01, 2026
Nasional

Nurisa Dian Ashrifah Cetak Sejarah Compound Indonesia

Nurisa Dian Ashrifah meraih medali emas Asian Games 2026. Hasil itu sekaligus mencetak sejarah perjalanan compound Indonesia di multievent terbesar di Asia.]]>

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Nurisa Dian Ashrifah Cetak Sejarah Compound Indonesia

Nurisa Dian Ashrifah Cetak Sejarah Compound Indonesia

Atlet panahan Indonesia Nurisa Dian Ashrifah mencatatkan sejarah baru bagi dunia panahan nasional. Ia menjadi pemanah putri Indonesia pertama yang berhasil menembus babak final nomor compound perorangan putri pada ajang kejuaraan dunia panahan yang digelar di Berlin, Jerman. Capaian tersebut sekaligus menempatkan namanya sebagai salah satu pemanah compound terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.

Perjalanan Nurisa menuju babak puncak tidak berlangsung mudah. Sejak babak kualifikasi, ia harus bersaing dengan puluhan pemanah terbaik dari berbagai negara yang memiliki peringkat dunia jauh di atasnya. Meski demikian, konsistensi dan ketenangan yang ditunjukkan sepanjang pertandingan membuatnya mampu melewati setiap rintangan yang ada.

Pada babak kualifikasi, Nurisa menempati posisi yang cukup kompetitif. Skor yang ia kumpulkan membuatnya lolos ke babak gugur tanpa harus melewati jalur wild card. Modal tersebut kemudian ia manfaatkan dengan baik ketika menghadapi lawan-lawan tangguh di babak eliminasi.

Melaju Konsisten sejak Babak Eliminasi

Babak eliminasi menjadi pembuktian kualitas Nurisa. Di putaran awal, ia berhasil mengalahkan pemanah tuan rumah dengan selisih skor yang cukup meyakinkan. Dukungan penonton tuan rumah yang memadati arena tidak membuatnya kehilangan fokus. Sebaliknya, tekanan justru membuatnya tampil lebih tenang dan terukur.

Memasuki babak perempat final, tantangan yang dihadapi semakin berat. Nurisa berhadapan dengan pemanah peringkat sepuluh besar dunia asal Eropa. Pertandingan berlangsung ketat hingga set terakhir. Berkat akurasi anak panah yang terjaga, ia akhirnya berhak melaju ke babak semifinal.

Di babak semifinal, Nurisa kembali menunjukkan kelasnya. Ia mengalahkan wakil Asia Timur dengan skor yang tidak terpaut jauh. Kemenangan tersebut memastikan tiket ke babak final sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai pemanah putri Indonesia pertama yang mencapai babak puncak di nomor compound perorangan pada level kejuaraan dunia.

Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia menyebut capaian Nurisa sebagai tonggak penting bagi pembinaan atlet nasional. Menurut mereka, prestasi tersebut membuktikan bahwa program pelatihan yang dijalankan selama ini berjalan ke arah yang tepat. Selain itu, hasil ini diharapkan dapat memacu semangat pemanah-pemanah muda di daerah untuk menekuni nomor compound.

Nomor Compound Kian Diperhitungkan

Nomor compound memang bukan kategori yang pertama kali diperkenalkan dalam dunia panahan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, popularitasnya terus meningkat, termasuk di Indonesia. Jumlah peserta kejuaraan nasional yang turun di nomor ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan lima tahun lalu.

Perkembangan tersebut tidak lepas dari sederet prestasi yang diraih atlet-atlet Indonesia di tingkat regional maupun internasional. Sejumlah medali pada ajang SEA Games dan kejuaraan Asia menjadi bukti bahwa pemanah compound Indonesia mampu bersaing di pentas global. Prestasi Nurisa menambah panjang daftar capaian tersebut.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai pembinaan nomor compound masih menghadapi sejumlah kendala. Ketersediaan peralatan yang memadai serta keterbatasan jumlah pelatih bersertifikat menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian. Tanpa dukungan yang berkelanjutan, prestasi serupa dikhawatirkan sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

Dari sisi teknis, nomor compound memang menuntut tingkat presisi yang sangat tinggi. Pemanah harus mampu menjaga stabilitas tubuh, konsentrasi, serta ritme tarikan busur yang konsisten. Faktor angin dan kondisi cuaca juga berpengaruh besar terhadap hasil tembakan. Karena itu, pengalaman bertanding di berbagai negara menjadi modal penting bagi setiap atlet.

Fokus pada Partai Puncak

Menjelang babak final, Nurisa mengaku tetap berusaha menjaga kondisi fisik dan mentalnya. Ia menyebut partai puncak akan menjadi ujian tersendiri karena lawan yang dihadapi memiliki pengalaman bertanding di level tertinggi. Meski begitu, ia menegaskan akan tampil maksimal dan tidak ingin terbebani oleh target yang berlebihan.

Pelatih tim nasional menilai kunci keberhasilan Nurisa terletak pada kedisiplinan latihan dan kemampuan mengendalikan emosi. Menurutnya, secara teknis banyak pemanah memiliki kualitas yang setara. Yang membedakan adalah kemampuan bertahan di bawah tekanan, terutama ketika pertandingan berlangsung ketat hingga set penentuan.

Apa pun hasil yang diraih pada babak final nanti, pencapaian Nurisa Dian Ashrifah sudah tercatat dalam sejarah panahan Indonesia. Ia tidak hanya membuka jalan bagi pemanah putri di nomor compound, tetapi juga memberikan harapan baru bagi perkembangan olahraga panahan tanah air. Prestasi ini diharapkan menjadi titik awal bagi lahirnya lebih banyak atlet berprestasi di masa depan.

Perjalanan Nurisa juga menjadi pengingat bahwa pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang, mulai dari pencarian bakat di daerah, pembinaan berjenjang, hingga kesempatan bertanding di level internasional. Dengan ekosistem yang mendukung, peluang Indonesia melahirkan pemanah kelas dunia akan semakin terbuka lebar.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter