24, 2026
Nasional

Pedagang Pasar Taman Puring Bakal Direlokasi ke Lenteng Agung

Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengumumkan revitalisasi Pasar Taman Puring menjadi Taman Setara. Pedagang akan direlokasi ke Lenteng Agung.]]>

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pedagang Pasar Taman Puring Bakal Direlokasi ke Lenteng Agung

Perumda Pasar Jaya berencana merelokasi pedagang Pasar Taman Puring di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ke kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa. Rencana ini menjadi perhatian ratusan pedagang yang selama puluhan tahun menggantungkan penghasilan dari pasar yang dikenal sebagai sentra kain dan pakaian jadi tersebut. Relokasi disebut sebagai bagian dari penataan aset daerah dan upaya menghadirkan pasar yang lebih layak, tertib, serta sesuai dengan ketentuan tata ruang.

Alasan di Balik Rencana Relokasi

Menurut keterangan Perumda Pasar Jaya, pemindahan pedagang dari Pasar Taman Puring tidak dilakukan secara mendadak. Rencana tersebut berangkat dari kajian atas kondisi bangunan pasar yang dinilai sudah tua dan tidak memenuhi standar pelayanan minimal. Sejumlah persoalan klasik disebut menjadi dasar, mulai dari sirkulasi udara yang buruk, jalur evakuasi yang sempit, hingga instalasi listrik yang perlu diperbarui.

Selain itu, lahan Pasar Taman Puring berada di kawasan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan masuk dalam rencana penataan kawasan. Pemerintah daerah menilai pemanfaatan lahan perlu dioptimalkan agar memberi manfaat lebih besar, baik bagi pedagang maupun bagi kepentingan publik yang lebih luas. Perumda Pasar Jaya menegaskan bahwa relokasi bukan bentuk penggusuran, melainkan pemindahan aktivitas dagang ke lokasi yang disiapkan dengan fasilitas lebih memadai.

Lenteng Agung dipilih karena dinilai memiliki lahan yang cukup, akses jalan yang lebar, serta konektivitas angkutan umum yang memadai. Kawasan itu juga dianggap masih memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang baik, seiring berkembangnya permukiman dan pusat pendidikan di sekitarnya.

Fasilitas dan Daya Tampung Lokasi Baru

Perumda Pasar Jaya menyebut lokasi baru di Lenteng Agung akan disiapkan dengan tata letak yang lebih tertata. Kios dan los akan dibagi berdasarkan jenis dagangan agar pengunjung mudah menemukan barang yang dicari. Pasar juga akan dilengkapi area bongkar muat, lahan parkir, toilet, musala, serta sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.

Daya tampung lokasi baru diklaim mampu menampung seluruh pedagang yang saat ini berjualan di Pasar Taman Puring, termasuk pedagang yang menempati area pinggir jalan. Pendataan pedagang menjadi langkah awal yang dijalankan untuk memastikan setiap pedagang memperoleh tempat sesuai dengan hak dan riwayat berdagangnya.

Perumda Pasar Jaya juga menjanjikan tarif sewa pada tahap awal tidak memberatkan pedagang. Skema keringanan akan diberlakukan sebagai masa transisi, dengan harapan pedagang dapat menyesuaikan diri sebelum diberlakukan tarif normal. Selain itu, akan ada pendampingan bagi pedagang yang membutuhkan bantuan permodalan agar dapat melanjutkan usaha di lokasi baru.

Kekhawatiran Pedagang Soal Pelanggan

Di sisi lain, sejumlah pedagang menyampaikan kekhawatiran. Persoalan utama bukan sekadar tempat berjualan, melainkan hilangnya basis pelanggan yang selama ini datang ke Taman Puring. Pasar tersebut telah lama menjadi rujukan pembeli kain, seragam sekolah, bahan tekstil, hingga perlengkapan menjahit dari berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Para pedagang menilai karakter pasar terbentuk dari kebiasaan pembeli yang sudah bertahun-tahun terbentuk. Pemindahan lokasi dikhawatirkan memutus rantai pelanggan tersebut, terutama bagi pedagang yang mengandalkan pembeli langganan dan transaksi grosir. Jarak tempuh yang lebih jauh dari pusat kota juga dinilai berpotensi menurunkan jumlah kunjungan.

Karena itu, pedagang meminta sosialisasi dilakukan secara terbuka dan bertahap. Mereka berharap ada kepastian jadwal, kejelasan luas tempat usaha, serta jaminan bahwa harga sewa tidak melonjak setelah relokasi. Sejumlah pedagang juga meminta pemerintah menyiapkan angkutan khusus pada masa awal perpindahan agar pembeli tetap dapat menjangkau lokasi baru.

Tahapan dan Antisipasi Dampak

Perumda Pasar Jaya menyatakan relokasi akan dijalankan melalui beberapa tahap. Tahap awal berupa pendataan dan verifikasi pedagang, dilanjutkan sosialisasi mengenai tata letak, tarif, serta aturan pengelolaan pasar. Setelah itu baru dilakukan perpindahan secara bertahap agar aktivitas dagang tidak terhenti sekaligus.

Pemerintah daerah juga diminta mengantisipasi dampak lanjutan, khususnya munculnya pedagang liar di sekitar lokasi lama setelah pasar ditinggalkan. Penataan kawasan bekas pasar perlu dilakukan agar tidak menimbulkan persoalan baru, seperti kemacetan dan gangguan ketertiban di kawasan Kebayoran Baru.

Pengamat tata kota mengingatkan bahwa keberhasilan relokasi tidak diukur dari selesainya pemindahan fisik, melainkan dari keberlanjutan usaha pedagang di lokasi baru. Keterlibatan pedagang dalam pengambilan keputusan, transparansi data, dan kepastian fasilitas disebut menjadi kunci agar kebijakan ini tidak berujung pada penurunan kesejahteraan.

Hingga kini, pembahasan antara Perumda Pasar Jaya, pemerintah kota, dan perwakilan pedagang masih berlangsung. Kedua pihak menyatakan kesepakatan akhir akan diumumkan setelah seluruh masukan ditampung, dengan penekanan bahwa relokasi diarahkan pada perbaikan layanan pasar dan perlindungan terhadap mata pencaharian pedagang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter