebar penduduk tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat," tutup Eko Sulistyo.

Dengan adopsi teknologi pertungan modern ini, diharapkan transmigran di Indonesia dapat menjadi agen perubahan dalam pengembangan pertanian nasional, membawa inovasi dan pengetahuan baru ke daerah-daerah yang menjadi tujuan transmigrasi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Siti Rahma

Menarik pada topik kesehatan wanita, kehamilan, dan parenting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter