07, 2026
Nasional

Nenek 74 Tahun Tewas Terbakar Saat Bakar Daun Jati

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Seorang nenek berusia 74 tahun ditemukan tewas terbakar saat sedang membakar daun jati di area pekarangan miliknya. Peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa sore dan langsung menggegerkan warga di sekitar lokasi kejadian. Korban yang diketahui berinisial M warga setempat diduga terjebak dalam kobaran api yang menyala cepat akibat tertiup angin.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban sejak pagi memang sedang membersihkan tumpukan daun jati kering yang berserakan di halaman belakang rumahnya. Daun-daun kering itu kemudian dikumpulkan dan dibakar di satu titik. Aktivitas membakar sampah daun memang rutin dilakukan korban, terutama pada musim kemarau ketika daun jati berguguran dalam jumlah besar.

Namun nahas, api yang semula kecil tiba-tiba membesar. Angin yang bertiup cukup kencang membuat kobaran api menyebar ke arah korban. Diduga korban terpeleset atau kehilangan keseimbangan saat berusaha menjauh, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri. Warga yang melihat asap tebal mengepul dari lokasi langsung berusaha menolong, tetapi nyala api sudah terlalu besar.

Kronologi Kejadian

Peristiwa berawal sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Korban yang tinggal sendiri di rumahnya itu terlihat sibuk mengumpulkan daun jati kering di halaman belakang. Seorang tetangga sempat melihat korban menyalakan api pada tumpukan daun. Tidak lama berselang, tetangga tersebut mendengar suara letupan dan melihat api membesar secara tiba-tiba.

Beberapa warga yang berusaha mendekat mengaku kesulitan karena panas api yang menyengat. Mereka kemudian berupaya memadamkan api dengan air dan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Setelah api berhasil dikendalikan, warga menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka bakar cukup parah di sekujur tubuh.

Faktor Pemicu

Petugas kepolisian yang datang ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan unsur kesengajaan dalam peristiwa ini. Polisi menduga kejadian murni akibat kelalaian dan kondisi cuaca yang panas. Angin kencang menjadi faktor utama yang membuat api menyebar cepat dan tidak terkendali.

Tumpukan daun jati kering yang mudah terbakar turut mempercepat penyebaran api. Ditambah lagi, lokasi pembakaran berada di area terbuka tanpa sekat sehingga api dengan mudah menjalar. Petugas mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama di musim kemarau.

Respons Warga dan Pihak Berwenang

Kepala desa setempat menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa warganya. Ia mengaku telah mengingatkan warga secara berkala agar tidak membakar sampah sembarangan, terlebih saat angin bertiup kencang. Namun, kebiasaan membakar daun masih sulit dihilangkan karena dianggap cara paling praktis membersihkan pekarangan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah atau daun kering sendirian, terutama bagi warga lanjut usia. Jika memang harus membakar, sebaiknya dilakukan bersama-sama dan jauh dari material yang mudah terbakar. Warga juga diminta menyiapkan air atau alat pemadam sederhana sebagai antisipasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas sederhana seperti membakar daun bisa berubah menjadi bencana jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Korban yang tinggal sendiri tanpa pengawasan menjadi lebih rentan terhadap risiko kecelakaan. Pihak keluarga telah menerima jenazah korban untuk dimakamkan sesuai prosesi adat setempat.

Imbauan Keselamatan

Dinas pemadam kebakaran setempat mencatat peningkatan laporan kebakaran lahan dan sampah selama musim kemarau. Sebagian besar kasus dipicu oleh pembakaran terbuka yang dilakukan tanpa pengawasan. Masyarakat diharapkan beralih ke metode pengelolaan sampah yang lebih aman, seperti mengubur atau mengolah menjadi kompos.

Bagi warga lanjut usia yang tinggal sendiri, keluarga dan tetangga diminta lebih aktif mengawasi aktivitas sehari-hari. Komunikasi antarwarga juga penting untuk mencegah kejadian serupa terulang. Peristiwa yang menimpa nenek 74 tahun ini diharapkan menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti terjebaknya korban dalam kobaran api. Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga setelah proses identifikasi selesai. Warga sekitar masih diliputi duka atas kepergian korban yang dikenal ramah dan aktif di lingkungan tempat tinggalnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter