08, 2026
Olahraga

Ole Romeny: Gairah Suporter Indonesia Beda dengan Eropa

Ole Romeny membahas gairah suporter Timnas Indonesia. Pemain berusia 26 tahun itu membandingkan dengan suporter di Eropa.]]>

Budi Gunawan
Budi Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ole Romeny: Gairah Suporter Indonesia Beda dengan Eropa

Ole Romeny: Gairah Suporter Indonesia Beda dengan Eropa

Kepala Akademi Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) Ole Romeny mengakui bahwa ada perbedaan mendasar dalam budaya suporter antara Indonesia dengan negara-negara Eropa. Menurutnya, gairah dan semangat suporter Indonesia memiliki ciri khas yang berbeda meskipun sama-sama memiliki dedikasi tinggi terhadap tim kesayangannya.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, Romeny menjelaskan bahwa budaya suporter di Indonesia lebih bersifat emosional dan spontan. "Suporter Indonesia menunjukkan dukungannya dengan sangat terbuka dan penuh emosi. Mereka tidak segan menyanyikan lagu-lagu mars atau meneriakkan teriakan dukungan sepanjang pertandingan," ujarnya.

Perbedaan Pendekatan dan Ekspresi

Romeny yang memiliki pengalaman melatih di beberapa negara Eropa mengungkapkan bahwa suporter di benua biru cenderung lebih terstruktur dalam mendukung timnya. "Di Eropa, suporter biasanya memiliki sektor khusus dan lagu-lagu tertentu yang menjadi identitas mereka. Mereka lebih terorganisir dalam mengekspresikan dukungan," jelasnya.

Menurutnya, perbedaan ini bukan berarti salah satu lebih unggal dari yang lain. "Setiap budaya memiliki keunikan tersendiri. Yang penting adalah bagaimana suporter dapat menjadi kekuatan ke-12 bagi tim," tambah Romeny.

Potensi Suporter Indonesia

Mengakui potensi besar yang dimiliki oleh suporter Indonesia, Romeny menilai bahwa semangat mereka perlu diarahkan dengan baik. "Darah muda dan energi yang dimiliki suporter Indonesia luar biasa. Jika diarahkan dengan benar, mereka bisa menjadi faktor penting dalam perkembangan sepak bola Indonesia," ujarnya penuh optimis.

Ia mencontohkan bagaimana suporter Indonesia mampu menciptakan atmosfer pertandingan yang hidup. "Ketika suporter Indonesia mendukung tim, mereka benar-benar mampu mengubah suasana di lapangan. Energi positif ini bisa memberi motivasi tambahan bagi pemain," tambahnya.

Tantangan dalam Mengelola Gairah

Di sisi lain, Romeny juga mengingatkan tentang pentingnya mengelola gairah suporter agar tidak berujung pada hal negatif. "Kita perlu mengedukasi suporter tentang cara mendukung tim yang positif dan sportif. Gairah harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas sepak bola, bukan untuk menciptakan konflik," tegasnya.

Ia mengapresiasi upaya PSSI dalam membentuk suporter bertanggung jawab melalui berbagai program edukasi. "PSSI sudah melakukan langkah tepat dengan program suporter sehat. Ini perlu terus dikembangkan agar semangat positif terus berkembang," ucapnya.

Harapan untuk Masa Depan

Sebagai mantan pemain dan pelatih yang pernah merasakan atmosfer pertandingan di Eropa, Romeny berharap suporter Indonesia dapat mengambil hal positif dari budaya suporter Eropa tanpa kehilangan identitas sendiri. "Kita bisa belajar disiplin dan terorganisasi dari suporter Eropa, tetapi jangan lupa keunikan dan semangat khas Indonesia yang sudah menjadi kekuatan tersendiri," pungkasnya.

Dengan memadukan gairah khas Indonesia dengan disiplin dan struktur dari pengalaman Eropa, Romeny yaitu suporter Indonesia akan semakin menjadi kebanggaan nasional dan faktor penting dalam kemajuan sepak bola Tanah Air.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Gunawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter