08, 2026
Politik

Momen Menko PMK Sugiono Santap MBG Bareng Siswa SDN di Cibinong

Menteri PMK Sugiono meninjau revitalisasi SDN 02 Cirimekar, Bogor. Dalam momen itu, Sugiono sekaligus menyantap Makan Bergizi Gratis dengan para siswa.]]>

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Momen Menko PMK Sugiono Santap MBG Bareng Siswa SDN di Cibinong

Menko PMK Sugiono Santap Menu Bergizi Bersama Siswa SDN Cibinong

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dalam kunjungan tersebut, ia menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama para siswa di ruang kelas. Kegiatan ini menjadi bagian dari peninjauan langsung pelaksanaan program prioritas pemerintah di sektor pendidikan dan gizi anak sekolah.

Setibanya di lokasi, Sugiono disambut oleh kepala sekolah, guru, serta sejumlah petugas dapur yang menyiapkan makanan. Ia kemudian masuk ke salah satu ruang kelas dan duduk bersama siswa-siswi yang tengah bersiap menerima paket makanan. Menu yang disajikan pada kesempatan itu terdiri atas nasi, lauk protein hewani, sayuran, buah, dan susu. Sugiono tampak berbincang dengan siswa mengenai rasa makanan serta kebiasaan makan mereka di sekolah.

Meninjau Langsung Kualitas dan Distribusi Makanan

Dalam peninjauan itu, Sugiono menekankan pentingnya kualitas bahan baku, kebersihan proses pengolahan, dan ketepatan jadwal distribusi makanan ke sekolah. Ia menyatakan bahwa program MBG tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi harian siswa, tetapi juga mendukung konsentrasi belajar dan kehadiran murid di sekolah. Menurutnya, evaluasi lapangan perlu dilakukan secara berkala agar pelaksanaan program berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Sugiono juga berdialog dengan petugas dapur dan pengelola program di tingkat sekolah. Ia menanyakan kendala yang dihadapi, mulai dari ketersediaan bahan pangan, kapasitas dapur, hingga jalur distribusi ke sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil. Beberapa catatan yang dihimpun antara lain kebutuhan penyesuaian porsi bagi siswa dengan kondisi tertentu serta pentingnya variasi menu agar anak-anak tidak bosan.

Respons Siswa dan Guru

Para siswa menyambut kedatangan Menko PMK dengan antusias. Sejumlah murid menyatakan senang karena menu yang disajikan berganti setiap hari dan rasanya sesuai selera mereka. Guru-guru di sekolah tersebut mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap asupan gizi anak didik. Mereka berharap program ini dapat berjalan konsisten sepanjang tahun ajaran, termasuk pada masa-masa sibuk seperti menjelang ujian.

Kepala sekolah menyampaikan bahwa kehadiran program MBG turut memengaruhi tingkat kehadiran siswa. Anak-anak yang biasanya datang tanpa sarapan kini mendapatkan makanan bergizi sebelum jam pelajaran dimulai. Hal ini dinilai membantu mereka mengikuti kegiatan belajar dengan lebih baik, terutama pada mata pelajaran yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

MBG sebagai Bagian dari Agenda Pembangunan Manusia

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu agenda utama pemerintah dalam mempercepat penurunan angka kekurangan gizi dan stunting di Indonesia. Program ini menyasar siswa di jenjang pendidikan dasar dan menengah, ibu hamil, serta balita di sejumlah daerah. Pemerintah menargetkan penerima manfaat program ini terus bertambah seiring dengan perluasan cakupan layanan dan kesiapan infrastruktur di daerah.

Dalam kerangka pembangunan manusia, intervensi gizi pada anak usia sekolah dinilai memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Asupan gizi yang memadai berkorelasi dengan pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas belajar. Karena itu, koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program di lapangan.

Sugiono menyebut bahwa Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan berperan mengoordinasikan kebijakan lintas sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, dan sosial. Sinergi tersebut diperlukan agar program tidak berjalan sendiri-sendiri dan tepat sasaran. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk aktif memantau pelaksanaan harian di sekolah-sekolah di wilayahnya.

Tantangan Pelaksanaan di Lapangan

Meski mendapat sambutan positif, pelaksanaan program MBG menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah kesiapan dapur satuan pelayanan, standar keamanan pangan, serta logistik untuk daerah dengan akses terbatas. Pemerintah menyatakan terus melakukan pembenahan, termasuk pelatihan bagi petugas dapur dan penguatan pengawasan mutu makanan.

Selain itu, aspek anggaran dan keberlanjutan program menjadi perhatian berbagai pihak. Pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga kesinambungan pembiayaan melalui perencanaan fiskal yang matang. Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan program memberikan manfaat nyata bagi penerima.

Kunjungan Menko PMK ke SDN di Cibinong menjadi bagian dari rangkaian peninjauan lapangan yang dilakukan pemerintah. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berupaya memastikan program MBG tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh siswa, guru, dan masyarakat sekitar sekolah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter