Nindya Karya Sampaikan Duka Cita, Dampingi Keluarga Korban Insiden
Perusahaan konstruksi Nindya Karya menunjukkan kepeduliannya terhadap keluarga korban insiden yang menimpara sejumlah pekerja proyek. Dalam kunjungan terpisah, tim perusahaan yang dipimpin oleh direktur utama menyampaikan duka cita serta memberikan dukungan moril kepada para keluarga yang ditinggalkan.
Insiden yang menewaskan beberapa pekerja proyek terjadi pada Rabu lalu di lokasi pembangunan gedung perkantoran di Jakarta Selatan. Menurut informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi ketika struktur konstruksi runtuh tiba-tiba saat proses pemasangan baja berlangsung. Enam pekerja tewas di tempat, sementara dua lainnya mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Dukungan Lengkap Diberikan
Dalam siaran pers yang diterima, Nindya Karya menyatakan telah memberikan dukungan lengkap kepada keluarga korban. "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpara rekan-rekan kami yang telah berpulang. Untuk keluarga yang ditinggalkan, kami akan memberikan bantuan finansial selain biaya pemakaman," ujar Direktur Utama Nindya Karya, Budi Santoso dalam keterangannya.
Perusahaan juga menjamin seluruh biaya pengobatan untuk para pekerja yang selamat dalam insiden tersebut. Selain itu, Nindya Karya juga membentuk tim khusus untuk membantu proses administrasi serta koordinasi dengan pihak berwenang terkait penyelidikan insiden tersebut.
Proses Penyelidikan Dimulai
Badan Penyelidikan Keamanan Sipil (KNKT) telah memulai proses investigasi untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Tim penyelidiki dari KNKT telah mengambil keterangan dari saksi mata, termasuk pekerja lain yang sedang berada di lokasi saat kejadian.
Menurut Fauzi, hasil sementara penyelidikan menunjukkan adanya indikasi pelanggaran prosedur keselamatan dalam pelaksanaan pekerjaan. "Ada beberapa tahap pekerjaan yang seharusnya memerlukan izin khusus sebelum dilaksanakan, namun dari keterangan saksi, tahap tersebut dilakukan tanpa persiapan yang memadai," ujarnya.
Respons Perusahaan dan Pemerintah
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan pemerintah akan memastikan semua pihak bertanggung jawab atas insiden tersebut. "Kami tidak akan mengizinkan adanya praktik-praktik yang mengabaikan keselamatan pekerja. Insiden ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh pelaku industri konstruksi di Indonesia," ujarnya.
Nindya Karya sebagai perusahaan BUMN yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun ini menyatakan akan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam pelanggaran keselamatan. "Kami telah melakukan sanksi internal terhadap mandor yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan di lokasi kejadian. Selain itu, kami juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proyek yang sedang berjalan," tambah Budi Santoso.
Komitmen pada Keselamatan Kerja
Dalam kesempatan terpisah, Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) menyatakan akan memperketah supervisi terhadap pelaksanaan proyek anggota-anggotanya. "Kami akan memastikan setiap anggota mengikuti standar keselamatan yang berlaku. Keselamatan pekerja adalah prioritas utama," kata Ketua Umum AKI, Eko Santoso.
Kelompok advokasi pekerja, Serikat Buruh Konstruksi Indonesia (SBKI), meminta agar pemerintah segera menindak perusahaan-perusahaan yang terbukti melanggar standar keselamatan. "Kasus ini bukan kali pertama terjadi. Kami meminta agar ada sanksi yang tegas agar tidak terulang lagi," ucap Ketua SBKI, Hendrawan.
Sementara itu, keluarga korban masih berduka namun mengapresiasi respons yang diberikan oleh perusahaan. "Kami harap insiden ini tidak terulang lagi dan keluarga korban mendapat keadilan yang layak," kata salah satu kerabat korban yang enggan menyebutkan namanya.
Komentar (0)