01, 2026
Teknologi

MU Sudah 9 Laga Tanpa Kemenangan, Laju Terburuk dalam 42 Tahun

Manchester United belum juga keluar dari periode negatif usai kalah 0-2 dari Chelsea. MU kini sudah tidak menang dalam sembilan laga beruntun.]]>

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

MU Sudah 9 Laga Tanpa Kemenangan, Laju Terburuk dalam 42 Tahun

Manchester United Raih Rekor Buruk, 9 Laga Tanpa Menang

Manchester United mencatat rekor buruk dalam 42 tahun terakhir setelah gagal meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan berturut-turut. Performa memprihatinkan ini membuat sang manajer Erik ten Hag kembali ke bawah tekanan setelah sebelumnya sempat mendapat apresiasi karena memperbaiki performa tim.

Terakhir kali The Red Devils mengalami rekor buruk semacam ini adalah pada musim 1980-1981 di bawah as Dave Sexton. Kini, dengan hanya satu kemenangan dalam 14 pertandingan di semua kompetisi, United mengalami krisis performa yang cukup serius.

Performa Menurun Drastis

Awal musim ini, United sempat menunjukkan peningkatan performa di bawah asuhan Ten Hag. Mereka bahkan sempat memuncaki klasemen sementara Premier League. Namun, sejak November lalu, performa tim mulai menurun drastis dengan serangkaian hasil buruk.

Delapan pertandingan tanpa kemenangan di Premier League ditambah satu di Liga Champions menciptakan tekanan yang luar biasa bagi Ten Hag. Keadaian semakin diperparah dengan adanya cedera beruntun pada pemain kunci seperti Raphael Varane, Lisandro Martinez, dan Mason Mount.

Di laga terakhir melawan Newcastle United, United hanya mampu bermain imbang 1-1. Gol yang dicetak oleh Alejandro Garnacho tidak cukup untuk membawa pulang tiga poin. Hasil ini membuat United tertinggal 12 poin dari zona Liga Champions.

Kritikan Menuju Manajer

Erik ten Hag menjadi sasaran kritikan tajam dari para fans dan media setelah performa tim menurun. Beberapa mantan pemain seperti Gary Neville juga ikang menyampaikan kritikannya terkait strategi dan komposisi tim yang dipilih Ten Hag.

"Kami melihat sebuah tim yang kehilangan identitas," ujar Neville dalam analisisnya. "Tidak ada pola permainan yang jelas, dan pemain-pemain terbaik tidak tampil maksimal. Ini masalah besar yang perlu diselesaikan dengan cepat."

Di sisi lain, Ten Hag tetap menunjukkan sikap tenang. Saya fokus pada perbaikan dan percaya bahwa kami akan keluar dari situasi ini. Kami memiliki pemain berkualitas dan hanya perlu sedikit waktu untuk kembali ke performa terbaik," ujar Ten Hag dalam konferensi pers setelah pertandingan melawan Newcastle.

Dampak pada Posisi di Klasemen

Delapan poin dari empat pertandingan terakhir membuat United semakin jauh dari zona Liga Champions. Saat ini, mereka berada di posisi ke-8 dengan 30 poin, hanya unggul dua poin dari Fulham di bawahnya.

Situasi ini memaksa United harus berjuang keras di pertandingan-pertandingan sisa. Dalam beberapa pekan mendatang, mereka akan menghadapi laga-laga krusial melawan tim-tim pesaing langsung seperti West Ham United, Liverpool, dan Arsenal.

Kalah dalam laga-laga krusial ini bisa membuat United semakin kesulitan untuk lolos ke kompetisi Eropa musim depan. Bahkan, mereka berisiko kehilangan tempat di Liga Champions jika performa buruk ini berlanjut.

Reaksi dari Para Pemain

Beberapa pemain kunci seperti Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo juga memberikan respons terkait situasi yang dialami tim. Fernandes mengakui bahwa performa tim memang buruk, tetapi ia masih percaya bahwa dapat keluar dari krisis ini.

"Kami tahu bahwa performa kami tidak baik. Ini bukan rahasia. Tetapi kami adalah tim yang kuat dan akan bangkit kembali. Kami perlu bekerja lebih keras dan fokus pada setiap pertandingan," ujar Fernandes.

Mainoo, pemain muda yang tampil impresif musim ini, menambahkan bahwa tekanan adalah bagian dari permainan. "Setiap pemain dan tim mengalami tekanan. Yang penting bagaimana kita menanggapi dan melalui situasi ini," tuturnya.

Masa Depan di Liga Champions

Dengan delapan pertandingan tersisa di Premier League, United memiliki jalan yang cukup sulit untuk lolos ke Liga Champions. Selain pertandingan melawan tim-tim besar, mereka juga harus melawan tim-tim yang sedang dalam performa baik.

Analisis menunjukkan bahwa United membutuhkan minimal 20 poin dari delapan pertandingan tersisa untuk memiliki peluang nyata lolos ke empat besar. Artinya, mereka harus meraih lima kemenangan dan tiga hasil imbang.

Sementara itu, di Liga Champions, United berada di posisi ketiga di Grup A dengan hanya empat poin. Mereka masih memiliki peluang lolos ke babak 16 besar, tetapi membutuhkan hasil yang maksimal dalam dua laga terakhir melaih FC Copenhagen dan Galatasaray.

Situasi sulit yang dialami Manchester United saat ini menunjukkan bahwa perjalanan mereka musim ini jauh dari kesuksesan yang diharapkan. Dengan tekanan yang semakin besar, baik dari fans maun pun manajemen, Ten Hag harus segera menemukan solusi agar tim dapat kembali ke jalur yang benar.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter