Lionel Messi menegaskan statusnya sebagai salah satu pesepak bola paling produktif sepanjang sejarah. Penyerang Timnas Argentina itu tercatat telah mencetak gol ke gawang 40 negara berbeda sepanjang karier internasionalnya bersama Albiceleste. Capaian tersebut menjadikannya pesepak bola dengan jumlah negara korban terbanyak dalam sejarah sepak bola internasional, sebuah rekor yang memperkuat posisinya di jajaran legenda dunia.
Data tersebut dirangkum dari berbagai laga resmi yang dilakoni Messi sejak debutnya bersama Timnas Argentina pada 2005 silam. Selama hampir dua dekade memperkuat negaranya, pemain kelahiran Rosario itu telah mencatatkan lebih dari 180 penampilan dan menembus angka lebih dari 110 gol untuk Argentina. Jumlah gol tersebut menempatkannya sebagai top skor sepanjang masa Timnas Argentina, melampaui rekor legenda sebelumnya, Gabriel Batistuta.
Daftar Negara yang Pernah Dijebol Messi
Dari 40 negara yang pernah menjadi korban Messi, sebagian besar merupakan tim-tim dari kawasan Amerika Selatan dan Amerika Tengah. Negara tetangga seperti Brasil, Uruguay, Chile, Paraguay, Bolivia, Peru, Ekuador, Kolombia, dan Venezuela tercatat berulang kali kebobolan oleh pemain yang kini memperkuat Inter Miami tersebut. Di kawasan CONMEBOL, praktis hanya sedikit tim yang mampu menahan Messi dari mencetak gol dalam laga resmi.
Kawasan Amerika Utara dan Karibia juga menjadi langganan. Meksiko, Amerika Serikat, Panama, Kosta Rika, Honduras, Guatemala, El Salvador, Jamaika, Haiti, dan beberapa negara Karibia lainnya masuk dalam daftar panjang tersebut. Bahkan pada laga uji coba maupun turnamen resmi seperti Copa America dan Piala Emas, Messi tercatat beberapa kali menjebol gawang tim-tim kawasan CONCACAF.
Yang menarik, daftar tersebut turut mencakup sejumlah negara Eropa dan Asia. Prancis, Jerman, Belanda, Spanyol, Portugal, Italia, Kroasia, Swiss, dan beberapa negara Eropa lainnya pernah merasakan gol Messi dalam laga persahabatan maupun turnamen besar. Sementara dari Asia, tercatat beberapa negara seperti Jepang dan Arab Saudi pernah menjadi korban, meski frekuensinya jauh lebih sedikit dibandingkan tim Amerika Latin.
Rekor yang Sulit Disamai
Capaian 40 negara ini menjadi bukti konsistensi Messi di level internasional selama lebih dari 19 tahun. Tidak banyak pesepak bola yang mampu mempertahankan performa setinggi itu dalam rentang waktu sepanjang tersebut. Cristiano Ronaldo, rival abadi Messi, juga mencatatkan angka yang tidak jauh berbeda, namun Messi unggul dalam hal jumlah negara yang berhasil dijebol menurut sejumlah penghitungan statistik sepak bola internasional.
Faktor penyebabnya tidak lepas dari banyaknya laga persahabatan yang dilakoni Argentina dengan berbagai negara dari berbagai konfederasi. Argentina secara rutin menggelar uji coba melawan tim-tim dari Eropa, Asia, dan Afrika sebagai persiapan menjelang turnamen besar. Kondisi itu memberi Messi lebih banyak kesempatan untuk mencetak gol ke gawang negara-negara yang belum pernah ia hadapi sebelumnya.
Selain itu, keberhasilan Argentina di berbagai turnamen besar dalam beberapa tahun terakhir turut memperpanjang peluang Messi menambah daftar korban. Kemenangan di Copa America 2021, Finalissima 2022, dan Piala Dunia 2022 membuat Argentina semakin sering diundang dalam laga-laga bergengsi melawan tim nasional dari berbagai benua.
Pengaruh pada Warisan Messi
Pencapaian ini memperkuat argumen bahwa Messi bukan hanya produktif di level klub, tetapi juga konsisten bersama tim nasional. Selama bertahun-tahun, kritik sempat mengarah kepada Messi karena dianggap kurang tajam saat membela Argentina. Namun, torehan gol ke gawang 40 negara berbeda menjadi bantahan kuat terhadap narasi tersebut.
Gelar juara Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi puncak karier internasionalnya, sekaligus menutup berbagai perdebatan mengenai statusnya di level tim nasional. Sejak saat itu, Messi tetap menjadi andalan Argentina, meski usianya sudah melewati 35 tahun. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, masih mengandalkannya dalam berbagai laga penting, terutama di kualifikasi Piala Dunia dan turnamen Copa America.
Bagi para penggemar, angka 40 negara ini menjadi salah satu statistik paling menarik untuk dibahas. Tidak sedikit yang kemudian membandingkannya dengan pencapaian pesepak bola lain, termasuk Ronaldo, yang juga aktif mencetak gol ke gawang banyak negara. Persaingan keduanya selama lebih dari satu dekade menjadikan perdebatan soal siapa yang terbaik semakin panjang, tanpa ujung.
Peluang Menambah Daftar
Dengan masih aktifnya Messi bersama Timnas Argentina, peluang menambah daftar negara korban tetap terbuka. Sejumlah negara yang belum pernah dijebolnya berpotensi menjadi lawan Argentina dalam laga persahabatan maupun turnamen mendatang. Jika kondisi fisiknya tetap terjaga, bukan tidak mungkin angka 40 negara akan bertambah dalam beberapa tahun ke depan.
Namun, usia yang tidak lagi muda menjadi faktor pembatas. Manajemen menit bermain yang lebih hati-hati di klub maupun tim nasional membuat Messi tidak selalu tampil penuh dalam setiap laga. Meski demikian, kualitas penyelesaian akhirnya tetap menjadi ancaman bagi setiap pertahanan yang dihadapinya.
Apa pun yang terjadi selanjutnya, catatan 40 negara ini telah mengukir namanya dalam sejarah sepak bola. Messi tidak hanya dikenang karena trofi dan gelar individu, tetapi juga karena kemampuannya mencetak gol ke gawang tim dari berbagai belahan dunia. Sebuah warisan yang akan sulit disamai oleh generasi berikutnya.
Komentar (0)