17, 2026
Ekonomi

Pejabat Zalim Meninggal Dunia, Warga Ogah Gotong Mayatnya

Kisah kelam Qiu Zuguan, pejabat VOC yang dibenci rakyat karena kebijakan pajak menindas. Pemakamannya pun tanpa penghormatan.]]>

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pejabat Zalim Meninggal Dunia, Warga Ogah Gotong Mayatnya

Pejabat Terdakwa Korupsi Meninggal, Warga Menolak Menangani Mayatnya

Seorang pejabat tinggi yang sedang menjalani proses hukum karena kasus korupsi ditemukan tewas dalam sel tahanan di sebuah rumah tahanan negara pada Rabu pagi. Kematian Bupati Wijaya (58) tersebut langsung menuai kontroversi ketika keluarga dan warga setempat menolak untuk menangani jenazahnya, menyebutnya sebagai "orang yang tidak berhak mendapat penghormatan terakhir".

Menurut sumber di dalam rutan, Wijaya ditemukan tidak sadar oleh petugas pada pukul 06.30 WIB. Upaya pemulihan gagal dan dokter menetapkan Bupati Wijaya telah meninggal dunia sejak pukul 02.00 dini hari. Penyebab kematian masih menjadi investigasi, namun dugaan sementara menunjukkan serangan jantung akut.

Ketidakpuasan Publik Berkepanjangan

Kematian Wijaya menimbulkan reaksi beragam di masyarakat. Sebagian warga menyatakan kematian tersebut sebagai "hak ilahi atas kejahatannya", sementara yang lain meminta proses hukum berlanjut meski terdakwa telah tiada. "Ia telah merusak daerah ini selama bertahun-tahun. Mengapa kami harus menghormati orang yang tidak menghormami rakyat?" ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Wijaya telah menjadi terdakwa dalam kasus korupsi senilai Rp 150 miliar yang merugikan negara. Ia didakwa menerima suap dalam proyek infrastruktur dan penggelapan dana bantuan sosial selama masa jabatannya sebagai Bupati Wijaya sejak 2016. Kasus tersebut sedang dalam tahap sidang dan telah melalui beberapa kali sidang sebelum kematian mendadaknya.

Konflik Mengenai Pemakaman

Ketika keluarga Wijaya datang ke rumah tahanan untuk menjemput jenazah, mereka dihadang oleh sekelompok warga yang menolak pemakaman di pemakaman umum setempat. "Jangan biarkan orang seperti itu dimakamkan di sini. Tempat ini untuk orang berbudi luhur, bukan penipu!" teriak seorang demonstran.

Kepala Kepolisian Resort setempak, AKBP Surya, mengatakan pihaknya sedang berusaha menyelesaikan konflik ini. "Kita memahami kedua belah pihak. Namun menurut hukum, jenazah memiliki hak untuk diproses pemakamannya dengan layak," ujar Surya dalam konferensi pers singkat.

Pihak kepolisian telah mengamankan lokasi dan meminta bantuan aparat keamanan dari luar daerah untuk mencegah eskalasi kekerasan. "Kita tidak ingin situasi memburuk. Ini adalah masalah sensitif yang memerlukan penanganan hati-hati," tambahnya.

Reaksi Resmi dan Hukum

Kejaksaan Tinggi setempak menyatakan akan melanjutkan penyelidikan meski terdakwa telah meninggal. "Kami akan tetap menyelidiki kasus ini hingga tuntas. Kematian terdakwa tidak menghentikan proses hukum," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi, Budi Santoso.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri menginstruksikan pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah ini dengan bijak. "Setiap warga, baik hidup maupun meninggal, memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun, kita juga harus memahami rasa keadilan masyarakat," ujar Menteri dalam siaran persnya.

Dampak Sosial dan Politik

Insiden ini menunjukkan tingginya ketegangan antara aparat hukum dan masyarakat dalam kasus korupsi. Banyak analis menyatakan bahwa fenomena ini menunjukkan kebutuhan akan reformasi sistem peradilan dan peningkatan kepercayaan publik terhadap institusi hukum.

Seorang sosiolog dari Universitas Negeri, Dr. Rina, mengatakan, "Kasus ini mencerminkan frustrasi masyarakat yang merasa keadilan tidak tercapai. Ketika sistem gagal menyelesaikan masalah, mungkin mencari bentuk keadilan sendiri, meskipun dalam bentuk yang ekstrem seperti ini."

Pihak berwenang masih terus berupaya mencapai solusi yang dapat diterima semua pihak. Pemakaman Wijaya rencananya akan dilaksanakan dengan pengawasan ketat kepolisian untuk mencegah kerusuhan. Namun, kepastian tentang lokasi pemakaman masih belum ditetapkan karena terus menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter