29, 2026
Nasional

Pantau Progres Pemulihan Pascabencana Sumatera, Menko PMK Apresiasi Satgas PRR

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/29/6ae32ec5cc729-menko-sugiono-dan-mendagri-tito-mengunjungi-posko-nasional-satgas-prr-pascabencana-sumatera-di-jakarta_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Lestari Purnama
Lestari Purnama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pantau Progres Pemulihan Pascabencana Sumatera, Menko PMK Apresiasi Satgas PRR

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kesejahteraan (Menko PMK) Sugiono mengunjungi Posko Nasional Satgas Pemulihan dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau langsung progres pemulihan wilayah yang terdampak gempa bumi dan tsunami di Jawa Barat serta Banten beberapa waktu lalu. Dalam kunjungannya, Menko PMK memberikan apresiasi kepada seluruh tim satgas yang telah bekerja keras dalam membantu proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Menko PMK Sugiono menyampaikan bahwa pemulihan pasca bencana membutuhkan sinergi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait. "Saya melihat ada komitmen yang tinggi dari semua pihak dalam memulihkan kondisi masyarakat terdampak bencana. Ini adalah pekerjaan yang tidak mudah, tetapi dengan kerja sama yang baik, kita yakin dapat memulihkan kehidupan masyarakat dengan lebih cepat," ujar Sugiono saat ditemui di Posko Nasional Satgas PRR, Jakarta, Kamis (28/10/2026).

Satgas PRR dibentuk khusus untuk mengkoordinasikan berbagai upaya pemulihan di wilayah yang terdampak bencana. Tim ini terdiri dari unsur-unsur dari kementerian/lembaga pemerintah, pemerintah daerah, serta mitra pembangunan. Tugas utama satgas ini adalah memastikan bahwa proses pemulihan berjalan secara terencana, terkoordinasi, dan tepat sasar.

Upaya Pemulihan yang Telah Dilakukan

Dalam beberapa bulan terakhir, Satgas PRR telah melaksanakan berbagai program pemulihan. Beberapa program yang telah berhasil dilaksanakan antara lain penyediaan tempat tinggal sementara bagi korban bencana, rehabilitasi fasilitas kesehatan, serta pemulihan infrastruktur vital seperti jalan jaringan utama dan fasilitas air bersih.

"Kita telah menyelesaikan pembangunan 1.500 unit rumah sementara yang tersebar di beberapa titik wilayah terdampak. Selain itu, 20 puskesmas dan 50 sekolah juga telah direhabilitasi agar masyarakat dapat kembali mengakses layanan kesehatan dan pendidikan dengan normal," jelas Kepala Satgas PRR, Budi Santoso.

Menurut Budi, selain rehabilitasi fisik, satgas juga memberikan perhatian khusus pada pemulihan psikososial masyarakat. "Bencana tidak hanya merusak fisik, tetapi juga memberikan dampak psikologis yang mendalam. Oleh karena itu, kita melibatkan tim psikolog dan konselor untuk membantu masyarakat mengatasi trauma pasca bencana," tambahnya.

Tantangan yang Dihadapi

Meski telah banyak dilakukan, proses pemulihan masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan anggaran yang dialokasikan untuk pemulihan. "Kita butuh dukungan lebih dari semua pihak, baik dari pemerintah pusat maupun swasta, agar pemulihan dapat berjalan maksimal," ujar Budi.

Selain itu, tantangan lain adalah koordinasi antar pihak yang terlibat. Dalam skala yang besar, pemulihan bencana melibatkan banyak pihak yang memiliki tugas dan fungsi berbeda. "Kita terus berupaya memastikan semua program berjalan sinergis dan tidak ada tumpang tindih. Untuk itu, komunikasi yang intensif antar pihak sangat diperlukan," jelasnya.

Target Pemulihan

Menko PMK Sugiono menargetkan seluruh program pemulihan dapat terselesaikan dalam waktu dua tahun ke depan. Target ini disusun berdasarkan evaluasi kondisi wilayah terdampak dan kapasitas sumber daya yang tersedia.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah berencana menambah alokasi anggaran serta mempercepat proses pembangunan infrastruktur. "Kita akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang paling mendesah terlebih dahulu, seperti jalan akses, fasilitas kesehatan, dan fasilitas pendidikan. Setelah itu, kita akan fokus pada pemulihan ekonomi masyarakat," jelasnya.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan proses pemulihan di wilayah terdampak bencana dapat berjalan lancar dan masyarakat dapat segera pulih kembali dari musibah yang dialami. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau dan memastikan bahwa setiap program pemulihan berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Purnama

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter