24, 2026
Nasional

Polisi Ungkap Hasil Tes Urine Pengemudi BYD Pemicu Tabrakan Beruntun

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Polisi Ungkap Hasil Tes Urine Pengemudi BYD Pemicu Tabrakan Beruntun

Polisi telah mengungkap hasil tes urine terhadap pengemudi mobil listrik BYD yang diduga menjadi pemicu tabrakan beruntun yang menewaskan tiga orang di jalan tol Jakarta-Merak. Hasil tes tersebut menunjukkan adanya positif narkotika jenis ganja dalam tubuh pengemudi bernama Ahmad Zaki (32).

Kepala Polres Tangerang Selatan AKBP Budi Santoso dalam konferensi pers mengatakan bahwa tes urine yang dilakukan pada Selasa (15/11) di Rumah Sakit Bhayangkara, Jakarta, menghasilkan reaktif positif untuk ganja. "Hasil tes urine menunjukkan bahwa Ahmad Zaki positif mengonsumsi narkotika jenis ganja. Ini menjadi salah satu faktor utama dalam kecelakaan maut yang terjadi," ujar Budi Santoso.

Detail Kecelakaan dan Penyelidikan

Insiden tabrakan beruntun terjadi pada Senin (14/11) sekitar pukul 14.30 WIB di KM 31 arah Jakarta. Mobil BYD e6 yang dikemudikan Ahmad Zaki diketahui mendadak melaju ke arah jalur sebaliknya dan menabrak beberapa kendaraan yang melaju dari arah berlawanan.

"Korban tewas terdiri dari dua pengendara sepeda motor dan satu penumpang mobil. Selain itu, ada tujuh korban luka-luka yang masih dirawat di rumah sakit," jelas Budi Santoso menambahkan bahwa mobil BYD yang dikemudikan Zaki mengalami kerusakan parah di bagian depan.

Polisi telah mengamankan Ahmad Zaki sebagai tersangka kasus penganiayaan berat dengan korban tewas. Selain tes urine, polisi juga telah mengambil sampel darah Zaki untuk pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium forensik.

Keterangan Keluarga dan Reaksi Publik

Keluarga Ahmad Zaki yang ditemui di rumah duka di Tangerang mengaku kaget dengan hasil tes tersebut. Ayah korban, Hasan (65), mengaku tidak mengetahui jika anaknya pernah menggunakan narkotika.

"Saya tidak tahu apa-apa soal ini. Anak saya selama ini baik-baik saja dan tidak pernah terlibat masalah hukum. Kami masih bingung kenapa bisa seperti ini," ujar Hasan dengan suara serak.

Sementara itu, reaksi publik terhadap insiden ini bercampur. Sebagian warga mengecam keras tindakan pengemudi yang diduga dalam kondisi mabuk narkoba mengemudi di jalur tol. "Ini sangat tidak bertanggung jawab. Harusnya ada sanksi yang berat untuk mencegah terulanginya kasus serupa," kata Ahmad, warga sekitar lokasi kejadian.

Tanggung Jawab Produsen dan Regulasi

Insiden ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan kendaraan listrik dan regulasi terkait pengemudi yang dalam kondisi tidak layak. BYD sebagai produsen mobil belum memberikan keterangan resmi mengenai insiden tersebut.

Ahli transportasi dari Universitas Indonesia, Dr. Siti Nurhaliza, mengatakan bahwa insiden ini menunjukkan perlunya peraturan yang lebih ketat terkait pengemudi kendaraan listrik. "Kendaraan listrik semakin populer, tapi regulasi mengenai tes kesehatan pengemudi belum sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini," ujar Siti.

Langkah Polisi dan Upaya Pencegahan

Polisi mengatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang terlibat dalam penyediaan narkotika bagi Ahmad Zaki. Selain itu, pihak kepolisian juga akan meningkatkan patroli di jalur tol Jakarta-Merak.

"Kami akan meningkatkan operasi yustisi di sepanjang jalur tol, khususnya untuk menindak pengemudi yang dalam kondisi tidak layak mengemudi," kata Budi Santoso menambahkan bahwa polisi juga akan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin bagi pengemudi kendaraan umum.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Aryanto mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika menemukan pengemudi yang mencurigakan di jalan raya. "Mari kita bersama-sama menjalankan lalu lintas yang aman dan selalu waspada terhadap pengendara yang berpotensi membahayakan," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter