07, 2026
Teknologi

Pedagang Setu Babakan Jaksel Setuju Lapak Dibongkar, Harap Bisa Jualan Lagi

Pemerintah Kota Jakarta Selatan menata kawasan Setu Babakan. Warga setuju lapaknya dibongkar, namun mereka berharap tetap bisa berjualan usai penataan rampung.]]>

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pedagang Setu Babakan Jaksel Setuju Lapak Dibongkar, Harap Bisa Jualan Lagi

Sejumlah pedagang di kawasan Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menyatakan kesediaannya untuk membongkar lapak dagangan mereka. Kesediaan itu disampaikan dengan satu harapan utama: mereka dapat kembali berjualan setelah penataan kawasan selesai dilakukan.

Kesediaan tersebut muncul di tengah proses penataan yang tengah berjalan di kawasan yang dikenal sebagai pusat pelestarian budaya Betawi itu. Pemerintah kota bersama instansi terkait menata ulang area dagangan agar lebih tertib, bersih, dan tertata, sekaligus menyesuaikan dengan fungsi kawasan sebagai destinasi wisata budaya.

Latar Belakang Penataan Kawasan Setu Babakan

Setu Babakan selama ini menjadi ikon kawasan Betawi di Jakarta Selatan. Kawasan ini tidak hanya dikenal karena danau buatan dan kawasan konservasi budaya Betawi, tetapi juga karena deretan lapak pedagang yang menjual beragam kuliner khas, mulai dari kerak telor, bir pletok, dodol, hingga aneka jajanan pasar.

Seiring bertambahnya kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun, keberadaan lapak pedagang yang tumbuh organik di sepanjang area dinilai perlu ditata. Penataan dilakukan untuk memperbaiki wajah kawasan, memperlancar sirkulasi pengunjung, serta menertibkan pedagang agar berada pada zonasi yang telah ditetapkan.

Sejumlah pedagang mengaku telah menerima sosialisasi mengenai rencana pembongkaran lapak. Meski secara ekonomi berdampak pada hilangnya sumber penghasilan sementara, mereka memahami bahwa penataan bertujuan untuk kepentingan bersama.

Pedagang Berharap Dapat Berjualan Kembali

Harapan terbesar para pedagang adalah kepastian untuk kembali berdagang di lokasi yang telah ditata. Mereka menginginkan adanya relokasi sementara maupun jaminan tempat usaha baru yang tidak jauh dari kawasan Setu Babakan.

Beberapa pedagang menyebut bahwa lapak dagangan merupakan sumber penghasilan utama keluarga. Bagi sebagian dari mereka, berjualan di kawasan wisata Setu Babakan telah dilakukan bertahun-tahun, bahkan ada yang sejak puluhan tahun lalu.

Karena itu, mereka berharap proses pembongkaran disertai dengan mekanisme pendataan yang rapi, sehingga pedagang lama tetap mendapat prioritas untuk menempati lapak baru. Pendataan dinilai penting agar tidak terjadi tumpang tindih kepemilikan atau perpindahan lapak kepada pihak lain.

Dampak Ekonomi Selama Proses Pembongkaran

Pembongkaran lapak pasti berdampak pada pendapatan harian pedagang. Selama proses penataan berlangsung, sebagian pedagang terpaksa menghentikan aktivitas jualan, mengurangi jam operasional, atau mencari lokasi sementara.

Situasi ini membuat para pedagang berharap proses pembangunan kembali dapat berjalan cepat dan sesuai jadwal. Semakin lama proses penataan, semakin besar kerugian ekonomi yang harus ditanggung.

Selain itu, pedagang juga meminta adanya komunikasi yang transparan mengenai jadwal pembongkaran, jadwal pembangunan, serta jadwal pengisian kembali lapak. Kejelasan informasi dinilai dapat membantu mereka mengatur rencana usaha dan keuangan keluarga.

Dukungan terhadap Penataan yang Lebih Tertib

Meski terdampak secara ekonomi, sebagian pedagang mengakui bahwa penataan memang dibutuhkan. Kondisi lapak yang tumbuh tanpa perencanaan membuat kawasan terlihat kurang rapi, terutama pada jam-jam sibuk kunjungan wisatawan.

Dengan penataan, diharapkan muncul kawasan kuliner yang lebih terorganisasi, memiliki drainase yang baik, akses pejalan kaki yang nyaman, serta standar kebersihan yang terjaga. Hal ini pada gilirannya dapat meningkatkan daya tarik wisatawan dan berdampak positif pada pendapatan pedagang.

Konsep penataan umumnya mencakup penyeragaman bentuk lapak, penataan zonasi berdasarkan jenis dagangan, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti tempat sampah, penerangan, dan area duduk bagi pengunjung.

Peran Kawasan Setu Babakan sebagai Destinasi Wisata Budaya

Setu Babakan memiliki peran penting sebagai kawasan pelestarian budaya Betawi. Berbagai kegiatan seni dan budaya rutin digelar di kawasan ini, mulai dari pertunjukan lenong, topeng betawi, gambang kromong, hingga pelatihan tari dan silat tradisional Betawi.

Keberadaan kuliner khas Betawi menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman wisata di kawasan tersebut. Wisatawan yang datang tidak hanya menikmati pemandangan danau dan pertunjukan budaya, tetapi juga mencicipi makanan khas yang dijual para pedagang.

Karena itu, penataan lapak pedagang perlu memperhatikan aspek pelestarian budaya. Kuliner Betawi yang dijual pedagang merupakan daya tarik tersendiri yang memperkuat identitas kawasan.

Harapan Pedagang ke Depan

Para pedagang berharap pemerintah kota dan pengelola kawasan dapat memastikan bahwa setelah penataan selesai, mereka tetap menjadi bagian dari kawasan tersebut. Mereka menginginkan kepastian hukum atas tempat usaha, misalnya berupa surat izin penempatan atau perjanjian sewa yang jelas.

Selain itu, pedagang berharap adanya pendampingan usaha, seperti pelatihan pengemasan produk, pemasaran digital, dan pengelolaan keuangan, agar pendapatan mereka meningkat setelah menempati lapak baru.

Dengan adanya kesediaan pedagang untuk membongkar lapak dan harapan untuk dapat berjualan kembali, proses penataan Kawasan Setu Babakan diharapkan berjalan lancar. Kunci keberhasilannya terletak pada komunikasi yang baik, kepastian jadwal, serta komitmen semua pihak untuk mengembalikan pedagang ke lokasi usaha yang lebih tertata.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter