20, 2026
Ekonomi

Nanik S Deyang Sebut Becak Listrik Setara NMAX, Harganya Rp22 Juta

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/06/04/6a216291637c0-kepala-bgn-nanik-s-deyang_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Andi Prasetyo
Andi Prasetyo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Nanik S Deyang Sebut Becak Listrik Setara NMAX, Harganya Rp22 Juta

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menyatakan becak listrik yang rencananya digunakan sebagai kendaraan operasional memiliki kualitas yang setara dengan sepeda motor Yamaha NMAX. Pernyataan itu disampaikan dengan menekankan sisi harga, yakni Rp22 juta per unit, yang disebut lebih murah dibandingkan motor matik bongsor tersebut.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan publik karena membandingkan dua jenis kendaraan yang secara kelas, bentuk, dan peruntukan berbeda. Becak listrik merupakan kendaraan roda tiga yang dirancang untuk mobilitas jarak dekat dengan kapasitas angkut penumpang atau barang, sedangkan NMAX adalah sepeda motor roda dua yang dipasarkan untuk mobilitas personal dengan kecepatan dan jangkauan lebih tinggi.

Dalam penjelasannya, Nanik menempatkan harga sebagai indikator utama efisiensi. Menurutnya, dengan anggaran sekitar Rp22 juta per unit, becak listrik dapat menjadi pilihan yang rasional untuk kebutuhan operasional di lapangan, terutama untuk menjangkau titik-titik pelayanan yang tidak selalu mudah diakses kendaraan berukuran besar.

Perbandingan Harga dan Spesifikasi

Berdasarkan pantauan harga di pasaran, Yamaha NMAX dijual pada kisaran di atas Rp30 juta, bergantung pada varian dan wilayah pemasaran. Artinya, secara nominal, klaim bahwa becak listrik seharga Rp22 juta lebih murah dibandingkan NMAX sejalan dengan angka yang beredar di pasar.

Namun, perbandingan harga tidak dengan sendirinya menggambarkan kesetaraan kendaraan. NMAX memiliki mesin bensin berkapasitas sekitar 155 cc, mampu melaju pada kecepatan tinggi, dan dirancang untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh. Adapun becak listrik bergerak dengan motor listrik berdaya kecil, kecepatan terbatas, dan kapasitas baterai yang menentukan jarak tempuh.

Peruntukan Berbeda

Pengamat transportasi menilai perbandingan antara becak listrik dan sepeda motor matik perlu dilihat dari konteks penggunaan. Becak listrik lebih tepat dinilai dari biaya operasional harian, kemudahan perawatan, serta kesesuaiannya dengan medan dan jarak tempuh di wilayah kerja.

Dari sisi biaya operasional, kendaraan listrik umumnya lebih hemat karena tidak membutuhkan bahan bakar minyak. Namun penghematan itu bergantung pada tarif listrik, ketersediaan stasiun pengisian daya, serta usia pakai baterai yang suatu saat harus diganti dengan biaya tidak kecil.

Respons Publik dan Kritik

Pernyataan Nanik memantik diskusi luas di media sosial. Sebagian warganet mempertanyakan relevansi membandingkan becak listrik dengan NMAX, karena keduanya memiliki fungsi yang tidak sebanding. Sebagian lain menyoroti aspek anggaran, terutama dalam konteks program prioritas pemerintah yang menuntut efisiensi belanja.

Kritik juga datang dari kalangan pengamat kebijakan publik yang meminta agar pengadaan kendaraan operasional di lingkungan lembaga negara dijelaskan secara transparan, mulai dari jumlah unit, spesifikasi teknis, hingga dasar perhitungan harga. Menurut mereka, keterbukaan atas rincian tersebut penting agar publik dapat menilai apakah belanja yang dilakukan sudah sesuai kebutuhan.

Soal Efisiensi Anggaran

Di sisi lain, sejumlah pihak menilai penggunaan kendaraan listrik untuk operasional pemerintahan sejalan dengan dorongan transisi energi. Kendaraan listrik disebut dapat menekan konsumsi bahan bakar dan mengurangi emisi, khususnya untuk perjalanan pendek yang berulang setiap hari.

Argumentasi itu masuk akal bila becak listrik digunakan untuk mengantar logistik dalam radius terbatas, misalnya distribusi bahan pangan ke dapur-dapur pelayanan gizi. Untuk pola kerja seperti itu, kecepatan tinggi bukan kebutuhan utama, melainkan daya angkut dan biaya operasional yang rendah.

Konteks Pengadaan Kendaraan Operasional

Badan Gizi Nasional merupakan lembaga yang dibentuk untuk menjalankan program pemenuhan gizi, termasuk penyediaan makanan bagi kelompok sasaran di berbagai daerah. Pelaksanaan program berskala besar menuntut dukungan logistik, termasuk kendaraan untuk mobilitas petugas dan pengangkutan bahan.

Dalam kerangka itu, pilihan kendaraan operasional menjadi bagian dari perencanaan yang perlu dihitung matang. Persoalannya, keputusan teknis semacam ini kerap menjadi perdebatan publik ketika angka-angka yang disebut tidak disertai penjelasan rinci mengenai kebutuhan, volume, dan metode pengadaan.

Pernyataan Nanik setidaknya membuka ruang bagi diskusi mengenai standar pengadaan kendaraan di lembaga pemerintah. Publik dapat menilai sendiri apakah perbandingan dengan NMAX merupakan cara yang tepat untuk menjelaskan nilai ekonomis sebuah kebijakan, atau justru menimbulkan kesan bahwa kendaraan operasional dipilih tanpa dasar kebutuhan yang jelas.

Yang Menanti Penjelasan

Hingga pernyataan itu disampaikan, sejumlah pertanyaan belum terjawab lengkap, antara lain berapa jumlah becak listrik yang akan diadakan, di mana unit tersebut akan ditempatkan, serta bagaimana skema perawatan dan penggantian baterai direncanakan. Rincian ini menentukan apakah klaim kesetaraan dengan NMAX relevan secara operasional atau hanya berlaku pada tataran harga.

Yang jelas, angka Rp22 juta dan perbandingan dengan sepeda motor matik telah menarik perhatian pada satu hal yang lebih mendasar: bagaimana lembaga negara memilih, menghitung, dan mempertanggungjawabkan belanja kendaraan operasionalnya di tengah tuntutan efisiensi anggaran.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Andi Prasetyo

Kontributor bidang kebugaran dan olahraga. Menulis tips workout dan gaya hidup aktif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter