24, 2026
Nasional

NASA Ingin Mendaratkan Manusia ke Bulan Tahun 2028

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2018/12/12/5c109afd4ebdc-logo-nasa_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Hendra Wijaya
Hendra Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

NASA Targetkan Mendaratkan Astronot ke Bulan pada 2028

NASA mengumumkan rencana ambisius mereka untuk mendaratkan manusia kembali ke permukaan Bulan pada tahun 2028. Rencana ini merupakan bagian dari program Artemis yang bertujuan untuk membangun keberadaan manusia yang berkelanjutan di Bulan sebelum akhirnya mengarahkan misi berawak ke Mars. Direktur NASA, Jim Bridenstine, menegaskan bahwa tahun 2028 adalah target realistis berdasarkan anggaran yang saat ini tersedia dan teknologi yang telah dikembangkan.

Program Artemis: Kembali ke Bulan dengan Teknologi Modern

Program Artemis merupakan evolusi dari program Apollo yang pernah berhasil mengantar manusia ke Bulan pada 1969-1972. Namun, berbeda dengan Apollo yang fokus pada pendaratan singkat, Artemis bertujuan membangun basis permanen di dekat kutub Bulan di mana matahari selalu terbit, disebut "daerah cahaya abadi". Lokasi ini dianggap ideal karena menyediakan energi matahari yang stabil dan akses ke es air di kawah-kawah yang terletak di wilayah yang selalu gelap.

Untuk mencapai target ini, NASA sedang mengembangkan roket Space Launch System (SLS) yang paling kuat yang pernah dibuat, bersama dengan pesawat luar angkasa Orion yang akan membawa astronot ke orbit Bulan. Kedua sistem ini telah mengalami serangkaian tes dan sedang dalam tahap pengembangan lanjutan. Selain itu, NASA juga bekerja sama dengan perusahaan swasta seperti SpaceX untuk mengembangkan sistem pendaratan manusia di permukaan Bulan.

Kerjasama Internasional dan Sektor Swasta

Misi Bulan 2028 tidak akan dilaksanakan sendirian oleh NASA. Badan antariksa Eropa (ESA), JAXA Jepang, dan CSA Kanada telah berkomitmen untuk berpartisipasi dalam program Artemis. ESA sedang mengembangkan modul layanan yang akan mendukung misi Orion, sementara JAXA dan CSA menyediakan berbagai kontribusi teknis dan dukungan operasional.

Sektor swasta juga memainkan peran penting dalam rencana ini. Selain SpaceX yang dikontrak untuk mengembangkan versi lunar dari pesawat Starship, perusahaan seperti Blue Origin dan Dynetics juga terlibat dalam pengembangan teknologi pendaratan. Pendekatan kolaboratif ini memungkinkan NASA memanfaatkan inovasi dari berbagai sumber dan mempercepat perkembangan teknologi yang diperlukan untuk misi ini.

Tantangan Teknis dan Anggaran

Misi kembali ke Bulan menghadapi berbagai tantangan teknis yang signifikan. Salah satu yang paling mendesak adalah pengembangan sistem pendaratan yang dapat mengamankan astronot di permukaan Bulan selama beberapa hari atau bahkan minggu. Selain itu, masalah radiasi luar angkasa, perlindungan dari debu bulan yang abrasif, dan sistem pendukung kehidupan yang handal menjadi fokus utama penelitian.

Anggaran juga menjadi pertimbangan penting. Meskipun Kongres AS telah menyetujui peningkatan anggaran untuk program Artemis, beberapa analis khawatir bahwa anggaran yang tersedia mungkin tidak cukup untuk mencapai target 2028. Direktur Bridenstine telah berulang kali menekankan perlunya dukungan finansial yang konsisten dari pemerintah untuk memastikan rencana ini berjalan sesuai jadwal.

Reaksi dan Masa Depan Eksplorasi Luar Angkasa

Rencana NASA ini telah menerima berbagai respons dari kalangan ilmuwan dan eksplorasi luar angkasa. Beberapa pakar menyambut positif inisiatif ini sebagai langkah maju yang signifikan, sementara yang lain menyarankan agar fokus harus ditempatkan pada eksplorasi Mars daripada Bulan. Namun, kebanyakan setuju bahwa pengalaman dari misi Bulan akan memberikan pengetahuan dan teknologi yang esensial untuk misi jangka panjang ke Mars.

Dengan target 2028, NASA berharap dapat membangun fondasi bagi keberadaan manusia yang berkelanjutan di luar Bumi. Ini akan mencakup pengembangan infrastruktur seperti stasiun orbit lunar Gateway yang akan berfungsi sebagai pintu gerbang ke Bulan dan Mars, serta pengujian teknologi yang diperlukan untuk misi jarak jauh di masa depan.

Misi kembali ke Bulan menandai era baru dalam eksplorasi luar angkasa, di mana kerjasama internasional dan inovasi sektor swasta memainkan peran yang sama pentingnya dengan upaya badan pemerintah. Dengan teknologi yang terus berkembang dan komitmen global yang kuat, tahun 2028 bisa menjadi momen bersejarah ketika manusia kembali menjejakkan kaki di permukaan Bulan, kali ini dengan tujuan yang lebih jauh dan visi yang lebih besar.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter