Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke kediaman Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa malam, 25 Februari 2025. Kedatangan Prabowo untuk melayat atas wafatnya Guruh Soekarnoputra, putra Presiden pertama RI Soekarno sekaligus adik kandung Megawati. Kabar duka tersebut menjadi perhatian publik karena posisi Guruh sebagai tokoh politik dan seniman yang cukup berpengaruh di Indonesia.
Kedatangan Prabowo di Rumah Megawati
Berdasarkan pantauan media, Prabowo tiba di kediaman Megawati sekitar pukul 19.10 WIB. Ia mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana hitam, tampak didampingi sejumlah ajudan serta petinggi partai pendukung pemerintah. Prabowo disambut langsung oleh keluarga almarhum di pintu masuk rumah, kemudian langsung menuju ruang tempat jenazah disemayamkan. Kedatangan Prabowo berlangsung tanpa pengawalan berlebihan, meski kawasan sekitar tetap dijaga ketat aparat keamanan.
Selama berada di dalam rumah duka, Prabowo melakukan takziah, melayat, dan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada Megawati dan anggota keluarga lain yang hadir. Setelah sekitar 30 menit, Prabowo meninggalkan lokasi dan tidak memberikan keterangan resmi kepada awak media yang menunggu di luar.
Ucapan Belasungkawa dan Penghormatan Terakhir
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian Guruh. Ia mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki kontribusi besar dalam dunia seni dan budaya, terutama melalui karya-karya tari dan pertunjukan yang mengangkat nilai-nilai kebangsaan. Prabowo menilai Guruh sebagai pribadi yang gigih mempertahankan warisan budaya Soekarno serta aktif dalam kegiatan sosial dan politik.
Ucapan belasungkawa juga disampaikan sejumlah tokoh lain, termasuk Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Mereka mengunjungi rumah duka secara terpisah atau melalui perwakilan untuk memberikan penghormatan terakhir. Sejumlah karangan bunga memenuhi kawasan Jalan Teuku Umar sebagai bentuk duka cita dari berbagai kalangan.
Profil Singkat Guruh Soekarnoputra
Guruh Soekarnoputra lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953. Ia merupakan anak kelima dari Presiden Soekarno dan Fatmawati. Guruh dikenal sebagai seniman tari, koreografer, serta pendiri sejumlah grup kesenian yang tampil di dalam dan luar negeri. Selain berkecimpung di dunia seni, ia pernah menjabat sebagai anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada periode 2009–2014 dan 2014–2019.
Semasa hidupnya, Guruh aktif memperjuangkan pelestarian budaya Indonesia. Ia sering menggelar pertunjukan tari yang menggabungkan unsur tradisional dan modern. Karya-karyanya banyak mengangkat tema kebangsaan, persatuan, dan kekayaan budaya Nusantara. Guruh juga dikenal sebagai penulis beberapa buku mengenai seni dan politik.
Rangkaian Prosesi Pemakaman
Jenazah Guruh rencananya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, setelah melalui prosesi penghormatan di rumah duka. Pihak keluarga menyatakan bahwa upacara pemakaman akan dilangsungkan secara militer dengan penghormatan penuh sebagai bentuk pengabdian almarhum kepada negara. Sebelum dimakamkan, jenazah akan dibawa ke sejumlah tempat yang memiliki keterkaitan sejarah dengan keluarga Soekarno, termasuk kediaman di Jalan Pegangsaan Timur.
Sejumlah tokoh nasional diprediksi akan menghadiri prosesi pemakaman. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas dan pengaturan lalu lintas untuk kelancaran jalannya upacara. Masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir diminta mengikuti arahan petugas dan menjaga ketertiban.
Reaksi Publik dan Dunia Politik
Kepergian Guruh Soekarnoputra menimbulkan reaksi luas dari berbagai kalangan. Publik mengenang almarhum sebagai figur yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai kebudayaan dan kebangsaan. Di media sosial, banyak warganet mengunggah kenangan dan ucapan duka. Sejumlah organisasi seni dan budaya juga menyampaikan belasungkawa serta mengenang kontribusi Guruh dalam dunia tari Indonesia.
Di lingkup politik, kepergian Guruh menjadi momen refleksi bagi banyak pihak. Hubungan antara keluarga Soekarno dan pemerintahan saat ini menjadi sorotan, terutama setelah Prabowo secara langsung melayat ke rumah Megawati. Momen tersebut dinilai menunjukkan kedekatan personal dan penghormatan terhadap sejarah keluarga besar Soekarno, meskipun dinamika politik nasional tetap dinamis.
Sejumlah pengamat menilai kehadiran Prabowo di rumah duka sebagai simbol rekonsiliasi dan penghormatan terhadap tokoh nasional. Mereka melihat bahwa takziah tersebut tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga mencerminkan hubungan baik antar tokoh bangsa dalam menghadapi peristiwa duka. Meski demikian, publik tetap menantikan perkembangan dinamika politik setelah peristiwa ini.
Jadwal dan Informasi Layanan
Pihak keluarga membuka rumah duka di Jalan Teuku Umar untuk umum sejak Selasa malam hingga waktu pemakaman. Masyarakat yang ingin melayat diminta mengenakan pakaian sopan dan hitam. Untuk menghindari penumpukan, keluarga mengimbau pelayat datang secara bergantian dan mengikuti arahan petugas keamanan. Informasi resmi mengenai jadwal pemakaman dapat diakses melalui kanal komunikasi pemerintah dan partai terkait.
Dengan wafatnya Guruh Soekarnoputra, Indonesia kehilangan salah satu putra terbaik bangsa yang telah mendedikasikan hidupnya bagi seni, budaya, dan politik. Warisan karya dan pemikirannya diharapkan tetap menjadi inspirasi bagi generasi mendatang. Masyarakat diharapkan menghormati prosesi dan menjaga suasana kondusif selama rangkaian upacara berlangsung.
Komentar (0)