Wanita Berani Lompat dari Lantai 2 untuk Menyelamatkan Bocah dari Api
Sebuah aksi keberanian luar biasa dilakukan seorang wanita di sebuah rumah makan (RM) Padang yang terbakar. Dengan mengabaikan risiko keselamatan dirinya, wanita tersebut melompat dari lantai dua untuk menyelamatkan seorang bocah yang terjebak dalam api. Aksi heroik ini berhasil menyelamatkan nyawa bocah tersebut dari amukan api yang menyertai kebakaran yang terjadi pada siang hari tadi.
Kebakaran yang diduga berasal dari short listrik ini meletus sekitar pukul 13.30 WIB di lantai dua sebuah rumah makan yang berlokasi di Jalan Sudirman, Padang. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian bagian bangunan rumah makan tersebut. Warga sekitar yang melihat api melalap segera berteriak dan meminta tolong untuk memadamkan api.
Aksi Heroik yang Menggetarkan Hati
Saat kebakaran terjadi, seorang bocah berusia sekitar 5 tahun sedang berada di dalam ruangan lantai dua yang sudah terlapisi api. Warga yang berusaha menyelamatkan bocah tersebut terhalang oleh api yang sudah semakin membesar dan sulit didekati. Dalam situasi genting itu, seorang wanita yang belum diketahui identitasnya secara tiba-tiba muncul di balkon lantai dua.
Dengan kecewa dan panik, wanita tersebut melihat bocah yang menjerit dalam teror akibat api yang semakin mendekat. Tanpa berpikir panjang, wanita itu memutuskan untuk melakukan aksi nekat. Ia membawa bocah tersebut ke balkon dan dengan sigap melompat dari ketinggian lantai dua ke tanah yang ditutupi karpet dan kasur darurat yang sudah disiapkan warga sekitar.
Saksi mata yang mengamankan kejadian tersebut, Ahmad (45), mengungkapkan bahwa aksi wanita tersebut benar-benar menggetarkan hati. "Saat itu kami sudah berusaha memasang kasur darurat untuk mengantisipasi siapa saja yang bisa melompat. Tapi tidak terpikirkan seorang wanita akan nekat membawa bocah dan melompat bersamaan. Aksinya sangat berani dan kita semua terkesan," ujar Ahmad.
Korban Selamat, Rumah Makan Ludes Terbakar
Hasilnya, bocah tersebut berhasil diselamatkan dalam keadaan mengalami luka ringan akibat asap dan panas api. Sementara itu, wanita penyelamat juga mengalami luka ringan di bagian kaki dan tangan namun kondisinya stabil. Kedua korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Kebakaran yang melanda rumah makan tersebut berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran setelah sekitar dua jam usaha memadam. Sayangnya, sebagian besar bagian rumah makan di lantai dua sudah ludes terbakar. Kerugian materiil diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah karena selain gedung, perabotan dan makanan dalam rumah makan juga ikut hangus.
Kepala Polsek Setia Budi, Kompol Rudi, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. "Kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan pemilik rumah makan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, kami sudah memeriksa lokasi kejadian," ujar Rudi.
Respon Cepat Warga dan Pemadam Kebakaran
Warga sekitar yang melihat kejadian segera merespons dengan cepat. Mereka berkoordinasi untuk memadamkan api menggunakan alat seadanya seperti ember dan selang hingga tim pemadam kebakaran tiba di lokasi. Beberapa warga juga ikut membantu menyelamatkan barang-barang berharga dari rumah makan tersebut.
"Kebanyakan pengunjung sudah berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Namun, beberapa orang masih terjebak di lantai atas. Untungnya ada warga yang berinisiatif membantu mereka turun menggunakan tangga darurat," jelas salah seorang warga yang ikut membantu memadamkan api.
Tim medis dari Puskesmas setempat juga turun ke lokasi untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban sebelum dibawa ke rumah sakit. Mereka juga memberikan masker warga yang terpapar asap tebal akibat kebakaran.
Menelusuri Penyebab Kebakaran
Sementara itu, pemilik rumah makan, Yanto (40), mengaku kejadian tersebut sangat mengejutkan. "Saat itu saya sedang berada di luar untuk mengambil pesanan. Tiba-tiba saya melihat api membesar dari lantai dua. Saya langsung berusaha memanggil anak-anak pegawai untuk keluar," ujar Yanto sambil menangis.
Yanto mengaku kebakaran mungkin disebabkan short listrik di lantai dua. "Kemarin ada pegawai yang melihat ada percikan listrik di salah satu stop kontak di lantai dua. Tapi kami belum sempat memperbaikinya. Mungkin itu yang menyebabkan kebakaran," jelasnya.
Awan hitam tebal masih memenuhi sekitar lokasi kebakaran hingga sore hari. Pihak berwenang masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan rumah makan tersebut. Sementara itu, aktivitas di sekitar lokasi kebakaran masih berjalan normal meski warga terus berkumpul untuk menyaksikan proses penyelidikan.
Komentar (0)