17, 2026
Nasional

251 Orang di Magelang Diduga Keracunan Es Buah, 86 Masih Dirawat di RS

Sebanyak 251 orang di Magelang diduga keracunan es buah, dengan 86 masih dirawat di rumah sakit. Pihak berwenang terus menyelidiki kasus ini.]]>

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

251 Orang di Magelang Diduga Keracunan Es Buah, 86 Masih Dirawat di RS

251 Warga Magelang Diduga Keracunan Es Buah, 86 Masih Dirawat di Rumah Sakit

Sejumlah 251 warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi es buah yang beredar di wilayah tersebut. Dari total korban, 86 orang masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di sekitar Magelang, sementara sisanya sudah dinyatakan sembuh dan pulang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, dr. Siti Aminah, mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi menyeluruh mengenai insiden ini. "Kami sedang bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengidentifikasi penyebab keracunan yang dialami warga. Sampai saat ini, kami masih mengumpulkan sampel makanan dan air untuk diperiksa di laboratorium," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (15/9).

Sekitar Korban Terus Bertambah

Data terakhir yang dihimpun oleh tim satgas penanganan keracunan menunjukkan bahwa jumlah korban terus bertambah. Sejak minggu lalu, sudah ada 251 orang yang melapor ke fasilitas kesehatan gejala keracunan setelah mengonsumsi es buah. Mayoritas korban mengalami gejala mual, muntah, diare, dan demam.

"Kebanyakan korban adalah anak-anak dan remaja yang membeli es buah dari pedagang kaki lima di sekitar pasar tradisional dan area sekolah. Es buah tersebut dijual dengan harga terjangkau dan menjadi pilihan banyak orang saat cuaca panas," jelas dr. Siti.

Penyelidikan Sementara Fokus pada Kualitas Air dan Bahan Makanan

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, penyeliditi menduga bahwa keracunan ini disebabkan oleh kontaminasi bakteri pada es buah yang dikonsumsi korban. "Es buah biasanya dibuat menggunakan air bersih namun kami menduga ada masalah pada kualitas air atau bahan makanan yang digunakan. Kemungkinan besar ada E. coli atau bakteri patogen lain yang masuk ke dalam minuman tersebut," papar dr. Siti.

Pihak rumah sakit yang menangani korban menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. "Kami memberikan perawatan medis sesuai gejala yang dialami pasien. Mayoritas pasien diberi infus untuk mengatasi dehidrasi akibat muntah dan diare berlebihan. Untuk kasus yang lebih berat, kami memberikan antibiotik," kata Kepala RSUD Magelang, dr. Budi Santoso.

Pemerintah Daerah Segera Tindak Tegas

Dalam respons terhadap insiden ini, Pemerintah Kabupaten Magelang segera mengambil langkah tegas. Bupati Magelang, H. Sutrisno, menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengawasi dan menindak pedagang makanan yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.

"Kami akan melakukan operasi yustisi terhadap pedagang makanan yang tidak mematuhi standar keamanan pangan. Terutama yang menjual makanan dan minuman tanpa memperhatikan kebersihan, seperti es buah yang diduga menjadi sumber keracunan ini," tegas Bupati Sutrisno.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan melakukan sosialisasi intensif mengenai pentingnya kebersihan makanan kepada para pedagang dan masyarakat umum. "Kami akan bekerja sama dengan asosiasi pedagang untuk memberikan edukasi tentang cara membuat dan menjaga makanan agar aman dikonsumsi," tambahnya.

Masyarakat Diminta Waspada

Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan dan minuman, terutama saat cuaca panas. "Perhatikan kebersihan tempat penjualan dan kualitas bahan makanan. Hindari membeli makanan yang terlihat tidak segar atau sudah lama disajikan," pesan dr. Siti.

Bagi masyarakat yang mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan atau minuman, pihak kesehatan meminta segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat. "Jangan menunggu gejalanya semakin parah karena bisa berdampak buruk pada kesehatan, terutama untuk anak-anak dan lansia," ingatnya.

Tim investigasi masih terus bekerja untuk menemukan penyebab pasti keracunan yang menimpa warga Magelang. Hasil akhir dari investigasi diharapkan dapat segera diterbitkan guna mencegah insiden serupa terulang kembali di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter