08, 2026
Olahraga

Terpopuler: Dukun Thailand Jampi-jampi Skuad Garuda, Ucapan Haru Adiba Khanza, Anggun Dinyinyir Netizen

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/06/6ac525b5e328a-pria-diduga-dukun-thailand-lakukan-ritual-ke-skuad-garuda_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Dukun Thailand Jampi-jampi Skuad Garuda

Seorang pria yang diduga merupakan dukun asal Thailand menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar luas, pria tersebut terlihat melakukan ritual tertentu yang diyakini sebagai upaya memberikan "jampi-jampi" kepada Skuad Garuda, julukan tim nasional Indonesia. Aksi itu diduga dilakukan menjelang laga penting antara Indonesia dan Thailand dalam ajang sepak bola regional.

Rekaman berdurasi singkat itu memperlihatkan pria berpakaian tradisional dengan atribut khas negeri Gajah Putih. Ia tampak membaca mantra sambil menggerakkan tangan ke arah foto atau benda yang diasosiasikan dengan tim Indonesia. Sejumlah warganet menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kepercayaan supranatural yang masih melekat di sebagian kalangan, meski dianggap tidak masuk akal dalam dunia olahraga modern.

Pengamat sepak bola menilai fenomena ini justru mencerminkan tingginya tensi pertandingan antara Indonesia dan Thailand. Rivalitas kedua negara di lapangan hijau memang kerap memanas, baik di level senior maupun kelompok umur. Namun, mereka menegaskan bahwa hasil pertandingan tetap ditentukan oleh kualitas pemain, strategi pelatih, dan kondisi fisik tim, bukan oleh praktik mistis.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak federasi sepak bola Indonesia maupun Thailand terkait video tersebut. Sejumlah penggemar sepak bola nasional memilih merespons dengan santai dan menjadikannya bahan lelucon di media sosial, sementara sebagian lain menganggapnya sebagai bentuk provokasi yang tidak perlu ditanggapi serius.

Ucapan Haru Adiba Khanza

Nama Adiba Khanza kembali menjadi perbincangan hangat setelah menyampaikan ucapan yang menyentuh hati. Putri almarhum Ustadz Jefri Al Buchori itu menyampaikan pesan emosional yang membuat banyak pengikutnya di media sosial ikut terbawa suasana. Dalam unggahannya, ia berbicara tentang makna kehilangan, keteguhan hati, dan pentingnya menjaga hubungan dengan keluarga.

Ucapan tersebut dinilai banyak pihak sebagai pengingat bahwa setiap orang memiliki luka dan perjuangan yang tidak selalu terlihat di permukaan. Adiba, yang dikenal sebagai figur publik dengan citra santun, kerap membagikan momen refleksi diri di akun media sosialnya. Kali ini, pesannya mendapat respons beragam, mulai dari dukungan, doa, hingga cerita pribadi dari warganet yang merasa terhubung dengan isi ucapannya.

Pengamat komunikasi digital menilai fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial masih bisa menjadi ruang berbagi empati, bukan sekadar ajang pamer atau perdebatan. Ucapan yang jujur dan personal cenderung lebih mudah diterima audiens dibandingkan konten yang dibuat sekadar mengejar popularitas. Hal itu pula yang membuat unggahan Adiba cepat menyebar dan menuai simpati.

Meski demikian, sejumlah warganet mengingatkan agar momen haru tersebut tidak dibawa ke ranah politik atau komersial. Mereka berharap pesan kemanusiaan tetap dijaga sebagai refleksi bersama, bukan alat untuk kepentingan tertentu. Adiba sendiri belum memberikan keterangan tambahan terkait respons publik atas ucapannya.

Anggun Dinyinyir Netizen

Penyanyi Anggun Cipta Sasmi menjadi sasaran nyinyiran warganet setelah sebuah pernyataan atau penampilannya dianggap tidak sesuai ekspektasi sebagian publik. Kritik tersebut muncul di berbagai platform media sosial dan dengan cepat menjadi topik populer. Sebagian netizen menyoroti gaya komunikasi, pilihan busana, hingga sikap Anggun yang dinilai berbeda dari citra yang melekat pada dirinya selama ini.

Anggun dikenal sebagai penyanyi yang meniti karier di kancah internasional dan lama berdomisili di luar negeri. Perjalanan kariernya membuatnya memiliki cara pandang yang kerap dianggap tidak selaras dengan selera sebagian masyarakat Indonesia. Perbedaan itu menjadi bahan perdebatan, terutama ketika ia tampil di acara yang disiarkan secara luas.

Kritik terhadap figur publik memang bukan hal baru di era digital. Namun, pengamat media mengingatkan bahwa nyinyiran yang berlebihan bisa berujung pada perundungan siber. Mereka mendorong publik untuk menyampaikan pendapat secara santun dan fokus pada substansi, bukan menyerang pribadi. Sebaliknya, figur publik juga diharapkan mampu mengelola kritik dengan kepala dingin.

Sejumlah penggemar Anggun membela idolanya dan menilai kritik tersebut tidak berdasar. Mereka menegaskan bahwa setiap orang berhak memiliki gaya dan pandangan sendiri, termasuk artis yang berkarier lintas negara. Hingga kini, Anggun belum memberikan tanggapan resmi atas gelombang komentar yang ditujukan kepadanya.

Dinamika Pemberitaan Hiburan dan Olahraga

Ketiga topik tersebut menunjukkan bagaimana perhatian publik di Indonesia mudah teralih pada peristiwa yang bersifat viral. Isu sepak bola, cerita personal figur publik, dan kritik terhadap artis menjadi konsumsi harian warganet. Media pun dituntut menyajikan informasi secara cepat tanpa mengorbankan akurasi dan keberimbangan.

Dalam konteks sepak bola, isu ritual mistis sebaiknya tidak mengaburkan pembahasan soal pembinaan atlet dan tata kelola kompetisi. Sementara pada ranah hiburan, pesan haru dan kritik publik perlu ditempatkan secara proporsional agar tidak berubah menjadi kegaduhan yang merugikan semua pihak. Pembaca diharapkan menyaring informasi dan tidak langsung mempercayai klaim yang belum terverifikasi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter